Industri Forex Agak Slow Tahun Ini

176970

Pasar forex cenderung ranging memasuki kwartal kedua tahun ini. Laporan yang dirilis oleh Forex Magnates menunjukkan trader yang aktif mulai berkurang sejak awal kwartal pertama tahun 2014 ini. Para pakar industri telah mencatat volatilitas pasar forex yang terus turun dalam beberapa tahun terakhir hingga ke level terendahnya. Inilah yang membuat volume perdagangan merosot. Meski diperkirakan tidak ada pergerakan trend yang hebat tahun ini, namun masih ada kemungkinan terjadi kejutan disana-sini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Tampaknya suasana liburan musim panas sudah mulai terasa sejak awal tahun ini. Volatilitas dan volume perdagangan di pasar forex tampak mulai berkurang dalam beberapa minggu terakhir. Para pakar trading Wall Street mungkin telah mulai memikirkan rumah peristirahatannya di tepi pantai dan meluangkan waktu tradingnya seakan menikmati suasana liburan.

Jika Anda seorang trader forex yang sedang aktif mengelola account, Anda akan melihat pasar yang cenderung ranging memasuki kwartal kedua tahun ini. Laporan yang dirilis oleh Forex Magnates (forexmagnates.com) menunjukkan trader yang aktif mulai berkurang sejak awal kwartal pertama tahun 2014 ini. Berikut grafik yang menunjukkan perubahan jumlah account forex yang aktif di AS sejak kwartal pertama 2012 hingga kwartal pertama 2014 (untuk non-discretionary account):

                                        Industri Forex Agak Slow Tahun

CME (Chicago Mercantile Exchange) Group melaporkan bahwa rata-rata volume perdagangan forex harian untuk bulan April 2014 merosot 34% ke angka USD 68 milyard dibandingkan bulan Maret yang USD 104 milyard. ICE (Intercontinental Exchange), futures exchange yang lain bahkan melaporkan rata-rata volume perdagangan harian yang merosot 45%. Sementara itu di Asia Tokyo Financial Exchange mencatat penurunan rata-rata volume perdagangan forex harian yang turun 14.6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Para pakar industri telah mencatat volatilitas pasar forex yang terus turun dalam beberapa tahun terakhir hingga ke level terendahnya. Inilah yang membuat volume perdagangan merosot. Akan tidak menarik bagi pelaku pasar jika harus trading pada pergerakan pasar yang relatif slow. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya ketika masih sedikit perubahan kebijakan moneter seperti Bank of Japan (BoJ) yang memutuskan untuk memperbesar stimulusnya, maka tahun ini hampir semua bank sentral negara-negara mata uang utama kecuali Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah melakukan kebijakan stimulus, dan sebagian merencanakan jumlah yang lebih besar kecuali The Fed yang mulai melakukan tapering.

Dengan fenomena slogan “Jual di bulan Mei ini dan tinggalkan” (Sell in May and Go Away) di pasar finansial, maka kemungkinan volatilitas akan kembali turun pada bulan-bulan mendatang. Ditambah lagi dengan beberapa bank sentral yang masih wait and see untuk bertindak kita akan sering melihat kondisi pasar yang ranging. Ketegangan geo-politik terutama konflik Russia-Ukraina yang belum kunjung usai akan menambah ketidak-pastian pasar.

Meski diperkirakan pergerakan trend yang hebat mungkin tidak terjadi pada sisa kwartal tahun ini, namun masih ada kemungkinan (meski kecil) akan terjadi kejutan disana-sini. Salah satunya adalah stimulus lanjutan dari European Central Bank (ECB) sebagai upaya bank sentral negara-negara kawasan Euro ini untuk memerangi deflasi. Tindakan nyata Mario Draghi dan kawan-kawan akan mempengaruhi mata uang Euro hingga bergerak pada arah yang jelas. Juga babak quantitative easing lanjutan BoJ yang mungkin dilakukan jika kenaikan pajak yang telah diberlakukan akan menyebabkan kontraksi pada angka pertumbuhan negara tersebut.

Dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut, ada baiknya Anda mempersiapkan strategi trading untuk kondisi pasar yang ranging atau sideways, dan bersiap-siap jika kejutan tersebut benar-benar terjadi.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Satriyo
Waktu musim panas emang selalu sepi trading
Dd_anwar
bener bos, volume trading d kwartal ini emang cenderung ranging. tp lonjakan hrg sempet muncul krn deflasi euro tmbh parah, ditmbh kondisi negara2 disana jg lg g stabil ekonominya.
Dedi Mulyana
strategi trading buat kondisi pasar yng sideways gimana yach? ane tahunya kalo g ranging gt mending g open position sekalian biar aman.
Hari Santoso
@dedi: Strategi trading untuk kondisi pasar sideways tentu ada dan suaah banyak dibahas di situs-sits lain. Coba anda cari informasi lebih banyak lagi tentang strategi trading forex, atau ikut diskusi di forum2 forex. Kalau strategi anda tidak melakukan apapun saat pasar sedang ranging ya tunggu data fundamental yang tepat dulu. Pasar tidak akan selamanya sideways kok, selalu terjadi hal2 yang tdk terduga, seperti referendum skotlandia kemarin yang berdampak pada nilai gbp
Dedi Mulyana
sepertix agak rumit kalo memahami sistem trading saat pasar sideways, tp kan emang semua sistem trading proses bljrx g ada yng gampang yach... meskipun ane udah tausistemx tp ane rasa bkl ttp lbih manfaatin tren pasar aja krn posisi order atau sellx lbih jelas.
Martin S
@ dedi mulyana :
1. Untuk konfirmasi pasar sideways atau trending gunakan indikator simple moving average (sma) atau ADX, kalau kurva indikator moving average datar atau ADX-nya dibawah 20 maka pasar cenderung sideways.

2. Gunakan strategi buy the dip sell the rally dengan indikator oscillator RSI atau stochastics

3. Untuk posisi sell tentukan stop loss diatas level resistance dan take profit disekitar level support dari range tsb, dan untuk posisi buy tentukan stop loss dibawah level support dan take profit disekitar level resistance dari range tsb.
Berikut contoh pada GBP/USD H1: