Indikator Trading Bitcoin Yang Direkomendasikan Tokoh Kripto

285191

Selain Moving Average dan MACD, ternyata ada dua jenis indikator teknikal lain yang direkomendasikan untuk memaksimalkan trading Bitcoin Anda. Apakah itu?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Ada begitu banyak indikator teknikal yang bisa Anda manfaatkan untuk menganalisa pergerakan harga, mulai dari indikator tren seperti MA, jenis Oscillator seperti RSI dan Stochastic, pengukur volatilitas seperti Bollinger Bands serta Average True Ranger, dan masih banyak lagi. Dari semua pilihan itu, Anda mungkin bingung menentukan mana indikator trading Bitcoin yang paling bisa diandalkan.

Karena itu, tak ada salahnya untuk melihat rekomendasi indikator dari para tokoh kripto. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Bitcoin Market Journal, berikut adalah 5 indikator trading Bitcoin yang direkomendasikan untuk melengkapi analisa teknikal Anda.

 

Indikator Trading Bitcoin

 

1. Simple Moving Average (SMA)

Joe Lee, salah satu pendiri bursa kripto Magnr, menekankan pentingnya indikator SMA untuk trading Bitcoin.

"Indikator teknikal favorit saya adalah Moving Average. Indikator tersebut mampu mengeliminasi volatilitas jangka pendek, sehingga Anda tidak akan 'berhadapan langsung' dengan spekulasi murni."

Dengan memanfaatkan hasil rerata Moving Average, Anda dapat mengidentifikasi tren untuk membaca pergerakan market Bitcoin. Misalnya, Anda bisa menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 5 dan periode 10. Jika terjadi persilangan antara garis-garis MA tersebut, Anda bisa bersiap untuk membuka posisi sesuai prinsip trading dengan perpaduan Moving Average.

 

Trading Bitcoin dengan Indikator SMA

(Baca juga: Trading BTC/USD Dengan Moving Average)

 

2. SMA Periode Besar

Salah satu cara terbaik untuk menunggu dan melihat apakah ada crossover jangka panjang adalah menggunakan Moving Average berperiode besar. Dalam trading forex, SMA 200 menjadi standar MA periode besar yang bisa dimanfaatkan juga sebagai Support Resistance dinamis. Namun di pasar Bitcoin yang masih begitu volatil, penggunaan SMA 10 dan SMA 20 sudah menunjukkan perubahan signifikan jika dibandingkan dengan SMA 5 dan SMA 10. Anda cukup menerapkan keduanya di time frame yang lebih besar dari chart sebelumnya.

 

Trading Bitcoin dengan Indikator SMA Besar

 

Charles Hayter, pendiri dan CEO platform mata uang digital CryptoCompare, mencermati jika Moving Average berperiode besar bisa memberikan konfirmasi yang lebih menjanjikan bagi trader untuk Open posisi.

 

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator teknikal yang sedikit lebih kompleks dibandingkan SMA adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD). Hayter menjelaskan bahwa MACD adalah Oscillator momentum yang menggabungkan beberapa Moving Average untuk mengidentifikasi perubahan tren bullish harga.

Indikator ini mengandalkan perhitungan Exponential Moving Average (EMA), yang mirip dengan SMA, tetapi memberikan bobot yang lebih besar ke data harga terbaru. Hal ini mengurangi sisi lagging SMA yang bisa membuat langkah Open posisi jadi terlambat. MACD sendiri bisa menampilkan Crossing sinyal-sinyal yang tampil di bawah chart. Indikator ini juga memiliki aspek Histogram yang bisa digunakan untuk mengukur kekuatan tren.

 

Trading Bitcoin dengan Indikator MACD

 

Fungsi tersebut memungkinkan MACD untuk menampilkan sinyal Overbought dan Oversold. Menurut Joe Lee, harga aset apapun di pasar finansial, baik itu mata uan fiat maupun kripto, akan selalu melalui siklus Overboought dan Oversold.

