Harga Bitcoin Naik, Apa Saja Yang Mendasarinya?

281185

Sekarang Bitcoin sudah mengalahkan nilai emas yang hanya dihargai sekitar Rp16 juta-Rp19 juta. Bagaimana harga Bitcoin bisa terus meningkat?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Hal Hal Yang Mendasari Kenaikan Harga BitcoinSelama tahun 2017 ini, Bitcoin (BTC) masih tetap kokoh menduduki posisi paling atas pada Ranking Cryptocurrencies, diikuti oleh Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), Ripple (XRP) dan Dash (DASH). Pada saat artikel ini dibuat (24/November), data dari Coinmarketcap menunjukkan harga Bitcoin (BTC) di perdagangkan di $8,099.21; nilai yang benar-benar fantastis untuk sebuah mata uang berumur 8 tahun. Bahkan, nilai tersebut sudah mengalahkan harga Emas yang hanya sekitar $1,200 - $1,400 atau antara Rp16 juta - Rp19 juta per ons. Bagaimana harga Bitcoin bisa terus meningkat?

Ranking Mata Uang Kripto

 

Kemudian jika kita teliti dari pergerakan All Time, harga Bitcoin dari awal penciptaannya pada tahun 2009 sampai pada tahun 2017 mengalami Major Trend UP, atau trend naik secara keseluruhan, diwarnai dengan koreksi-koreksi tipis untuk mempertahankan trend naiknya.

Grafik Harga Bitcoin Sepanjang Masa

Dari beberapa penjelasan di atas, tidak heran jika saat ini banyak investor, pedagang, spekulator, bahkan para pebisnis tingkat institusional mulai terjun pada dunia Bitcoin sebagai investasi maupun sarana perdagangan dan bisnis.

Grafik Kenaikan Harga Bitcoin

 

Sekarang, yang jadi tanda tanya besar adalah, di mana letak titik tertinggi harga Bitcoin? Bahkan dalam beberapa bulan saja Bitcoin mampu untuk mencetak dan terus mencetak rekor baru. Dimulai dari level $4,979 sekitar akhir bulan September, kemudian level $6,449 pada bulan Oktober, dan harga Bitcoin terus naik bahkan sampai di atas harga $8,200 per Bitcoin.

Beberapa prediksi mengatakan bahwa kenaikan Bitcoin tidak akan berhenti pada angka $10,000, karena pada tahun depan akan banyak Investor Institusional yang akan masuk pada pasar Bitcoin dengan dana raksasa.

 

Harga Bitcoin Memang Didesain Untuk Semakin Mahal Seiring Berjalannya Waktu

Sekali lagi kita akan mengacu pada Coinmarketcap. Seiring minat pada Bitcoin yang semakin bertambah, tentu volume transaksi yang terjadi akan naik. Dalam 24 jam terakhir saja volume transaksi yang sudah dilakukan pada mata uang kripto ini lebih dari $3.3 miliar, sedangkan Market Cap (Total Kapitalisasi market) Bitcoin saat ini mencapai $135 miliar.

Permintaan yang semakin bertambah (demand) tidak diiringi dengan Penawaran (supply/stock) yang memadai, sehingga jelas membuat harga Bitcoin semakin meroket. Apalagi, stok maksimal untuk Bitcoin adalah 21 juta keping, sedangkan Supply yang sudah beredar sudah lebih dari 16.6 juta. Artinya, supply Bitcoin hanya tinggal 3.4 juta saja. Jumlah tersebut tidak akan pernah mencukupi permintaan yang terjadi di seluruh dunia, sehingga bisa dipastikan menurut hukum Supply & Demand, harga Bitcoin pada masa depan akan semakin mahal (Demand Exceeds Supply = Price UP).

Bitcoin didesain untuk selalu mengalami deflasi (pengurangan stok/terbatas). Jika kita analisa, supply bitcoin akan selalu berkurang setiap 4 tahun sekali atau biasa disebut "Halving Processes". Artinya, jumlah Bitcoin yang akan diproduksi oleh sistem blockchain akan berkurang hingga setengahnya. Saat ini mungkin ukuran BTC yang muncul setiap menitnya adalah 12.5 BTC saja, kemudian setelah Halving terjadi, hanya akan ada 6.25 BTC saja yang akan muncul setiap menitnya. Hal ini jelas-jelas desain yang sempurna untuk membatasi supply berlebihan yang dapat membuat harga suatu barang menjadi turun.

 

Tidak Ada Yang Bisa Mempengaruhi Harga Bitcoin Kecuali Supply & Demand Itu Sendiri

Bitcoin merupakan mata uang kripto terdesentralisasi yang kebal terhadap data-data ekonomi suatu negara, misalnya Inflasi, yang biasanya akan mempengaruhi nilai dari mata uang negara tersebut.

