Advertisement

iklan

Hindari Rugi Dengan Sinkronisasi Sinyal MQL5

Bagi pengguna sinyal MQL5, sinkronisasi merupakan proses yang wajib diperhatikan agar terhindar dari kerugian akibat salah teknis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam artikel sebelumnya, sudah dijelaskan tentang layanan sinyal trading Forex dari mql5.com. Singkatnya, MQL5 memfasilitasi layanan sinyal, baik untuk trader yang ingin berlangganan (pelanggan) maupun trader yang ingin menyediakan sinyal (penyedia). Hanya dengan satu-dua klik, trader bisa memilih untuk berlangganan sinyal gratis atau berbayar dan memulai trading otomatis mengikuti sinyal penyedia. 

Menjiplak sinyal dari penyedia yang sering memperoleh profit sudah pasti menguntungkan. Tetapi, seperti kita ketahui, trading Forex tidak selalu untung. Ada kalanya, pasar memilih arahnya sendiri. Tidak sejalan dengan perkiraan trader dan penyedia sinyal.

Dalam situasi seperti itu, bukankah pelanggan akan rugi, sebagaimana akan mendapat profit, jika menjiplak sinyal bulat-bulat?

Menyadari kemungkinan risiko kerugian di balik sinyal trading Forex, MQL5 berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi pelanggan dari risiko dengan menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah seleksi terhadap penyedia  sinyal, sementara strategi lainnya adalah sistem sinkronisasi otomatis.

Sinkronisasi Sinyal MQL5

Cara Kerja Sinkronisasi Layanan Sinyal MQL5

Umpama kita sudah menjadi pelanggan sinyal dari salah satu penyedia di MQL5. Setelah berlangganan sinyal, kita tidak serta-merta dapat memulai trading dengan meniru sinyal penyedia.

Pertama-tama, akun trading kita perlu disinkronkan dengan akun penyedia sinyal. Prosesnya berjalan secara otomatis begitu terminal kita terhubung dengan server. Jadi, kita tidak perlu repot mencari menu atau tombol "sinkronisasi" pada terminal kita. Tujuan sinkronisasi adalah untuk menyamakan keadaan awal trading antara pelanggan dan penyedia sinyal dan mencegah kerugian pelanggan apabila kondisi pasar tidak menguntungkan pelanggan.

Akan tetapi, agar sistem dapat melakukan sinkronisasi, dua syarat berikut ini harus terpenuhi:

  • akun trading pelanggan tidak dalam posisi jual/beli aktif dan tidak ada pending order.
  • jumlah total floating profit milik penyedia harus negatif atau nol.

Jika posisi jual-beli atau pending order pelanggan masih aktif dan belum sama dengan posisi penyedia, sistem akan berupaya menyinkronkan akun pelanggan dan akun penyedia dan menampilkan jendela dialog yang memberitahukan bahwa posisi trading pelanggan tidak sinkron dengan posisi penyedia sinyal. Karena itu, pelanggan diminta untuk:

  • Menutup semua posisi jual-beli yang aktif saat ini, membatalkan semua pending order, dan mengizinkan sistem melakukan sinkronisasi saat itu juga.
  • Jika ingin mengambil risiko, centang kotak "I am aware of the risk and I agree to synchronize positions and orders immediately".
  • Selanjutnya, klik tombol "Close positions and synchronize now".

ATAU

  • Bila pelanggan belum mau menutup posisi dan pending order yang sedang aktif, klik tombol "I will check manually".

Di sisi lain, jika jumlah total floating profit milik penyedia dalam keadaan positif, akan muncul jendela dialog pada terminal pelanggan yang menginformasikan keadaan tersebut dan menanyakan apakah pelanggan mau ambil risiko untuk melakukan sinkronisasi. Jika ya, centang "I am aware of the risk and I agree to synchronize trade positions immediately". 

Perlu diketahui bahwa bila floating profit penyedia dalam status positif, berarti kondisi pasar terbaik mungkin hampir mencapai puncaknya, dan karena itu maka bukan saat yang tepat bagi pelanggan untuk mengopi sinyal. Jadi, kalau ingin menunda sinkronisasi hingga posisi floating profit penyedia menjadi negatif, klik tombol "Wait for better market conditions".

