Advertisement

iklan

Indikator Buy - Sell Magic Berbasis Parabolic Yang Mudah Digunakan

Indikator Buy-Sell Magic cocok dipergunakan pada timeframe M1 hingga H4, dengan akurasi sampai 90 persen. Simak cara memasangnya di sini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada tahun 2011, sebuah indikator buatan Karl Ditmann diluncurkan untuk membantu para trader dalam memprediksi harga. Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan oleh indikator dengan nama Buy-Sell Magic ini adalah penghasilan rata-rata 50 poin setiap hari. Sangat fantastis, bukan!? 

Dalam kajian yang ditulis pada situs web-nya, indikator Buy-Sell Magic memiliki tingkat akurasi hingga 90% untuk mendapatkan profit. Bahkan mereka berani memberikan garansi 100% bila apa yang disampaikan oleh penjualnya terbukti bohong. Tentu saja, garansi tersebut hanya diperuntukkan bagi siapa saja yang membeli produk indikator Buy-Sell Magic.

Sebenarnya, produk indikator Buy-Sell Magic merupakan indikator berbayar dan dibanderol dengan harga USD87. Namun, berkat kebaikan hati dari salah satu kawan pengunjung super yang telah memberikan informasi mengenai produk yang telah dibelinya, akhirnya kami berani memutuskan untuk menganalisa produk tersebut untuk dibagikan secara gratis kepada Anda. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman pengunjung yang telah membantu dalam share indikator.

Indikator Buy Sell Magic

 

Prinsip Kerja Indikator Buy-Sell Magic

Prinsip yang digunakan indikator Buy-Sell Magic merupakan turunan dari indikator Parabolic SAR, sehingga termasuk "lagging indicator" (menunggu harga bergerak dahulu, baru kemudian indikator merespons tren harga yang sudah mulai terbentuk). Tampilannya berbentuk titik-titik yang menyusuri grafik harga, serupa dengan Parabolic SAR.

Bedanya, indikator Buy-Sell Magic juga dilengkapi dengan ciri khas berupa garis zigzag dan panah penunjuk dengan dua sinyal parabolic berbentuk titik biru dan merah. Dengan demikian, pengguna indikator bisa mengikuti sinyal hanya dengan mengamati panah yang muncul ketika terjadi pergantian tren.

Cara open buy dan sell berdasarkan indikator ini sangat sederhana saja, yaitu:

  1. Lakukan buy bila panah hijau muncul.
  2. Lakukan sell bila panah merah muncul.

Buy  - Sell

 

Cara Memasang Indikator Buy-Sell Magic Untuk Metatrader4

  1. Download indikator pada dua tautan berikut ini ke PC/laptop Anda: Buy-sell (6 kb) dan magic (9 kb).
  2. Buka MT4. Di toolbar, klik "File", lalu "Open Data Folder". Cari kedua file indikator yang sudah diunduh tadi, lalu copy file tersebut.
  3. Kembali ke folder terminal Metaquotes, kemudian cari folder "indicators" (mungkin langsung terlihat di luar, mungkin juga berada di dalam folder MQL4), dan paste file tadi di folder "indicators".
  4. Tutup jendela data folder, tutup platform MT4.
  5. Buka kembali platform MT4. Di bagian Navigator, cek menu "indicators", seharusnya indikator Buy-Sell dan Magic sudah ada di situ.
  6. Buka chart pada pair dan timeframe yang diinginkan, lalu click dan drag kedua indikator dari navigator ke atas chart. Perhatikan, Anda sebaiknya memasang kedua indikator sekaligus pada satu chart, jangan hanya memasang salah satu saja.
  7. Titik-titik Parabolic, garis zig-zag, dan panah sinyal akan langsung tampil di atas chart. Anda bisa mengkustomisasi terlebih dahulu setting-nya, ataupun langsung menggunakannya untuk bertrading berdasarkan setting default. 

 

Rekomendasi Setting Indikator Buy-Sell Magic

Indikator Buy-Sell Magic cocok untuk scalping maupun day-trading, karena dapat diterapkan pada timeframe M1 hingga H4. Namun, sebaiknya jangan gunakan pada timeframe yang lebih tinggi lagi, karena akan semakin rentan muncul false signal (sinyal palsu).

Keunggulan lain dari indikator Buy-Sell Magic ini adalah cocok dipergunakan pada saat pasar sideways dan ketika pergerakan pasar relatif cepat (misalnya saat overlap pasar London/New York). Anda bisa langsung open posisi setelah muncul sinyal trading dan alert.

Buy  - Sell

Terlepas dari tingginya janji akurasi indikator Buy-Sell Magic, sebaiknya Anda tetap menerapkan Stop Loss sesuai aturan manajemen risiko yang telah ditentukan secara disiplin. Perlu diingat, indikator ini termasuk lagging, alias terlambat, sehingga cukup rentan false signal seperti indikator Parabolic SAR yang mendasarinya. Untuk menghindari kerugian akibat false signal, ada baiknya pula jika Anda menimba pengalaman menggunakan indikator Parabolic SAR terlebih dahulu. Bila sudah terbiasa, maka false signal dapat dihindari dengan lebih mudah.

 

Tertarik mencoba indikator lain yang dapat menghasilkan sinyal untuk scalping? Simak juga artikel "Indikator untuk Scalping dengan Sistem Trading 15 Pips".

96277

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.

Bewolf
ini apa bedanya sama parabolic sar yah? koq kayaqnya seh sama - sama ajah.. yang membedakannya apa? tpi ane memang suka pake parabolic sar, selain bisa menentukan trend , tingkat stop loss juga terlihat oleh parabolic sar
Randita
Di Parabolic SAR tidak ada sinyal panahnya. Kalau menurut indikator ini, sinyal panah itu yang dijadikan indikasi buy dan sell. Kalau Parabolic SAR kan masih harus ngurutin titik paling awal pas ganti posisi untuk baca perubahan trend.
Werewolf
pak. filenya kurang satu, magic= buy sell, tolong di perbaharui pak.Thx
Seputarforex
Mohon maaf, kami tidak bisa memenuhi permintaan Anda untuk mengupdate indikator ini, karena penulis aslinya telah non-aktif dan tak bisa dihubungi lagi.

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone