4 Patokan Untuk Menentukan Stop Loss

Kalau ada temen trader mengeluh, "Wadduuh... MC (lagi) deh!". Tanggapan saya cuma satu, pasti gak pake SL (lagi) kan?

iklan

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

Kalau ada temen trader mengeluh, "Wadduuhh… MC (lagi) deh!". Tanggapan saya cuma satu, pasti gak pake SL (lagi) kan?" Halahh, kenapa gak kapok-kapok ya? Udah tahu kalau trading tanpa Stop Loss (SL) itu selalu berujung pada Margin Call (MC), kok ya masih ngeyel juga. Ampun deh!

Masalah SL ini memang selalu jadi masalah yang lumayan ribet, terutama bagi temen-temen trader yang relatif baru. Memang sih, trading tanpa SL "keliatannya" gak pernah salah posisi. Iya, memang gak pernah salah posisi kok, lah sekalinya kita mengakui salah posisi kan kalo account dah almarhum. Saya gak bosen-bosennya ngingetin untuk temen-temen trader baru, "Ayolah, selalu pasang SL!" Bukannya saya seneng kalo liat posisi mereka pada kesabet SL.
mc lagi dehh
Beneran, saya gak bosen ngingetin temen-temen untuk selalu memasang SL cuma karena satu alasan: just because I love you Guys! Hehehe.. Lebay yah? Tapi beneran kok, sejujurnya, saya suka sedih melihat temen-temen trader yang berguguran karena kapok kena MC. Gara-garanya? Sebagian besar ya itu tadi, trading gak pake SL. Ok deh, anggap aja kita dah kapok trading tanpa SL dan sudah sepakat untuk memasang SL.

Masalah berikutnya adalah: berapa sih SL yang tepat? Yuks mari kita cari formula yang tepat untuk menentukan SL ini. Kata beberapa mastah forex sih, ada beberapa patokan yang bisa kita pakai dalam menentukan SL. Mari kita coba simak satu per satu:

Menggunakan Patokan Parabolic SAR
Anda bisa menggunakan patokan titik Parabolic SAR di awal trend untuk menentukan SL. Atau… ada juga saran untuk memasang SL 10 points di atas/di bawah price candle untuk posisi short/long. Jika anda merasa SL yang didapatkan dari cara ini terlalu jauh dari harga sekarang, berarti anda "terlambat" masuk ke market. Anda bisa gunakan alternatif cara yang lain.

Menggunakan Patokan High-Low Harian
Anda bisa menentukan SL dengan menggunakan nilai high-low sehari sebelumnya. Pasang Stop Loss di 10 points di atas high untuk posisi short dan 10 points di bawah low untuk posisi long.

Menggunakan Bollinger Bands
Anda juga bisa menggunakan Bollinger Bands sebagai dasar penentuan SL dengan patokan: pasang SL di 10 points di atas upper band untuk posisi short dan 10 points di bawah lower band untuk posisi long.

Menggunakan Dasar Elliot Wave Theory
Jika anda menggunakan Elliot Wave Theory untuk menganalisis market, maka:

  • Tempatkan SL 10 points di bawah titik terendah dari wave ke-2  di bullish trend jika anda mengambil posisi long di wave ke-3
  • Tempatkan SL 10 pips di bawah titik terendah dari wave ke- 4 jika anda mengambil posisi long di wave ke-5
  • Tempatkan SL tepat di atas/bawah titik puncak/dasar lembah dari wave sebelumnya ketika anda melakukan short/long berdasarkan pada A-B-C correctional waves.

Oke, cara-cara di atas mungkin bisa anda gunakan sebagai patokan-patokan dasar. Anda bisa memilih dan menyesuaikannya dengan trading system yang anda gunakan. Oya, perlu saya tambahkan, patokan manapun yang anda pilih… pastikan bahwa SL terletak pada nilai dimana "Anda sanggup kehilangan uang Anda". Ingatlah… bagaimanapun, lebih baik kita loss 20 pips sebanyak 10 kali daripada sekali loss tapi borongan 500 pips, atau malahan MC. So? Lagi dan lagi: Jangan lupa pasang Stop Loss yah! Supaya anda nggak cepet nyusul para "mantan" trader yang pensiun dini gara-gara kapok keseringan MC.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Satrio
Yang paling penting level sl ditempatin di level yang perhitungan lossnya sesuai sama balance. Kalau dari indi ya selama udah yakin bener dn terbiasa sama penggunaannya seenggaknya loss berapapun masih bisa ditanggung secara psikologis
Abidin_moe
kl kt pakex indi kombinasi gitu jdx gmn ya? misal macd sm fibo gt, trus milih level slx dr indi yg mn?
Si Abidin
Daripada bingung mending stop loss diambil dari toleransi resiko maksimum pertrade aja. Jadi gag perlu pusing mau ambil dengan cara dan indikator apa lagi. Cara begitupun masih bisa mengamankan cuz kalopun rugi, ruginya gag akan melebihi angka yang emang udah dipersiapkan buat loss.

