Indikator Alligator

Indikator Alligator dapat membantu trader pemula menangkap peluang dalam trading forex. Cara membaca sinyal indikator cukup mudah.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Siapa sih belum tahu Bill William, sang trader legendaris pencipta indikator-indikator populer? Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu karyanya; indikator Alligator. Namanya unik juga, yah? Tapi apakah fungsinya juga seunik labelnya? Mari kita kupas bagaimana trader dapat menggunakan indikator Alligator ini.

 

Mengapa Dinamakan Indikator Alligator?

Pencipta dari indikator Alligator menganalogikan aktivitas pelaku pasar layaknya seekor buaya. Maksudnya, ritme dari antusiasme para buyer atau seller mirip seperti siklus biologis dari predator rawa tadi. Misal, buaya akan merasa lapar pada saat terbangun dari tidur panjangnya, hal tersebut bisa disetarakan dengan kondisi pasar saat sedang sideway.

buaya bangun tidur

Dalam keadaan sideway, para pelaku pasar biasanya masih menunggu kesempatan untuk "mengisi perut" alias berburu momen untuk membuka posisi. Nah, pada saat para trader berlomba-lomba untuk berburu harga terbaik itulah biasanya breakout mulai terjadi dan membentuk trend baru.

Trend pasar menggambarkan seberapa aktifnya keinginan pelaku pasar untuk "melahap" semua kesempatan. Umumnya, semakin lama periode sideway berlangsung (periode tidur panjang), maka semakin lapar dan semakin kuat keinginan para trader untuk mencari "mangsa".

 

Cara Membaca Sinyal Indikator Alligator

Sinyal dari indikator ini cukup mudah untuk ditangkap. Pada intinya, Anda hanya perlu memperhatikan posisi ketiga garis moving average berikut:

  • Garis biru adalah rahang (jaw) dari indikator Alligator. Garis ini merupakan garis MA berperiode terpanjang (13) dan digunakan sebagai patokan dari kedua garis lainnya.
  • Garis berwarna hijau adalah gigi (teeth) dari indikator Alligator. Karena berperiode lebih pendek (8), sinyal akan tercipta jika garis ini memotong garis biru.
  • Garis warna merah adalah bibir (lip) dari indikator Alligator. MA berperiode tercepat ini mengkonfirmasikan kapan sebaiknya Anda mulai membuka posisi.

Perhatikan gambar di bawah ini

cara membaca sinyal indikator alligator

Si Buaya dikatakan tidur apabila ketiga garis saling berbenturan secara tidak beraturan. Dalam kondisi tersebut biasanya pasar masih dalam kondisi sideway. Hindari membuka posisi sampai mendapat sinyal berikut, yaitu ketika indikator Alligator mulai "terbangun".

Berikutnya, saat garis merah dan hijau (gigi dan bibir) mulai berpotongan ke salah satu arah terhadap garis biru (rahang), maka si Buaya telah terbangun. Maka dari itu, bersiap-siaplah untuk membuka posisi. Prinsipnya masih persis sama dengan sinyal crossing moving average; bila memotong ke atas artinya harga akan naik, atau akan turun jika memotong ke bawah.

Saat trend mulai terbentuk, Anda dapat mempertimbangkan untuk menahan posisi selama "mulut" terbuka lebar. Kondisi itu terlihat jelas saat ketiga garis bergerak ke satu arah dan terus bertambah lebar.

Tapi jangan keterusan!

Berhati-hatilah saat lebar mulut mulai menyempit. Itu artinya indikator Alligator mengindikasikan bahwa si Buaya mulai kekenyangan dan ingin beristirahat. Maka dari itu, bersiap-siaplah untuk menutup posisi ketika garis merah dan hijau (bibir dan gigi) mulai bergerak berlawanan arah dari trend sebelumnya.

Begitulah siklusnya akan terus berlanjut. Pokoknya cukup ingat lagunya Mbah Surip, judulnya "Bangun Lagi Tidur Lagi". Enak, to?

 

Cara Menampilkan Indikator Alligator Di MT4

Tidak perlu repot-repot download, Indikator ini sudah tersedia secara default di MT4 Anda. Anda cuma perlu mengikuti petunjuk sederhana ini:

Klik Insert -> Indicators -> Bill Williams -> Alligator

cara menampilkan indikator alligator

 

Apakah Indikator Alligator Layak Dicoba?

Yah, biasalah, tiada gading yang tak retak. Sama halnya dengan indikator Alligator ciptaan Bill William ini.

Indikator Alligator tepat digunakan oleh para pemula karena kemudahan dalam memahami dan mendapatkan sinyal untuk membuka posisi. Sayangnya, akurasinya terkadang kurang mantap. Hal tersebut dikarenakan sifat lagging dari indikator ini. Dengan kata lain, saat harga sudah bergerak dengan pergerakan harga cepat dan tajam, umumnya indikator ini akan terlambat untuk meresponnya.

Jadi sarannya, gunakan indikator ini pada pair major dengan trend yang jelas dan stabil. Kedua, hindari news trading karena selama rilis berita penting, pergerakan harga akan terjadi dengan sangat cepat dan tak terduga.

Kesimpulannya, indikator Alligator ini layak Anda coba terutama jika Anda baru belajar mengenai trend trading.

Oh, iya, satu lagi. Anda dapat mencoba meningkatkan akurasi sinyal dari indikator ini dengan mengombinasikannya dengan indikator Gator Oscillator.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Arman Adhira
sinyal entrynya darimana? apa g ada analisa tambahan dari crossing garis2nya?
Hanif Setyawan
Cara entri dilakukan dengan persilangan antara garis hijau dan biru. Kalau garis hijau memotong garis biru ke atas bisa dianggap sebagai sinyal buy, sedangkan saat garis biru memotong garis hijau ke bawah bisa diartikan sebagai sinyal sell. Entah kenapa indikator ini akrab sekali digunakan bebarengan dengan indikator lain yang memiliki tampilan titik atau poin, seperti parabolic sar ataupun fractal. Kalau dengan oscillator, ada contoh yang membahas dengan william%r, bukan rsi.
Emha
alligator sm psar kn sm2 indi tren? kl sm2 dipake apa gjd dobel2? klo sinyalx beda gmn? mn yg lbh bisa dipake? apa g lbh baik pake fractal ja? kn sm2 indi bill williams tuh...
Hanif Setyawan
Tidak juga, boleh saja menggunakan 2 indikator dengan jenis yang sama, untuk memfilter sinyal trading dari salah satunya. Kalau ini bisa membantu kelancaran trading tidak akan masalah. Tapi tentu saja kalo merasa kurang cocok bisa menggunakan salah satunya saja. Justru analisa yang diberikan dari gabungan indikator alligator dengan fractal saya merasa kurang cocok, karena setelah saya coba banyak memberikan false sinyal. Tapi jika ingin mencoba tetap bisa dilakukan. Perbedaannya terletak di posisi indikator. Kalau dengan fractal, dilihat apakah buy fractal lebih tinggi dari garis merah untuk menunjukkan sinyal entri buy, sementara dengan parabolic sar tentu saja dilihat dari titik parabolic dari candlestick. Secara garis besar antara alligator dengan parabolic sar sinyalnya malah saling mendukung. alligator lebih menunjukkan tren umum, sementara parabolic sar lebih spesifik mengikuti pergerakan harga.
Anwar Ggs
@ Hanif; bisa share link pelajaran lengkapny gan?
Hanif Setyawan
Yang dengan fractal: Pemahaman Fractal dan Alligator.
Yang dengan parabolic sar, sekaligus juga dengan william%r: Alligator Parabolic Range.