Advertisement

iklan

Setup Price Action Pada Beberapa Mata Uang

99513

Price action adalah metode trading dengan mengandalkan pada pengamatan formasi Candlestick Bar yang terbentuk pada suatu kondisi market tertentu.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Price Action adalah metode trading dengan mengandalkan pada pengamatan formasi bar yang terbentuk pada suatu kondisi market tertentu. Jika formasi bar telah tampak, setup untuk mengetahui validitas price action tersebut bisa ditentukan dengan indikator pendukung utamanya, yaitu level-level support dan resistance yang bisa berupa garis horisontal, Exponential Moving Average atau Fibonacci Retracement level. Kalau ternyata price action-nya cukup valid dan kuat, kita bisa entry sekaligus menentukan level stop loss dan take profit sesuai dengan risk/reward ratio yang kita sepakati.

Pin bar, fakey bar dan inside bar adalah istilah untuk formasi bar yang dianggap sebagai patokan dalam price action trading. Pin bar adalah acuan pokok dalam price action

Kondisi pasar trending atau ranging (sideway) berpengaruh pada kualitas formasi bar yang terbentuk. Pada kondisi pasar yang strong trending, validitas price action-nya sangat tinggi dibandingkan pasar yang ranging. Penentuan level support dan resistance sangat penting sebagai pendukung validitas formasi bar tersebut. 

Untuk penerapan dalam trading, time frame daily sangat dianjurkan karena kualitas akurasi sinyalnya tinggi.

Berikut contoh setup Price Action pada beberapa mata uang utama, mata uang cross, dan komoditi :


1. EUR/USD – long-tailed pin bar dengan 50% entry dan inside bar

  • Pada tanggal 6 September 2011 terbentuk formasi Price Action ‘long-tailed’ pin bar pada EUR/USD daily chart.
  • Indikator pendukung EMA8 Daily dan EMA21 Daily telah berpotongan sebelumnya (6 Setember 2011) ke arah bawah, mengindikasikan momentum bearish setelah selama hampir 3 bulan kondisi pasarnya ranging (sideway).
  • Long-tailed pin bar ke arah atas yang terbentuk mengindikasikan downtrend yang cukup kuat. Jadi, pin bar ini mengkonfirmasi EMA8 dan EMA21 Daily.
  • Penutupan harga pin bar yang lebih rendah dari harga open-nya juga menguatkan downtrend yang akan terjadi.
  • Bar yang terjadi pada hari berikutnya membentuk formasi inside bar, yang mengindikasikan pasar sedang konsolidasi. Pada bar selanjutnya kita bisa entry pada level kira-kira 50% dari long-tailed pin bar yang pertama dengan menerapkan risk management sesuai trading plan.
  • Pada 16 September 2011 terjadi lagi formasi inside bar setelah bar-bar koreksi mencoba menembus di atas level EMA8 Daily. Inside bar adalah indikasi konsolidasi, dan karena tidak ada pin bar yang signifikan setelah itu, maka penerusan downtrend terjadi seperti ditunjukkan oleh pergerakan harga yang selalu ditutup dibawah level EMA8 Daily.


2. GBP/USD – pin bar dan inside bars

  • Masih dengan setup EMA8 Daily dan EMA21 Daily sebagai indikator pengukung. Pada tanggal 8 September 2011 terbentuk pin bar, dan tanggal 16 dan 20 September 2011 terbentuk inside bar. Price Action tersebut terjadi pada kondisi pasar yang downtrend dengan cukup kuat, terindikasi dengan pergerakan harga yang selalu berada dibawah EMA8 Daily.
  • Pin bar yang terbentuk juga ‘long-tailed’, sehingga seperti pada contoh sebelumnya, penerusan trend terjadi.
  • Pada level kunci garis horisontal pada harga 1.5775 yang merupakan level support-nya terbentuk dua inside bar, masing-masing pada 16 dan 20 September. Pasar benar-benar berkonsolidasi sebelum turun dengan tajam pada hari berikutnya.
  • Level entry bisa dengan leluasa kita tetapkan mengingat kejelasan downtren yang terjadi dengan indikator EMA yang mendukung.


3. USD/CHF – pin bar

  • Setup indikator EMA8 dan EMA21 Daily.
  • Pada 2 September 2011 terbentuk ‘long-tailed’pin bar, dan hari berikutnya terbentuk inside bar. Long-tailed pin bar dengan ekor dibawah pada formasi tersebut jelas mengindikasi akan terjadinya uptrend. Setelah konsolidasi (inside bar), dan EMA tidak saling berpotongan, harga benar-benar naik dengan cukup kuat.


4. AUD/USD – fakey dan pin bars

  • Setup indikator EMA8 dan EMA21 Daily.
  • Pada tanggal 14 dan 15 September 2011, dua pin bar terbentuk secara berurutan, dan membentuk formasi fakey (false) bar. Sesuai sifat fakey bar yang seolah akan terjadi pembalikan trend, tetapi tidak terjadi (false), sehingga yang entry posisi buy setelah terbentuknya fakey tentunya akan mengalami loss. Sebetulnya penerusan trend juga telah diindikasikan oleh harga yang masih dibawah level EMA8.
  • Konsolidasi pada level support horisontal (garis merah) tidak pasti, karena tidak terbentuk inside bar melainkan pin bar yang panjangnya hampir sama dengan pin bar sebelumnya.
  • Untuk konfirmasi, sebaiknya entry setelah penolakan fakey bar 2 hari kemudian, dimana bar tersebut dibuka di bawah level EMA8 Daily, sehingga memastikan bahwa dua bar sebelumnya (warna putih) adalah fakey (false) bar. Di sini, faktor pendukung, yaitu indikator EMA8 Daily sangat membantu. Setelah level support garis horisontal tertembus, maka terjadi penurunan harga yang cukup kuat.