Mari kita bandingkan dengan uang fiat seperti Dolar AS (USD) yang selalu berkurang nilainya tiap tahunnya karena adanya inflasi yang terjadi, yang akan berdampak pada penambahan supply dari mata uang itu sendiri. Serta dengan adanya rumor-rumor tentang kebijakan bunga, perpajakan, dan lain sebagainya, akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.

Di sisi lain, hal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin hanyalah murni supply dan demand (penawaran dan permintaan) dari pelaku pasar kripto saja. Hal ini bisa disebut dengan konsensus sempurna, dimana kesepakatan harga tidak "diatur" oleh siapapun, melainkan pelaku pasar itu sendiri.

 

Uang Kertas Menjadi Tidak Praktis Lagi

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, apalagi didukung jaringan internet yang bisa diakses secara global, serta banyaknya kasus keruntuhan mata uang kertas di berbagai negara di dunia seperti Yunani, Venezuela, Zimbabwe, dan Argentina, memicu kesadaran global bahwa sekarang bukan jamannya lagi menggunakan sistem ekonomi dengan uang fiat. Karena kerentanan terhadap krisis bisa terjadi kapan saja, maka banyak masyarakat semakin mempertimbangkan penggunaan Bitcoin, yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan Bitcoin.

 

Perusahaan Besar Terjun Ke Dunia Bitcoin

Teknologi Blockchain yang mendasari penciptaan Bitcoin sering dikatakan sebagai teknologi dengan masa depan tanpa batas. Karena memiliki transparansi, kemudahan, serta keamanan yang terjamin. Saat ini Bitcoin mulai diadopsi oleh perusahaan-perusahaan ternama di dunia misalnya:

  • Wall Street. Sudah mengadopsi Bitcoin sebagai instrumen perdagangannya.
  • CME Group dan Coinbase Custody. Pada tahun depan akan memberikan jalan kepada para Investor Raksasa untuk masuk dalam dunia Investasi Bitcoin melalui program perdagangan berjangka.
  • Google. Sudah mengeluarkan API dengan basis Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Namun secara sederhana, pada masa depan, kesempatan Bitcoin untuk diadopsi sebagai alat pembayaran utama secara global akan terwujud. Apalagi, perusahaan raksasa dunia sudah mulai terjun dalam dunia kriptografis.

 

Dukungan Dari Mata Uang Kripto Lain

Sebut saja Ethereum (ETH) yang sudah membentuk aliansi dengan nama EEA (Enterprise Ethereum Alliance/Aliansi Elit Ethereum) yang sudah memiliki lebih dari 500 perusahaan startup dan perusahaan raksasa tergabung di dalamnya.

Beberapa member EEA dari Perusahaan Raksasa Dunia adalah Microsoft, Intel, CME Group, Toyota, Cisco dan BP (British Proteleum). Sebanyak 500 member yang tergabung dalam EEA tersebut bersama-sama mengembangkan teknologi dasar penciptaan Ethereum, Blockchain, yang juga menjadi teknologi dasar penciptaan Bitcoin, dalam hal bisnis terutama pada sisi efektivitas transaksi.

EEA yang terdiri dari anggota perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia, memastikan bahwa harga mata uang kripto ETH tidak akan jatuh mendekati titik 0 lagi. Hal ini juga ikut berpengaruh secara tidak langsung kepada mata uang kripto lain, terutama Bitcoin sebagai "Raja" dari mata uang kripto saat ini.

 

Kesimpulan

Dari beberapa poin yang sudah kita bahas di atas, hampir bisa dipastikan bahwa harga Bitcoin pada masa depan akan terus naik, seiring penggunaan teknologi dasar penciptaan Bitcoin yang semakin meluas dan bisa diaplikasikan pada model bisnis ataupun penerapan dalam ketegori apapun. Sebut saja, CIA yang sudah mengadopsi Blockchain sebagai teknologi identifikasi pelaku kejahatan.

Selain itu, pada tahun depan, pelaku pasar dengan level Institusional (Perusahaan) dengan dana raksasa dikabarkan akan terjun dalam dunia kriptografis dengan dana yang tidak main-main, terutama dalam ranah Bitcoin. Jika dana milyaran dolar masuk ke dalam pasar, baik itu dengan tujuan investasi atau pembelian Bitcoin, tentu saja permintaan akan langsung melonjak, sehingga harga Bitcoin akan terus meroket.

 


Selain faktor-faktor yang disebutkan di sini, masih ada banyak hal lain yang telah dan akan menggerakkan harga Bitcoin. Simak ulasan lengkapnya di artikel Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.