Indikator Pasar Dalam Perekonomian

66411

Istilah pasar dalam ilmu ekonomi, tidak hanya merujuk pada tempat, melainkan interaksi permintaan dan penawaran yang bisa terjadi dimanapun.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Untuk dapat mempelajari interaksi sektor rumah tangga dengan perusahaan, sektor rumah tangga dengan pemerintah serta dengan para pelaku ekonomi lainnya, dimana telah dijelaskan dengan menggunakan diagram alir melingkar (circular flow diagram). Namun kita juga dapat menggunakan metode yang lain untuk menjelaskan interaksi diantara mereka, yakni dengan menggunakan metode pasar.

Pasar Dalam Perekonomian

Secara sederhana pasar dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli. Istilah pasar dalam ilmu ekonomi, tidak hanya merujuk pada tempat, misalnya pasar Induk, pasar Tradisional, dll. Istilah pasar secara lebih luas dapat digambarkan sebagai interaksi antara permintaan dan penawaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi. Pasar ekonomi dikelompokkan menjadi 3 kategori, dimana kategori tersebut ialah sebagai berikut.

1. Pasar Barang Dan Jasa
Perusahaan ialah pihak yang menyediakan berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para konsumen. Sedangkan sektor rumah tangga, pemerintah dan luar negeri sebagai konsumennya. Kita ambil contoh, sebuah perusahaan tekstil dan produk tekstil dapat menghasilkan berbagai macam corak kain, pakaian, kaos, jaket, permadani, sepatu, dll. Sedangkan para pembelinya ialah masyarakat sebagai sektor rumah tangga, pemerintah dan sebagian lagi warga asing (sektor luar negeri), yang mengimpor barang-barang tersebut. Sedangkan pada pasar barang dan jasa, juga terjadi suatu transaksi jual-beli antara perusahaan. Misalnya saja sebuah perusahaan tekstil, membeli benang dan kancing dari perusahaan lain. Sedangkan perusahaan si A memasok resluiting ke berbagai perusahaan pakaian jadi. Saat ini Indonesia menjadi pengekspor tekstil dan pakaian jadi, makanan, minuman tetapi juga menjadi pengimpor kendaraan, pesawat terbang, alat fotografi serta kedokteran.

2. Tenaga Kerja (Buruh)
Sektor rumah tangga adalah pihak yang menjadi penyedia tenaga kerja. Yang meminta tenaga kerja ialah perusahaan, pemerintah dan luar negeri. Dewasa ini pasar tenaga kerja telah menjadi pasar ekonomi internasional. Sebagai contoh Singapura, Malaysia, Arab Saudi dan beberapa negara di Eropa banyak yang melakukan permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia. Sedangkan Indonesia meminta tenaga kerja ahli dari Jepang, Amerika, Inggris, dan Jerman untuk menjadi konsultan. Tenaga kerja tidak hanya berupa kemampuan fisik, tetapi juga keterampilan, keahlian dan mental. Untuk itu tenaga kerja dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut.

  • Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian tinggi serta pendidikan yang tinggi sehingga mampu menguasai keahlian pada bidang-bidang tertentu. Contoh ekonomi, akuntan, dokter, dosen, insinyur, dll.
  • Tenaga kerja terampil ialah tenaga kerja yang mempunyai sebuah keterampilan ataupun keahlian yang diperoleh melalui pendidikan ataupun pengalaman kerja. Contoh baby sitter, montir, tukang kayu dll.
  • Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang hanya mengandalkan kemampuan fisik, dimana mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan atau berpendidikan rendah sehingga tidak mempunyai keahlian dalam suatu bidang pekerjaan. Contoh kuli bangunan atau pelabuhan.

Yang perlu diperhatikan ialah surat penawaran tenaga kerja total terhadap perekonomian, sangat tergantung kepada keputusan yang diambil oleh sektor rumah tangga. Keputusan tersebut dapat mencakup kapan masuk angkatan kerja, jam berapa mereka harus bekerja dsb.

3. Pasar Uang (pasar modal)
Pada sektor rumah tangga yang sudah mapan, mengalokasikan pendapatannya tidak hanya untuk konsumsi, melainkan juga untuk ditabung serta spekulasi dipasar uang (financial market). Pada pasar ekonomi (pasar uang), rumah tangga dapat membeli saham maupun obligasi dari perusahaan maupun pemerintah. Artinya, sektor rumah tangga menawarkan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan, yakni perusahaan dan pemerintah, dengan harapan akan memperoleh pendapatan berupa deviden atau bunga. Bila perusahaan menyatakan dirinya telah go publik, berarti dapat melakukan permintaan dana baik kesektor rumah tangga, pemerintah maupun sektor luar negeri. Saham merupakan instrumen keuangan yang menyatakan pemiliknya untuk mendapatkan hak atas bagian laba perusahaan. Bagian laba yang dibayarkan perusahaan setiap periode kepada pemiliknya disebut dengan deviden. Naik turunnya nilai saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Sedangkan bonds atau obligasi merupakan surat perjanjian sanggup bayar (surat hutang), yang dikeluarkan oleh perusahaan/pemerintah pada saat meminjam uang.


Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Temon
bagaimana kaitannya antara pasar uang yg kita terlibat didalamnya ini dengan pasar tenaga kerja & pasar barang & jasa?
Abdul Aziz Alamsyah
Kalau yang agan maksudkan trading forex sebagai spekulasi dipasar uang, pasar tenaga kerja sama pasar barang/jasa berperan sebagai indikator fundamental untuk keperluan analisa. Krna meskipun hanya berspekulasi kan juga perlu analisa biar ordernya tidak sembarangan, nah kita juga mengambil untung dari bener tidaknya kita analisa itu.

Jadi dalam situasi ini jelas jika pasar tenaga kerja dan pasar barang/jasa punya andil besar dalam mengukur perekonomian suatu negara, yang nantinya juga berpengaruh ke naik turunnya nilai uang, maka kedua pasar itu akan selalu diperhatikan perkembangannya untuk mendapat analisa tentang nilai mata uang berikutnya dengan tepat secara fundamental.
Khoirul.jack
@abdul: wew klo gitu mirip donk ma binary options. bukanx klo diforex karna ada order buy,sell kita sbnerx juga ikutan buy,sell uang yg dtradingin y? cuman karna scr online makax kita ndak pegang duitx langsung.

tp br klo di wd kita bs ambil hasilx. yg jls kn kalo untung psti balancex nambah sebalikx klo loss psti balancex brkurang. bedax klo binary kan cmn murni spekulasi ja, ndak ada yg diperjualbeliin disitu. profit,loss murni dr ketepatan analisa tradingx... itupun yg pake, yg ndak pake ya hmpir2 mngarah ke judi kan.
Abdul Aziz Alamsyah
Kalau kata ane sama saja lah, meskipun sekilas beda. Krna di forex pun kita memutuskan untuk buy atau sell juga dari perkiraan harga itu bakal naik atau turun kan? Jadi ujung-ujungnya ya tetap dilakukan dengan spekulasi, meskipun bisa diatur dengan lebih terarah menggunakan analisa teknikal atau fundamental.

Memang ane akui, di forex banyak pilihan ordernya, selain buy atau sell secara langsung juga ada pending order, stop order juga, jadi lebih banyak memberi ruang supaya trading bisa dilakukan dengan berbagai cara yang dirasa mempermudah dan menguntungkan. Tapi ya itu juga kembali ke kemampuan dan psikologi trading, serta kejujuran brokernya.

Faktanya jarang ada trader yang benar-benar sukses dengan trading di pasar finansial khususnya forex apalagi binary options. Meskipun sudah dibilang bukan seperti judi karena ada analisa, manajemen resiko, dsb.

api jika dari tradernya sendiri sudah memperlakukan tradingnya seperti judi ya sampai kapanpun trading seperti ini akan erat kaitannya dengan spekulasi semata. Meskipun yang diperjualbelikan adalah benar-benar instrumennya atau hanya spekulasinya saja.
Deniputra
barangkali karena emang belom meluas, trus testimoni juga kebanyakan dari trader yang banyak loss n kurang nerima, jadinya sekilas mungkin trading kayak gini dianggap terlalu berisiko. padahal emang nggak ada sukses tanpa perjuangan.

kita mau buka usaha pun pasti butuh modal, dan nggak ada yg jamin sepenuh nya kapan modal kita bisa balik atau bahkan bisa menghasilkan untung. semua kan tergantung usaha n kerja keras.

sama aja kayak trading di forex. cuma disini kendalanya memang lebih ke psikologis, karena emang susah untuk nggak terpancing sama peluang profit yang besar, dimana proses dapetinnya nggak butuh waktu lama, dan bisa dilakuin dimana aja n kapan aja.

dari situ emang nggak heran kalo banyak trader yg cenderung labil dalam menanggapi peluang trading yg muncul. padahal kalo pengen sukses trader itu kalo bisa dituntut jadi manusia tanpa emosi... xD
Khoirul
Lalu apakah ini ada hubungannya dengan analisa fundamental? Kemudian, apakah ada dampaknya terhadap pair atau mata uang tertentu dalam forex?