Advertisement

iklan

Indikator Daily Pivot, Optimal Untuk Intraday Trading

Lebih dari sekedar Pivot Point, indikator ini memiliki level khusus yang bisa difungsikan sebagai Support Resistance dinamis dan penanda reversal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mengenali Support Resistance adalah salah satu dasar analisa terpenting dalam trading. Bahkan mereka yang berpatokan pada analisa fundamental saja masih memperhatikan Support Resistance untuk menemukan peluang entry terbaik. Dari beberapa metode analisa yang ada, Pivot Point menjadi salah satu alat bantu Support Resistance yang populer dimanfaatkan trader. Level-levelnya yang bisa membagi Support Resistance menjadi beberapa titik S dan R berikut Pivot di bagian tengah, membuat pergerakan harga jadi lebih mudah dipetakan.

Meskipun mayoritas trader telah mengenal apa itu Pivot Point, tidak banyak yang mengetahui jika metode analisa tersebut bisa divariasikan dalam berbagai bentuk dan tampilan, salah satunya adalah indikator Daily Pivot. Apa saja keistimewaan indikator ini dibanding Pivot Point biasa?

 

Karakteristik Indikator Daily Pivot

Platform: MetaTrader 4
Pair trading: Bisa di semua pair
Waktu trading: Tidak ada batasan
Time frame: M15 hingga H1

 

Deskripsi Indikator

Indikator Daily Pivot sekilas tak jauh berbeda dari Pivot Point standar. Meskipun begitu, ada beberapa fitur ekstra yang membuatnya spesial, diantaranya:

  1. Level S dan R memiliki lebih banyak divisi, sehingga pembacaannya lebih detail dan akurat dari Pivot Point biasa.
  2. Terdapat garis khusus yang bergerak mengikuti pergerakan harga dan menjadi pembatas reversal.

Indikator Daily Pivot

Secara keseluruhan, ada 13 garis Support Resistance yang muncul dalam tampilan indikator Daily Pivot, dan 1 garis khusus berwarna biru yang mengikuti pergerakan harga. Uraiannya adalah sebagai berikut:

  • Garis putus-putus berwarna orange adalah titik-titik S yang terbagi menjadi S0.5, S1.0, S1.5, S2.0, S2.5, dan S3.0. Semakin ke bawah levelnya, semakin besar bilangan S-nya.
  • Garis tegas berwarna orang adalah Pivot Line yang berfungsi sebagai Pivot Point itu sendiri.
  • Garis putus-putus berwarna hijau toska adalah titik-titik R yang terbagi menjadi R0.5, R1.0, R1.5, R2.0, R2.5, dan R3.0. Semakin ke atas levelnya, semakin besar bilangan R-nya.
  • Garis tegas berwarna biru adalah garis trend yang bisa dianggap sebagai Support atau Resistance dinamis jangka panjang.

 

Cara Memasang Indikator Daily Pivot

  1. Download Daily Pivot di sini.
  2. Buka platform MT4.
  3. Di bagian toolbar atas, pilih menu "File", klik "Open Data Folder", lalu Anda akan sampai di terminal MetaQuotes.
  4. Cari lokasi folder tempat Anda menyimpan data unduhan indikator Daily Pivot, lalu copy file.
  5. Kembali ke terminal MetaQuotes; masuk ke "MQL4", klik "Indicators", lalu paste file indikator.
  6. Tutup terminal MetaQuotes dan platform MT4.
  7. Buka kembali MT4.
  8. Pada window "Navigator", klik bagian "Indicators" dan cari yang bernama "sf115376-dailypivot"
  9. Install indikator Daily Pivot dengan drag dan drop file-nya di chart. Jangan lupa untuk mencentang tanda "Allow DLL Imports" sebelum klik OK.
  10. Setelah indikator Daily Pivot terpasang, Anda bisa menggunakan sinyalnya untuk melengkapi analisa trading.

 

Trading Dengan Indikator Daily Pivot

Saat trading dengan indikator Daily Pivot, yang perlu Anda perhatikan pertama kali adalah posisi harga terhadap garis biru. Apabila harga bergerak di atasnya, maka pasar sedang bullish dan Anda bisa merencanakan posisi buy. Namun apabila harga bergerak di bawah garis biru, maka pasar sedang bearish dan Anda sebaiknya mengambil ancang-ancang sell.

Waspadai apabila harga melintasi garis biru, karena crossing seperti itu menandakan reversal atau pembalikan harga. Untuk Pivot Line dan titik-titik S/R yang terpasang, bisa digunakan dengan strategi yang sama seperti ketika Anda menggunakan Pivot Point standar.

Trading dengan Daily Pivot

Perhatikan bahwa indikator Daily Pivot hanya efektif digunakan di time frame kecil hingga menengah. Karenanya, indikator ini paling optimal untuk diaplikasikan oleh Scalper atau Intraday Trader yang mencari Support Resistance terdekat dari pergerakan harga saat ini. Dengan demikian, risiko penggunaan Daily Pivot ini kurang lebih sama dengan risiko trading jangka pendek, yakni menuntut kecepatan Anda dalam merespon sinyal, hanya menargetkan sedikit pips, dan perlu ekstra hati-hati dalam menghadapi noise karena bertrading di time frame rendah.

Selain itu, perubahan volatilias karena dampak berita juga perlu diwaspadai. Sebaiknya hindari waktu ramai rilis berita berdampak tinggi, kecuali Anda memang mencari peluang breakout dan sudah berpengalaman menghadapi volatilitas ekstrem dengan manajemen risiko ketat dan mental yang terasah.

 

Selain Daily Pivot, model indikator lain yang didasarkan pada Pivot Point dan cocok untuk Day Trading adalah Auto Pivot. Seperti apakah deskripsinya dan dimana Anda bisa mendapatkannya? Temukan dalam artikel "Indikator Auto Pivot: Tool Ampuh Untuk Day Trader".

115376

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.