5. XAG/USD (Silver) – minor fakey

  • Setup indikator EMA8 dan EMA21 Daily.
  • Pada 21 Sepember 2011, terbentuk minor fakey bar, yaitu bar fakey dengan range harga kecil setelah inside bar.
  • Kasus ini hampir sama dengan sebelumnya (AUD/USD).  Setelah terjadi penolakan fakey bar, terjadi penurunan tajam. Yang ditekankan disini bahwa price action yang terbentuk walaupun dengan range harga yang kecil (bukan seperti long-tailed pin bar), tetapi jika memang valid, akan sangat berdampak pada pergerakan harga pasar.


6. AUD/JPY – inside bar

  • Setup indikator EMA8 dan EMA21 Daily.
  • Pada 20 September, terbentuk inside bar pada pasar yang sedang downtrend. Sifat inside bar yang menunjukkan konsolidasi sebelum penerusan trend yang sedang terjadi, dan indikator pendukung EMA8 Daily yang tidak tertembus, mengkonfirmasi bahwa pergerakan harga masih akan downtrend.
  • Kita bisa entry pada hari berikutnya setelah level low inside bar tertembus. 

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Om Deddy
level support dan resistan yng berupa garis horisontal itu asalnya dari mana? dan cara menentukannya yaapa?
Martin S
@ om deddy:
Untuk menentukan garis horisontal level support dan resistance, Anda bisa baca:
- Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price Action
- Hubungan Antara Resistance Dan Support
Anam Suprijana
Bagaimana caranya entri 50% dari long tail pin bar? Apa yang harus diuukur, apa tailnya atau candlenya secara keseluruhan? Bagaimana menghitungnya? Apa dengan menghitung pipsnya? Mohon penjelasannya master, disini membingungkan sekali buat saya itu istilah entry 50%.....
Martin S
@ Anam Suprijana:
Dikira-kira, atau kalau mau akurat bisa diukur dengan menghitung pip-nya. Tapi biasanya pergerakan harga tidak persis atau akurat sekali, tetapi kurang lebih. Istilah 50% sebenarnya mengacu pada saat harga melakukan koreksi (retrace) sampai level 50%-nya, dan biasanya diplot dengan level Fibonacci retracement. Untuk penjelasan yang lebih lengkap Anda bisa baca:
- Menggunakan Sinyal Price Action Dan Fibo 50% Untuk Entry
- Fibonacci Retracement Level 50% Dengan Konfirmasi Price Action
Rio Speedy
masi bingung sma cara ngambil posisi masuk yg paling bagus, apa mesti nunggu semua konfirmasi dulu ato dari sinyal pertama langsung masuk... cs kalau nunggu konfirmasi takutnya malah kelamaan n keburu trennya selese, kayak di contoh gbpusd itu. tapi kalo nggak ditunggu agak meragukan juga, contohnya di gbpusd itu sinyalnya udah pada muncul sebelum harga break dari support, tapi buat yg belum yakin kan pasti sangat ragu order sell, karena area2 itu rawan dan gag menentu apa harga akan break ato justru berbalik. kalau nggak punya keyakinan yg kuat, bisa2 nunggu konfirmasi keburu ilang deh peluangnya.
Martin S
@ rio speedy:
- Kalau menurut aturan mesti nunggu konfirmasi. Jika merasa ragu Anda bisa tambahkan indikator ADX untuk memeriksa kekuatan trend dan juga indikator oscillator untuk mengetahui keadaan ekstremnya (overbought atau oversold). - Konfirmasi paling tidak dengan melihat bar berikutnya setelah pin bar. Trend tidak akan cepat berbalik, apa lagi ini pada time frame daily, jadi tidak perlu khawatir trend cepat selesai. - Pada contoh GBP/USD diatas bisa sell setelah pin bar terkonfirmasi, apa lagi beda sudut ema-8 dan ema-21 makin melebar, jadi downtrendnya makin kuat..
Ahmad Kediri
apa stiap pair diatas tu cndrng puny pola inside/pin bar yg sll sm kyk cnth diatas gt? atau ni cm sbg cnth trdng prc action d brbg kondisi psr?
Martin S
@ ahmad kediri:
Seringnya selalu ada pin bar dan inside bar. Anda bisa lihat chart daily pasangan mata uang utama sekarang, pin bar dan inside bar akan sering muncul karena sentimen pasar memang antara trending atau konsolidasi.
Rio Speedy
harusnya masing-masing pair itu punya karakternya masing-masing yg membedakan pola pergerakan antara 1 pair sama pair yang lainnya. cuman kalau dalam kasus ini sepertinya emang lebih ditujukan buat nunjukin cara ambil posisi masuk dari contoh2 kondisi price action yg terjadi. cuma disinipun ane masi bingung karna banyak banget ternyata yg bisa dijadiin bahan konfirmasi, sementara kalau di tf daily nunggunya pasti lama dan kalau kelamaan bisa keburu habis trendingnya... berharap ada yg bahas cara trading price action bukan cuma di situasi trending sih.
Martin S
@rio speedy:
- Kalau konfirmasinya jelas, trend tidak akan cepat berbalik, apa lagi pada time frame daily, jadi tidak perlu khawatir trend cepat selesai. - Strategi price action tidak hanya untuk kondisi trending tetapi juga pada saat pasar konsolidasi.
Untuk penjelasan bisa baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action.