Sebelum floating profit-nya menjadi negatif, terminal pelanggan tidak akan disinkronkan dan sinyal trading tidak akan dikopi. Mengapa menunda sampai total floating profitnya negatif?  Jawabannya simpel: agar pelanggan tidak memasuki pasar dengan harga yang lebih buruk daripada harga ketika penyedia memasuki pasar.

 

Contoh Sinkronisasi Layanan MQL5

Untuk memperjelas topik sinkronisasi ini, mari kita simak dua contoh berikut ini:

1. Seorang Penyedia Sinyal buka posisi Beli pada harga 100.0 dengan harapan harga akan bergerak naik menjadi 100.100 sehingga ia memperoleh profit 100 poin. Ternyata, harga pasar saat ini berada 20 poin di bawah posisinya, yaitu 80.0. Namun, penyedia ini yakin bahwa harga akan kembali naik, sehingga target profit 100 poin akan tercapai.

Dalam hal ini, posisi beli pelanggan akan dibuka pada harga 80.0, sehingga kalau harga benar-benar berbalik arah, pelanggan akan memperoleh profit bukan hanya 100 melainkan 120 poin. Andaikan penyedia menutup posisinya pada titik harga turun 20 poin untuk mencegah lebih banyak kerugian, posisi pelanggan pun akan ditutup dengan jumlah kerugian lebih kecil. 

2. Mari kita lihat kasus kedua. Harga bergerak naik 40 poin. Artinya, floating profit penyedia sedang positif.
Dalam hal ini, posisi pelanggan tidak akan dibuka secara otomatis pada titik harga tersebut karena pelanggan justru akan mendapat sedikit profit atau bahkan rugi. Kalau target 100 poin tercapai, pelanggan hanya akan untung 60 poin, sedangkan penyedia untung 100. Tetapi, pelanggan akan rugi 10 poin seandainya penyedia menutup posisinya ketika sudah mendapat profit 30 poin. 

Sayangnya, ada orang yang tidak mempertimbangkan psikologi trader dan tidak memperhatikan hasil-hasil evaluasi yang sering muncul dalam bentuk komentar seperti ini: "Aku dapat profit sedikit saja – eksekusi sinyalnya jelek" atau "Aku rugi, sedangkan penyedia untung – eksekusinya jelek". Argumen rasional dan bukti matematis tidak dapat mengalahkan psikologi. Karena itu, MQL5 berusaha melindungi trader dari error sejak tahap awal.

Lagi pula, apabila koneksi Internet terputus, atau terjadi kesalahan pemasangan order, atau terminal mati, dsb., akun pelanggan akan disinkronkan ulang dengan akun Penyedia Sinyal. Dalam hal ini, semua order pelanggan dan penyedia akan di-cek oleh sistem. Transaksi yang ditutup penyedia, juga ditutup di sisi pelanggan, sementara transaksi baru yang dibuka penyedia, juga akan dibuka di terminal pelanggan pada harga "yang tidak lebih buruk daripada harga penyedia".

Maka, dengan layanan MQL5, kualitas sinyal yang ditiru akan selalu lebih baik. Pelanggan untung lebih jika penyedia untung, dan pelanggan rugi minimal jika penyedia rugi. Di samping itu, pelanggan akan senang karena bisa memasuki pasar dengan harga yang lebih baik.

Di luar isu sinkronisasi ini, ada beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan sinyal MQL5 yang perlu Anda tahu.

Teammeta merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan mengenai platform trading Metatrader dan berbagai fitur terkait.


Zani
Tanya apa saja yg sy harus evaluasi sebelum memilih penyedia sinyal di mql5 dan apakah rario berpengaruh misal jika saya memakai ratio trading 1:500 sedangkan penyedia sinyal memakai ratio tradingĀ  1:100, mohon penjelasan bapak tentang ini makasih?
Seputarforex
mungkin yang Anda maksud Leverage. Kalau untuk Leverage, seharusnya tidak akan ada masalah jika Anda menggunakan Leverage yang lebih besar dari penyedia sinyal trading Anda. Pemilihan ini juga tidak akan mempengerahui perolehan keuntungan maupun kerugiannya.