Advertisement

iklan

Indikator Parabolic SAR

85492

Indikator ini berbentuk poin atau titik, serupa dengan indikator Moving Averages (MA), tetapi bisa jadi sinyal buy atau sell.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sejarah
Siapa yang tidak mengenal indikator satu ini. Indikator Parabolic SAR adalah indikator yang dibuat oleh seorang trader profesional, sekaligus pembuat indikator-indikator lain sepanjang sejarah.
Siapa lagi kalau bukan "J. Welles Wilder, Jr". Wilder lahir di desa Norris, NT, sebuah desa kecil di kota White, Amerika Serikat, pada tahun 1935. Saat terjadi depresi besar beliau dan keluarga berpindah-pindah negara hingga 3 tahun lamanya, sebelum akhirnya menetap di Greenshboro, Amerika Serikat. Dan pada tahun 1986, Wilder memiliki rumah baru di Selandia Baru. Beliau bekerja sebagai insinyur mekanik, jurnalis, teknisi pasar, penemu indikator, dan sistem dasar perdagangan.

Awal pembuatan Parabolic SAR dimulai dari tahun 1972. Wilder mulai mengalihkan karirnya ke pasar komoditas. Saat itu beliau fokus pada pengembangan formula matematika yang bisa digunakan untuk sistem perdagangan leverage. Semenjak itu, beliau mulai membuat sebuah karya buku dalam judul "New Concepts in Technical Trading System" menjabarkan formula tersebut. Dari formula itu, diketahui indikator yang kemudian disebut Parabolic mampu mengetahui trend dan jenuh pasar. Dari situlah perkembangan Parabolic SAR dimulai. Karya buku Wilder resmi dipubliskasikan pada tahun 1987.

Indikator Parabolic

Prinsip Kerja
Indikator
Dari konsep yang terdapat pada buku Wilder, diulas mengenai prinsip kerja Indikator Parabolic SAR, di antaranya sebagai berikut:
1.  Ketika titik parabolic SAR sudah berganti di atas, maka harga berpotensi SELL
2. Ketika titik parabolic SAR sudah berganti di bawah, maka harga berpotensi BUY

Indikator Parabolic

Parabolic SAR terbuat dari formula matematika. Inilah formulanya:

SAR n+1 = SARn + a (EP - SARn)

Keterangan :
SARn+1 = nilai SAR hari esuk
SARn = nilai SAR hari ini
EP = Extreme Point ; merupakan rekaman yang disimpan selama setiap trend yang menunjukkan nilai harga tertinggi atau terendah
a = faktor akselerasi (step); faktor ini akan meningkat 0,02 setiap  waktu saat nilai EP diperbaharui.


Karakteristik
Parabolic SAR termasuk indikator "Lagging indikator", karena sifatnya yang menunggu harga bergerak dahulu, baru indikator merespon pergerakan harga. Indikator ini berbentuk poin atau titik, serupa dengan indikator Moving Averages (MA). Namun indikator ini memiliki ciri khas berupa titik-titik yang bisa berpindah-pindah.

Lakukan Buy jika titik parabolic sudah berada di bawah harga.
Lakukan Sell bila titik parabolic sudah berada di atas harga.


Rekomendasi Setting
Rekomendasi setting Parabolic SAR adalah sebagai berikut:
Input Step : 0,03
Input Maxsimum : 2.0

Indikator Parabolic

Kelebihan dari indikator Parabolic SAR adalah sebagai berikut:
1. Berupa titik, lebih mudah memahami pasar
2. Mampu mengetahui trend selanjutnya
3. Mengetahui jenuh pasar
4. Bisa digunakan saat market sedang sideway
5. Dapat digunakan di pair apa saja, dan Time Frame (TF) berapapun


Kekurangan dari indikator Parabolic SAR adalah sebagai berikut:
1. Indikator telat pada harga
2. Memberikan sinyal false

Download
indikator Parabolic SAR sudah tersedia di metatrader, namun bila Anda ingin mengunduh dan mengoleksinya, Anda bisa download melalui situs di bawah ini:
Parabolic SAR (6 kb)

Kesimpulan
Indikator Parabolic SAR dapat digunakan dalam mengetahui trend yang akan berlangsung.
Namun, perlu diingat, indikator ini termasuk jenis indikator dengan karakteristik langging (telat), maka penggunaan Parabolic SAR membutuhkan filter dengan ditambahkan indikator lain, misalnya MA atau Stochastic. Untuk menghindari dari kesalahan false signal, Anda perlu pengalaman menggunakan indikator Parabolic SAR ini, bila sudah terbiasa, sinyal false dapat Anda hindari.


Saran dan kritik yang membangun tetap kami harapkan untuk dapat menyajikan informasi Indikator lebih baik dimasa yang akan datang. Sampaikan pendapat Anda pada kotak post di bawah ini.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Sukardi Md
maap, itu yng rumusnya SARn+1 = nilai SAR hari esuk harusnya parabolic sar bisa leading krn ada peritungan untuk besoknya, padahal ni katanya laging. di artikel lain itung parabolic sar seperti ini SAR(i) = SAR(i-1)+AF x (E-price(i-1)-SAR(i-1)), dimana: SAR(i-1) adalah nilai titik pSAR pada bar sebelumnya. AF adalah faktor akselerasi (Acceleration Factor). Nilai default diset pada step = 0.02 dan maximum = 0.2. E-price(i-1) adalah harga tertinggi atau terendah pada periode sebelumnya. jadi yng mana yng betul?
Saripmuntari
ngapain musingin perhitunganx gan, yang pentingkan pembacaanx, kalo dari yang dijelaskan ini jelas indi laging, praktekx pun uda membuktikan, jadi diperlakukan sbg indi laging aja, bereskan
Bambang Priyono
Kalau mencermati karakter Parabolic SAR sebagai indikator lagging, sepertinya penghitungan kedua lebih bisa dipercaya. Tapi demikian ini memang bukan hal terpenting untuk menganalisa harga dari suatu indikator. Mengetahui fungsi dan sifatnya saja sudah cukup untuk mengembangkan cara trading dari sebuah indikator.
Alim Junadi
PsaR salah satu indiktr tren, tp kok bs mendeteksi momentum yaw? Ini kn biasanya fungsi oscillator, apa bener2 bisa menunjukan momentum?
Bambang Priyono
Parabolic SAR adalah kepanjangan dari Parabolic Stop and Reverse, yang bisa memberikan sinyal open posisi dari pembalikan harga, saat titik Parabolic SAR berpindah dari atas atau bawah harga ke posisi yang sebaliknya. Reversal bisa dikatakan sebagai arah tren yang berubah karena momentum telah tercapai. Selain untuk open posisi, titik Parabolic SAR yang berpindah posisi bisa dijadikan sebagai sinyal close sebelum harga melanjutkan pembalikan ke arah yang berlawanan dari posisi order. Namun demikian, perlu diperhatikan juga pengaturan periode Parabolic SAR, karena jika terlalu lagging bisa menyebabkan keterlambatan, sedangkan jika terlalu diperkecil bisa menampilkan banyak false signal.