Indeks Kepercayaan Konsumen (CCI)

138939

Indeks kepercayaan konsumen adalah salah satu indikator fundamental yang berdampak tinggi pada pergerakan mata uang suatu negara.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Indeks kepercayaan konsumen atau Consumer Confidence Index (CCI) adalah indikator ekonomi yang dirancang untuk mengukur optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian suatu negara. CCI dipantau oleh banyak pihak dan bisa berdampak menengah-tinggi terhadap pergerakan mata uang suatu negara, karena tinggi-rendah minat konsumen untuk berbelanja bisa mempengaruhi aktivitas bisnis dan industri di suatu negara, sehingga secara tidak langsung berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi.

Hampir di setiap negara industri maju merilis data indeks kepercayaan konsumen setiap bulan berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan sebelumnya. Di Indonesia, survei ini mulai ditabulasikan sejak tahun 1999 dan masih ditangani oleh bank sentral (Bank Indonesia) hingga kini. Di berbagai negara lain, riset untuk menghasilkan indeks kepercayaan konsumen bisa diurus oleh lembaga independen maupun badan pemerintah terkait.

Artikel ini akan mengupas indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat serta pengaruhnya terhadap mata uang. Sebabnya, data CCI asal Amerika Serikat seringkali berpengaruh lebih besar di pasar forex, dibandingkan indeks kepercayaan konsumen dari negara lainnya.

Indeks Kepercayaan Konsumen

 

Indeks Kepercayaan Konsumen AS

Di Amerika Serikat, indeks kepercayaan konsumen mencerminkan tingkat optimisme pada perekonomian negara yang ditunjukkan dengan tingkat tabungan dan pengeluaran konsumen. Data dirilis tiap bulan oleh sebuah lembaga riset independen bernama The Conference Board (CB). Responden riste ini mencakup 5000 rumah tangga dari seluruh negara bagian.

Indikator ini menunjukkan komponen level konsumsi untuk pertumbuhan ekonomi (GDP), serta menjadi salah satu acuan The Fed untuk menentukan perubahan suku bunga. Oleh karenanya, perubahan angka indeks kepercayaan konsumen bisa mempengaruhi harga-harga saham dan aset lain di pasar finansial.

Rilis angka indeks kepercayaan konsumen di AS dimulai pada tahun 1967 dan saat ini mengacu pada patokan angka 100 yang terjadi pada tahun 1985 sebagai angka rata-rata. Angka indeks ditentukan berdasarkan opini konsumen mengenai kondisi perekonomian saat ini yang mengambil porsi 40% dari angka indeks, dan harapannya di waktu yang akan datang yang mempunyai porsi 60%. Data dibuat berdasarkan usia, penghasilan dan wilayah konsumen.

Selain The Conference Board, ada lembaga independen lain yang merilis indeks serupa, yaitu University of Michigan's Institute for Social Research. Laporan yang dipublikasikannya dinamakan University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment Index yang juga dirilis setiap bulan. Meski dampaknya hampir sama, pasar lebih mengacu pada indeks dari CB, karena lembaga ini lebih tua dibandingkan UoM.

 

Pengaruh Indeks Kepercayaan Konsumen

Secara sederhana, naiknya angka indeks mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, karena pengeluaran konsumen yang lebih banyak menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat. Semakin konsumen percaya pada kondisi perekonomian dan stabilitas pekerjaannya, maka mereka akan makin banyak melakukan pembelian produk-produk. Sebaliknya, menurunnya indeks kepercayaan konsumen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan kemungkinan sedang ada masalah.

Indeks kepercayaan konsumen selalu dimonitor oleh para pelaku bisnis manufaktur, bank, trader forex, hingga pemerintah sebagai salah satu pertimbangan untuk mengambil keputusan. Angka indeks yang berubah 5% lazim diasumsikan sebagai sinyal perubahan signifikan dalam arah perekonomian.

Jika angka indeks terus menurun dalam beberapa bulan, berarti konsumen cenderung untuk lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluarannya untuk menjaga kemungkinan jika kehilangan pekerjaan. Konsekuensinya, pelaku bisnis manufaktur akan mengurangi stok produksi dan menunda ekspansi bisnis sebagai antisipasi kondisi perekonomian yang makin buruk. Menanggapi situasi ini, perbankan akan didorong untuk menurunkan suku bunga oleh pihak bank sentral agar masyarakat berminat untuk berbelanja kembali dan perusahaan-perusahaan meminjam lebih banyak dana untuk ekspansi. Di sisi lain, pemerintah akan berusaha untuk mengurangi pajak untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, angka indeks kepercayaan konsumen yang merosot cenderung akan memperlemah mata uang karena investor dan trader dapat mengantisipasi terjadinya perlambatan ekonomi dan pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, bila tren angka indeks kepercayaan konsumen meningkat dari bulan ke bulan, maka nilai tukar mata uang negara tersebut akan menguat.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.