Advertisement

iklan

Identifikasi Arah Tren Menggunakan Indikator Fisher Transform

Penulis

+ -

Indikator Fisher Transform memang jarang terdengar di forum trading, padahal indikator leading ini berguna untuk mengidentifikasi arah tren harga. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

iklan

iklan

Trading memang menawarkan potensi profit besar yang sayang bila terlewatkan, namun perlu diingat bahwa semakin besar potensi profit yang ditawarkan, semakin besar pula risiko rugi yang dihadapi. Hingga saat ini, belum ada yang bisa menghilangkan risiko kerugian dalam trading.

Meski demikian, bukan berarti Anda tidak bisa mengembangkan uang atau pun aset digital melalui trading. Walaupun trading selalu memiliki risiko kerugian, namun Anda bisa meminimalisirnya agar kerugian yang terjadi tidak melebihi hasil profit secara keseluruhan. Bagaimana caranya?

Salah satu cara agar Anda bisa meminimalisir risiko kerugian adalah dengan memprediksi arah pergerakan harga menggunakan indikator non lagging atau sering disebut juga sebagai indikator leading. Dari sekian banyak indikator leading, ada satu indikator yang cukup akurat namun kurang terkenal, yaitu Fisher Transform.

Baca Juga: Indikator Leading Dan Lagging

Seperti apa itu Fisher Transform? Bagaimana cara menggunakannya? Artikel ini mengulas lebih dalam indikator Fisher Transform, agar Anda bisa mengenal dan mengetahui bagaimana cara memakainya dalam aktivitas trading sehari-hari.

Indikator Fisher Transform

 

Mengenal Indikator Fisher Transform

Fisher Transform (FT) adalah indikator leading buatan John F. Ehlers guna mengubah harga menjadi distribusi normal Gaussian yang digambarkan menggunakan dua garis, yaitu Fisher dan Trigger. Harga yang diubah menjadi distribusi normal, seringnya disebut sebagai "kurva lonceng", di mana ujung ekor distribusi berbentuk tipis. Secara teoritis, ayunan besar atau nilai ekstrim berbentuk kurva lonceng di dalam indikator akan jarang terjadi.

Oleh karena itu, ketika hal ini terjadi dapat dianggap sebagai indikasi bahwa akan ada pembalikan harga. Untuk alasan ini, sebagian trader menggunakan Fisher Transform untuk mengidentifikasi potensi pembalikan harga secara real time. Puncak indikator yang lebih tajam dan jelas akan menunjukkan sinyal-sinyal ini.

Indikator ini menyoroti harga yang bergerak ke titik ekstrem berdasarkan harga terkini, sehingga dapat membantu Anda untuk menemukan titik pembalikan harga suatu aset. Selain itu, indikator ini juga dapat menunjukkan tren lebih jelas dengan cara mengisolasi gelombang harga yang kecil dalam tren.

Melihat dari fungsi dan tujuan indikator Fisher Transform, ada indikator lain yang serupa namun lebih populer bahkan sering digunakan, yaitu Bollinger Bands. Meski kedua indikator ini terlihat sangat berbeda pada grafik, namun keduanya didasarkan pada distribusi harga aset.

Bollinger Band menggunakan distribusi normal dengan standar deviasi untuk menunjukkan harga bisa melampaui batas hingga kapan, sedangkan Fisher Transform menggunakan distribusi normal Gaussian. Selain itu, indikator Fisher Transform muncul sebagai indikator terpisah pada grafik harga, sementara Bollinger Bands dijadikan satu dengan grafik harga.

 

Cara Penggunaan Fisher Transform

Secara sekilas, indikator Fisher Transform mirip dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang menunjukkan nilai ekstrem, berupa area overbought dan oversold. Bedanya, indikator ini tidak memiliki batasan jelas mengenai level ekstrem, sehingga pergerakan ekstrem tersebut dapat terjadi untuk waktu yang cukup lama.

Pada beberapa aset, pembacaan ekstrem tinggi bisa berada di angka 4 atau 5, sedangkan pembacaan ekstrem rendah mungkin pada angka -4. Namun untuk aset lain, pembacaan nilai ini mungkin akan berbeda. Itulah mengapa pembacaan pergerakan harga ekstrem biasanya didasari dari pembacaan historis aset tersebut.

Mengenal Indikator Fisher Transform

Ketika indikator terbaca ekstrem, maka ia menunjukkan kemungkinan pembalikan yang harus dikonfirmasi dengan persilangan antara garis Fisher dan Trigger. Jika garis Fisher (biru) melintasi garis Trigger (oranye) ke atas, ini menunjukkan tren bullish dan sinyal beli. Sebaliknya, bila garis Trigger melintasi garis Fisher ke bawah, ini menunjukkan tren bearish atau sinyal jual.

Seperti banyak indikator, Fisher Transform akan memberikan banyak sinyal namun tidak semuanya pasti menguntungkan untuk diikuti. Oleh karena itu, Fisher Transform juga juga membutuhkan indikator teknikal lainnya sebagai konfirmator tambahan, seperti RSI atau Moving Average Convergence Divergence (MACD).

 

Keterbatasan Indikator Transformasi Fisher

Indikator ini terkadang agak berisik, meskipun tujuannya adalah untuk membuat titik balik lebih mudah diidentifikasi. Pembacaan ekstrim tidak selalu diikuti oleh pembalikan harga; terkadang harga hanya bergerak sideways atau berbalik hanya dalam jumlah kecil.

Apa yang dianggap ekstrem juga sulit untuk dinilai, karena levelnya cenderung bervariasi dari waktu ke waktu. Bisa jadi angka 4 merupakan level ekstrem tinggi yang ada selama bertahun-tahun, tetapi kemudian keadaan berubah hingga akhirnya pembacaan angka 8 mulai sering muncul.

Terkadang, beberapa aset memang tidak terdistribusi secara normal. Oleh karena itu, upaya untuk menormalkan harga aset secara keseluruhan dapat menjadi kekurangan dan menghasilkan sinyal yang tidak dapat diandalkan bila tidak dikombinasikan dengan indikator atau metode analisis lainnya.

 

Kesimpulan

Indikator Perubahan Fisher adalah osilator yang membantu untuk mengidentifikasikan pembalikan tren dan dapat diterapkan pada instrumen finansial manapun. Osilator ini bergerak naik dan turun dari garis nol dan memiliki titik pembalikan yang bersih dan tajam, mempermudah identifikasi dari pembalikan tren. Indikator ini umumnya digunakan sebagai bagian dari strategi trading yang menggunakan pergerakan harga sebagai dasarnya dan tidak menjadi sebuah alat untuk penggunaan secara tunggal.

 

Selain indikator Fisher Transform, Anda juga bisa mengidentifikasi pembalikan arah tren di pasar dengan menggunakan pola candlestick. Pola-pola candle seperti apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya di artikel berikut ini.

298473
Penulis

Lulusan Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menggeluti dunia penulisan sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa tahun 2009. Mulai tertarik dengan dunia forex dan kripto, setelah lulus kuliah hingga sekarang sembari trading.