Investasi Reksa Dana: Keuntungan Dan Kelemahannya

Investasi Reksa Dana adalah produk keuangan yang tak mengharuskan investor mencermati setiap instrumen, karena ada Manajer Investasi. Namun, Manajer Investasi itu sendiri perlu dicermati.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Berinvestasi memang susah-susah gampang. Apabila ingin investasi saham, maka investor perlu melakukan analisis sendiri dengan teliti, termasuk menelaah Laporan Keuangan. Investasi Reksa Dana yang pada dasarnya menitipkan dana untuk dikelola Manajer Investasi pun, tetap ada keuntungan dan kelemahannya.

 

Investasi Reksadana

 

Barangkali ada yang masih ingat booming sektor properti di tahun 2012-2013. Saat itu semua orang percaya bahwa semboyan "investasi properti pasti untung" dengan slogan "Senin harga naik!" yang disebarkan oleh para agen properti adalah benar.

Nyatanya, harga tanah di Bali per 100 m2 yang pada saat itu dipasarkan 1.5 milyar dan laris manis, kini hanya 1 miliar saja di pasaran. Investasi emas pada tahun 2012 juga mengalami harga lebih tinggi daripada harga emas saat ini. Di pasar futures, XAU/USD pada awal tahun 2012 berharga USD1800/troy ounce, tetapi kini hanya berada pada kisaran USD1250/troy ounce saja. Bahkan instrumen investasi yang kita anggap paling aman sekalipun memiliki resiko, apalagi saham, deposito, dll. Namun jangan khawatir, OJK selalu memberikan opsi bagi masyarakat untuk memilih.

Pada saat Ny Nely (baca juga: Hati-hati Investasi Di Saham Grup Bakrie) menceritakan kasus RSS saham ELTY ke pengacara kondang Hotman Paris di sebuah warung kopi, Pak Hotman hanya bisa geleng-geleng kepala. Beliau hanya bisa bilang bahwa kesalahan murni pada investor, karena OJK sudah menyediakan sumber informasi di web IDX berupa keterbukaan informasi, Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan yang bisa dibaca kapan saja, sementara aksi korporat memang dibolehkan oleh pemerintah. Bakrie tidak melanggar apapun; hanya saja kita selaku investor yang memang dituntut teliti disini.

Banyak orang beranggapan bahwa investasi di saham maupun instrumen investasi lainnya itu rumit sekali dan tidak ada waktu untuk belajar maupun membaca Laporan Keuangan. Apabila Anda beranggapan demikian, maka investasi Reksa Dana dapat menjadi solusi.

 

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa Dana adalah produk keuangan dimana dana investor akan dikumpulkan di satu account Manajer Investasi pada suatu lembaga keuangan. Nanti seluruh dana para investor akan diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi, tergantung dari pilihan Reksa Dana kita. Jenis Reksa Dana yang kita pilih akan menentukan kemana uang kita akan dialokasikan.

Umumnya, ada empat jenis investasi Reksa Dana yang bisa kita pilih:

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
    Investasi pada RDPT ditempatkan pada obligasi dan surat hutang.
  • Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
    Investasi pada RDPU ditempatkan pada deposito, Sertifikat Bank Indonesia dan Obligasi yang jangka waktunya kurang dari 1 Tahun.
  • Reksa Dana Saham (RDS)
    Sebanyak 80% investasi dalam RDS ditempatkan pada saham-saham pilihan Manajer Investasi di lembaga keuangan tersebut.
  • Reksa Dana Campuran (RDC)
    Investasi pada RDC mencakup campuran instrumen-instrumen investasi di atas.

 

Keuntungan Investasi Reksa Dana

  • Adanya Manajer Investasi (MI). Para MI tentunya adalah orang-orang pilihan yang latar belakang pendidikannya berkaitan dengan keuangan dan akuntansi. Sebagai investor Reksa Dana, kita cukup bayar fee, lalu biarkan mereka yang kelola dana investasi kita dan biarkan berkembang.
  • Reksa Dana bisa dimulai dari Rp100,000 saja. Modal awal tersebut relatif murah dibandingkan deposito atau obligasi. Minimal Deposito Rp 10 juta, sedangkan membeli obligasi minimal kelipatan Rp 5 juta. Saham juga banyak yang harganya murah, tetapi kinerjanya perlu diteliti sendiri, padahal tak semua orang mau melakukannya.

 

Kelemahan Investasi Reksa Dana

  • Harus membayar fee beli dengan kisaran 1%-2% dan fee jual sekitar 0.50%.
  • Tidak tertutup kemungkinan MI menampilkan kinerja buruk, atau kinerja MI yang kita pilih tidak sebagus perkiraan. Inilah pentingnya memilih lembaga keuangan yang baik dengan MI yang mumpuni. Data kinerja telah disediakan, dan kita dapat memeriksa kinerjanya; yang dibutuhkan adalah ketelitian sebelum memilih.

 

Kesimpulannya, instrumen apapun yang kita pilih sebagai wahana investasi, kita tetap perlu mencermati dan menelaah lebih dalam. Jika ingin investasi Reksa Dana, maka perlu mencermati jenis dan MI-nya, sedangkan jika investasi saham maka perlu pula mengetahui valuasinya (baca juga: Valuasi Saham Yang Wajib Diketahui Semua Investor). Setiap hal ada keuntungan dan kekurangannya, ada profit maka ada pula risikonya; yang terpenting adalah pemahaman kita mengenai instrumen investasi tempat kita menanamkan dana.

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'