 

4. Relative Strength Index (RSI)

Jika Anda ingin menggunakan indikator teknis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apakah Bitcoin sedang Overbought atau Oversold, maka Anda bisa mendapatkan pembacaan yang lebih jelas melalui penggunaan indikator RSI. Biasanya, batas Overbought menurut indikator ini ditentukan di batas 70, sementara Oversold di area 30.

 

Trading Bitcoin dengan Indikator RSI

(Baca juga: Cara Menggunakan Indikator RSI)

 

5. Awan Ichimoku

Ichimoku adalah indikator yang bisa mendefinisikan area Support dan Resistance melalui tampilan "awan-awannya". Awan Ichimoku terbentuk sebagai suatu area yang bisa membentang di depan pergerakan harga saat ini. Ketika harga sedang dalam tren bullish, maka awan Ichimoku akan berada di bawah candlestick dan berfungsi sebagai Support. Namun ketika harga turun, maka awan Ichimoku akan berawark di atas candlestick dan berfungsi sebagai Resistance. Selain itu, harga juga bisa bergerak di dalam awan Ichimoku ketika trennya sedang sideways.

 

Trading Bitcoin dengan Indikator Ichimoku

(Baca juga: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo)

 

Dalam chart di atas, area hijau menunjukkan awan Ichimoku sebagai Support ketika tren sedang bullish. Namun ketika harga turun tajam, awan Ichimoku bergerak di atas candlestick dan menjadi area Resistance.

 

Hati-Hati, Indikator Selalu Bersifat Lagging

Indikator teknis tertentu, misalnya MACD dan RSI, adalah indikator yang lagging. Artinya, sinyal indikator akan selalu terlambat, tidak bisa memberikan sinyal sebelum atau ketika harga sedang terbentuk.

Akibatnya, beberapa trader percaya bahwa Price Action adalah indikator terbaik. Petar Zivkovski, COO dari platform perdagangan mata uang digital, Whaleclub, mendukung pendapat tersebut:

"Setelah bertahun-tahun trading manual, saya telah menemukan bahwa indikator terbaik adalah harga itu sendiri."

Zivkovski menekankan bahwa indikator yang lagging tidak selalu memberikan nilai yang sama. "Indikator teknikal seperti MACD dan RSI adalah cerminan harga (yang telah terjadi), sehingga mereka akan selalu lagging. Jadi, setiap informasi yang Anda dapatkan akan lebih lambat dari apa yang bisa Anda dapatkan dari harga itu sendiri."

 

Pentingnya Mengetahui Sentimen Pasar

Petar Zivkovski menegaskan bahwa analisa teknikal bisa efektif karena banyak trader menggunakannya. Ia mengungkapkan:

"Analisa teknikal adalah 'alat' psikologis yang bisa bekerja secara efektif karena banyak trader menggunakannya. Semakin sederhana indikator yang Anda gunakan, semakin banyak pemain di pasar yang menggunakannya juga. Karena itu, semakin besar pula peluang keberhasilan penggunaanya."

Namun demikian, untuk menggunakan analisa teknikal secara efektif, Anda harus memahami psikologi trader yang berdampak pada sentimen pasar. Hal ini karena pasar Bitcoin sendiri masih mudah dikendalikan oleh isu-isu yang biasanya berkaitan dengan prospek adopsi dan penggunaan mata uang kripto. Karena itu, Anda tidak bisa trading Bitcoin hanya dengan indikator teknikal. Rajin mengikuti perkembangan berita kripto merupakan hal yang wajib dilakukan, untuk mengantisipasi gejolak pergerakan harga yang bisa muncul karena perubahan sentimen secara tiba-tiba.

 

Perubahan sentimen pasar memang bisa menggerakkan harga Bitcoin di luar dugaan. Namun tahukah Anda tentang seluk0beluk sentimen itu sendiri? Untuk memahaminya lebih lanjut, silahkan klik artikel Apa Maksud Dari Sentimen Pasar.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.