OctaFx

iklan

Jadilah "Pembunuh Berdarah Dingin" Di Market

76110

Pasar adalah tempat dimana terjadi perang antara buyer dan seller. Oleh karena itulah, Anda harus bersiap dengan kondisi market yagn kejam.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pembunuh berdarah dingin? Memangnya ini film thriller?

Oops! Sebentar, jangan protes dulu dengan judul di atas yaa! Saya cuma menyampaikan kembali tentang apa yang pernah saya diskusikan dengan partner diskusi saya. Termasuk juga istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan karakter yang dibutuhkan bagi seorang trader forex di market.

Jadilah Pembunuh Berdarah Dingin Di Market

 

Market = Medan Perang

Ia berpendapat bahwa untuk menjadi trader yang baik, seorang trader harus menjadi pembunuh berdarah dingin di market. Eh, kok kejam amat ya? Terus terang saya sendiri tadinya merasa bukan orang yang kejam. Lah, kalau dia sih emang bawaannya kejam kali yah, hahaha. Ok, deh, tapi sekarang coba kita pahami yang dia maksud dari istilah "pembunuh berdarah dingin" alias kejam di atas dulu.

Begini, di market itu, secara umum berlaku perang antara buyer melawan seller. Nah, khusus untuk market forex, perang antara buyer dan seller ini berlangsung secara "kejam". Dalam artian di sini, pihak yang kalah dalam perang tersebut akan kehilangan modal yang menjadi "pampasan perang" bagi yang pihak yang menang.

Nah, begitu anda masuk ke market, anda harus bersiap dengan kondisi market yang kejam ini. Dengan kata lain, anda harus siap menghabisi, atau anda akan dihabisi. Kalau anda tidak siap mental, senjata dan strategi yang matang, siap-siap aja untuk menjadi korban di market. Partner saya bilang, sebagai trader forex, cuma ada dua pilihan di market: menghabisi atau dihabisi. Atau dengan kata lain membunuh atau dibunuh. Wahh!

Yah, bagaimanapun terdengar keji, tapi itulah kenyataan yang ada di market. Sebagai trader, anda memang dituntut untuk selalu siap tempur di market. Kalau anda ragu alias loyo, iya sudah siap-siap aja dihabisi oleh yang lain.

Kondisi market yang seperti inilah yang biasanya kurang disadari oleh para (calon) trader. Mereka menganggap bahwa market forex itu "ramah", dan tempat yang mudah untuk mengeruk keuntungan. Yee, memangnya "keuntungan" yang dikeruk itu asalnya dari mana coba?

 

Buat Persiapan Matang

Seperti halnya di semua perang, tarik menarik alias perang antar buyer-seller di market ini selalu memakan korban. Satu pihak menang, berarti ada pihak yang kalah. Jika satu saat anda mendapat keuntungan $1,000 misalnya, berarti saat itu ada pihak yang kehilangan $1,000 tersebut. Itu berarti, anda saat itu ada di pihak yang mendapatkan pampasan perang. Nah, demikian juga sebaliknya, kalo suatu saat anda kehilangan modal $1,000 berarti anda menjadi pihak yang kalah dan harus menyerahkan modal anda itu kepada pihak yang menang.

Kondisi seperti seharusnya dipahami oleh (calon) trader yang akan masuk ke market. Jangan pernah masuk market hanya berbekal untung-untungan. Siapkan senjata dan strategi terbaik anda untuk memenangi pertempuran. Buat sistem trading yang mumpuni dan dapat diandalkan.

Jangan mau hanya sekedar jadi tumbal dan pelengkap penderitaan di market. Masuklah market dengan penuh keyakinan dan mental pembunuh berdarah dingin. Kendalikan emosi dan terapkan kedisiplinan ketat agar strategi yang diterapkan tidak jadi terbuang sia-sia, melainkan berfungsi efektif untuk meraup pampasan yang banyak.

Ehh tapi sifat kejam ini jangan dibawa di luar market yaa. Kalau sedang nggak trading atau di luar market sih, tetaplah menjadi individu yang hangat dan penuh kasih sayang, hehehe! Sewaktu-waktu, ada perlunya juga ganti suasana. Di hari libur market misalnya, siapkan celana pendek di koper, lalu pergi liburan di pantai sekaligus mengisi ulang energi untuk pertempur lagi ketika memasuki waktu market buka kembali.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Murdiono_puji
betul betul betul... setuju ane. trading kalo udah mapan gag perlu belas kasih yee, langsung sikat aja kesempatannya
Mr. Yoga
Rada beda, soalx status trader baru bener2 tewas kalo dah kena mc, sementara klo baru loss mungkin masih luka2 aja, jadi kalah tapi tetep bisa bertahan. Barangkali ini yg bikin trader jadi lebih santai ngadepin resiko loss. Di forex emang dianggep sedikit "ramah" karna banyak cara batasin rugi, jadi ketika loss modal nggak langsung ludes, yg perlu diperhatiin, bahwa meskipun loss bisa dibatesin, tapi kalo kebanyakan numpuk kan akhirnya gede juga. nah atas dasar ini, sebaeknya jgn terlalu keenakan sembarangan gampangin resiko rugi. trading tetep pake usaha yg terbaik, meskipun udah ada langkah pembatasan loss, tapi target utama tetep diprofit. Setuju?
Murdiono_puji
setuju setuju setuju... ane juga setuju sama agan, bagus agan kasih poinnya
Arifin
yah semua orang jelas g mau ada yang rugi, kalo bisa profit terus biar usaha tradingnya g sia2 dan duitny makin banyak, tapi yg namany pasar kan g ada yg bisa nebak, jadi wajar kalo ada fitur batasin loss trader jadi gampang tertarik kearah situ. buktiny udah ada banyak bngt cara kasih stop loss, bervariasi n macam2 bentuknya
Salman Bdm
wah master, bukannya trading forex seharusnya bisa rilex aja ya ndak usah terlalu banyak beban? kalau kayak gitu jadi malah terkesan trading penuh tekanan deh... xixixi.... yang penting kan trading bisa selalu sesuai aturan master?
Fxtokcer
ya ini ne logika yg harus dipgng ma trader, duit lu tuh benernya diputer di market, modal yg kalah dlepas ke yg menang. Masi ada aja trader yg mikirnya uang FX jatuh dr lngit, semua orang bisa untung, trus spa yng nanggung rugi la?
Muslih
saya seorang trader, suatu hari ada teman saya yang menanyakan tentang kerugian disaat bertrading dia bilang begini, mas bro kalau kita rugi dana kita kemana ( siapa yang ngambil) terus saya jawab begini, kalau kita rugi dana kita masuk ke bank dan kalau kita untung dana yang kita ambil dari bank juga, kemudian sejenak dia berfikir. jadi untung rugi kita bukan dari trader yang lain melainkan dari selisih nilai mata uang tersebut dengan sejumlah leverage sehingga kita bisa bertransaksi di market. jangankan trader sebuah bank besar bisa bangkrut cuman karna masalah inflasi atu hutang, jadi gunakan leverage dengan bijak karna leverage seperti pedang bermata dua bisa membuat kita untung dan begitu juga sebaliknya bisa membuat kita rugi.
Putra
kok bisa profit masuk ke bank dan loss diambil bank sih gan?

nih gan.. coba baca2 diskusi di sini, buat tambah ilmu:
-Siapa yang bayar profit trader?
-Seandainya semua trader profit, adakah yang dirugikan?
Jaka
Sipp bener sekali.. gbpjpy.. trading faforitku..