Ingin Berteman Baik Dengan Tren? Kenalan Dulu Dengan Moving Average

Kelebihan dari Moving Average adalah memudahkan para trader untuk mencari peluang trading, baik buy maupun sell.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bagi para trader Forex, kelanjutan dan reversal trend adalah salah satu acuan dasar, harus diketahui sebelum menentukan order jual atau beli. Nah, itu dia, karena sebagian besar trader pemula biasanya hanya mengandalkan intuisi, ada baiknya ketrampilan untuk menganalisa menggunakan indikator dasar seperti Moving Average diasah juga.

GBP/USD dengan moving average

 

Mengapa Saya Harus Mengenal Moving Average?

Mengapa kita perlu menggunakan indikator Moving Average? Laju trend suatu pairs mata uang pada umumnya dianalisa oleh para trader menggunakan analisa fundamental dan analisa teknikal, dan jika kita membicarakan mengenai trading dalam jangka pendek, analisa teknikal menggunakan Moving Average adalah pilihan terfavorit.

Moving Average populer karena relatif mudah untuk dimengerti terutama oleh trader pemula (ya, karena indikator lainnya akan membuat pusing kepala para newbie). Tidak sebatas untuk tingkat pemula, Moving Average juga digunakan oleh investor besar untuk menganalisa apakah market mendekati nilai resistance atau support dalam jangka panjang.

Perlu diingat, Moving Average dikategorikan sebagai lagging indicator, pendek kata, Moving Average bukanlah alat ukur otomatis untuk memprediksi trend terbaru, melainkan untuk menegaskan kemungkinan apakah suatu trend akan terus berlanjut didasarkan dari data-data transaksi sebelumnya.

 

Bagaimana Cara Praktis Menggunakan Moving Average?

Oke, cukup dengan pengenalannya. Secara teknis, Moving Average digunakan untuk mengukur ke arah mana Trend akan bergerak didasarkan dari penghitungan rata-rata nilai suatu pairs mata uang dalam periode tertentu (5 hari, 30 hari, dst.). Dari situ, kita bisa memanfaatkan Moving average sebagai penanda sinyal kapan kita harus mengambil posisi buy atau sell.

Sebelum menentukan kapan kita harus merespon suatu sinyal dari Moving Averages, kita harus terlebih dahulu paham mengenai crossover. Crossover (persilangan) adalah momentum di mana satu garis Moving Averages bersilangan terhadap harga pasar (candlestick atau grafik lain) atau terhadap garis Moving Averages lain.

Moving Averages dengan periode panjang (100 dan 200) biasanya digunakan oleh investor besar sebagai acuan untuk menentukan uptrend maupun downtrend. Jika posisi harga pasar berada di atas garis MA (singkatan Moving Averages) berperiode panjang maka momentum tersebut disebut sebagai "uptrend", sebaliknya jika harga pasar berada di bawahnya maka disebut sebagai "downtrend".

Uptrend dan Downtrend

Investor besar akan mengawasi momentum uptrend sebagai penanda sinyal untuk membuka posisi beli (long position). Berbeda halnya dengan trader pemula, karena mereka jelas tidak memiliki modal besar, tentu mereka akan memilih untuk bertransaksi dalam periode singkat.

Trader pemula dianjurkan untuk menggunakan lebih dari satu MA berperiode pendek (5, 10, 20) digandengkan dengan MA berperiode panjang untuk membantu memprediksi arah trend. Pada saat satu atau lebih MA berperiode pendek menyentuh MA berperiode panjang, saat itu juga trader dapat menentukan posisi.

Apabila beberapa MA berperiode pendek nampak akan crossover dengan MA berperiode panjang ke arah atas, maka trader mulai bersiap menangkap sinyal beli. Sebaliknya, ketika beberapa MA berperiode pendek bergerak akan memotong garis MA berperiode panjang, bersiap-siaplah pada posisi jual.

Sinyal buy dan sell

Moving Average dapat memberikan isyarat kepada trader untuk cepat-cepat membuka posisi selagi trend masih berjalan. Sedangkan bila MA nampak statis dalam waktu lama, atau mulai menunjukkan kecenderungan untuk berbalik arah, maka itu bisa menjadi isyarat untuk melakukan close position.

Setelah Anda membaca artikel di Atas, ingatlah juga bahwa menggunakan MA semata wayang tidak bisa menjamin 100% mendatangkan profit, Anda juga harus belajar menggunakan indikator lainnya untuk mengonfirmasi keakuratan data yang telah diberikan Moving Averages.

Selamat ber-trading, semoga sukses!