Secara jumlah masih normal, buat mental trading kita sendiripun juga bermanfaat. Karna belum tentu juga stop loss yang diambil dari indikator angkanya sesuai sama kesiapan mental trading kita. Kalo malah bawa loss yang terlalu besar, bisa bikin stres juga kan?
Eko Nuge
lha kalau sudah sesuai sma sinyal indinya apa ya mungkin terlalu besar to mas? kl bisakan dicari yang sedeket mungkin misal low / high terdeket biar stop lossnya ga banyak-banyak
Si Abidin
Bisa saja karena sinyal indikator gag ada yg sempurna. Coba gantungin stop loss menurut indikator tapi ternyata sinyalnya fake. Apa masih menguntungkan tuh nantinya? Jelas gag kan.

Kalau emang lebih percaya indikator, jalan satu2nya ya dengan mencocokan apa sinyal stop loss yang diindikasikan itu dah sesuai sama toleransi loss kita apa belum. Tapi kalau gag cocok, jadinya malah gag nemu2 stop loss yg ideal. Ribet kan? Begitu mending dari awal dihitung dari prosentase resiko per trade aja, aman, sehat buat akun sehat buat mental juga.
Chandra Purna
Kalau sudah menggunakan indikator penentu level support dan resistan seperti fibonacci atau pivot poin, biasanya level stop loss dan take profit akan lebih didasarkan pada indikator2 seperti itu. Karena pembatasan garisnya bisa lebih stabil dalam menentukan kondisi reversal atau breakout.

Mungkin cara ini juga perlu ditambahkan, karena sepertinya pembahasan di atas berpusat pada penggunaan indikator tren saja..
Rw_isya
Saran yg ampuh buat trader2 yg suka kebingungan nyari level sl, palagi kl yg pake indikatornya jg sama.
Nah indikator kan banyak tuh, knp g diulas aja sekalian semuanya, apa buat nyari level sl mesti pake indikator2 itu???
Chandra Purna
Ada banyak cara menentukan stop loss, yang bisa juga dianalisis dari indikator2 teknikal lain selain dari yang disebutkan di pembahasan di atas.

Penjelasan dari indikator2 di atas mungkin diambil dari cara yang paling umum, tapi kalau ingin variasi dari indikator lain, coba menentukan lewat garis fibonacci. Itu biasanya yang juga umum dipakai untuk trader, tapi kalau lebih suka mengamati tren, salah satu dari cara diatas juga bisa diterapkan..
April Junior
nggak semua akun mc itu akibatnya karna nggak pake sl. bisa aja walo udah pake sl sekalipun akun rugi sampe kena mc. entah karna salah perhitungan naruh sl, ato kondisi market yg lagi abnormal, ato margin udah g mencukupi buat op lagi sebenernya
K_hanafi
Iya ane lebih sukaan netapin sl sesuai sama risk reward rasio. jadi sekalian sama tp juga. trading mestinya selalu dibarengin sama risk management. klo sl bisa dipakai sekalian buwat nerapin risk management, kenapa enggak?

lagian strategi sebagus apapun tanpa risk management hasilnya pasti nihil. buat apa bisa profit banyak tapi klo besoknya juga loss banyak? buat apa bisa untung jangka pendek tapi klo dalam jangka panjang ternyata lebih banyak minus?
Farid Ogah
Waduh kesanny mbulet y prinsip stop loss pakai Elliot Wave?
Rasany paling mudah y melihat support resistance ato high low harga harian.
Sama elliot wave jangankan lihat stop loss potensial.

Untuk cari celah entry aja lihatnya ngawang, apalagi stop loss plus take profitnya?
Gw bukan tipe trader imajinatif i y jadi lebih suka cara yang pasti n jelas aja.

Meskipun ada yang bilang elliot wave nih mantep,
tapi sorry sorry gw lebih milih yang bisa ditunjukin secara real dichart aja heheh