---------------

Artikel ini sebelumnya berjudul "Kelebihan Moving Averages", dipublikasikan tanggal 20 bulan 2 tahun 2013. Diperbarui tanggal 21 April 2016 dengan judul "Ingin Berteman Baik Dengan Tren? Kenalan Dulu Dengan Moving Average" 

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.


Ciko99
masalahnya ma ini sifatnya lagging, apalagi sma yang responnya paling lambat...
Budi Anto
Emang udah resiko kekuranganya MA. Lah kalo udah bisa nandai tren, kasih sinyal entry + exit, n sifatnya leading, bisa jadi indikator sempurna dong MA?? Emang udah sewajarnya tiap indikator punya kekurangan, dasarnya alat bantu di chart akurasi prediksinya g ada yg sampe 100 persen. Ini bisa jadi kesulitan sekaligus tantangan buat trader menguasai MA. Tapi bagus juga kalo bisa gabungin MA sama indikator lain. Barangkali indikator yg lebih leading, so bisa ketemu celah2 yg bisa ditutupin.
Nji 35
setuju... tapi kombinasikan indikator bisa lebih menyusahkan lagi kalau ndak tau caranya... bisa-bisa salah pilih indikator terus akhirnya sinyal yang muncul malah bertentangan... lebih baik kenal indikator-indikator dulu dari berbagai kelas, kayak kelas tren, kelas ocilator, kelas volume dsb sebelum mau kombinasi... rada salah kalo cuma kenal MA terus niat mau cari indikator lain buat dipasangin sama MA... pemahaman mestinya bukan cuma dari sisi MAnya tapi juga sama calon indikator yang bakal dipilih....
Intan Sukmaw
utk yg suka mengandalkn ma sptx fine2 aja dgn sifatx yg lagging itu, krn lagging indi bkn cm ma aja. tp biasax yg suka bkn ribet ma ni klo maw nentuin level2x, trus tampilan d chart jd serasa penuh, pdhl ni cm indi tren doang.
S_sumarno
@intan: ane setuju, biasany pake satu indikator tren aja ndak cukup, mesti ada indikator momentum sama titk2 suport resistanny juga, kalo cuman lihat indikator MA aja kurang meyakinkan cuz lag & kurang bisa mengenali awal tren untuk open position
Ariz Hariatno
kepingin belajar trading kaya begitu tapi susah masih latihan udah sering gag yakin, lebih pede dibantu sama indicator. para treder yg bisa mandiri dr indicator emang sip
*peace
Intan Sukmaw
syg indi sepopuler MA msti ditentuin sndiri levelx trus msh brsifat lagging, mstix klo udh punya display yg brvariasi punya fungsi yg lngkap, mcm indi ichimku gtu, scr teknikalis g mngkin cm mngndlkan 1 indi ma ja, krn msh btuh indi2 yg lain bwt konfirmaasi sinyl trding.
Irwin J
Fungsi yang lengkap bagaimana? Sepengetahuan sya ichimoku juga indikator tren. Kalau ini karena ichimoku punya aspek lain seperti awan dan bisa digunakan untuk menentukan support dan resistance, MA sendiripun sebenarnya juga bisa difungsikan sebagai sr dinamis. Tapi fungsi utama dari keduanya tetaplah sebagai pengidentifikasi tren.
Setiap indikator sepertinya memang punya fungsi utama dan tambahan, penting bagi kita untuk memahaminya dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Haryoso
stj gan contohnya aja kaya oscillator yg bukan cuman skdr kasih level jenuh" aja tapi jg bisa dibuat analisa divergensi. bollinger bands juga bukan cm mngukur volatilitas aja tp bs dijadikan range support/resisten bhkn jg trading breakout. cm apa bs sm optimal dg fungsi utamany itu yg msh perlu ditest
Hari Santoso
Setiap indikator memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk Moving Average ini, memang bisa membantu trader untuk entry position atau close position. Jika indikator MA ini lagging, itu semata-mata karena indikator ini dipasang untuk menggambarkan pergerakan harga rata-rata pada periode waktu tertentu.

Oleh karena itu, fitur-fitur pada setiap indikator bisa jadi pertimbangan yang perlu dipikirkan secara seksama, supaya dapat memilih indikator teknikal yang sesuai dengan strategi trading.
Kurniawan Pur
Saya juga suka mengidentifikasi trend menggunakan MA, hasilnya juga banyak tepatnya kok. Cuman ya itu, selalu pakai Stop Loss, siapa tau harga bergerak berlawanan dengan trend yang kita prediksi.