OctaFx

iklan

Jangan Khawatir Loss

114504

Loss merupakan salah satu rintangan yagn pasti dihadapi oleh trader. Melalui loss, trader justru akan belajar lebih baik tentang pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Anda pasti pernah berhadapan dengan hukuman. Jika melakukan kesalahan pasti dihukum. Akibatnya dalam kehidupan sehari-hari akan cenderung menghindari dari kesalahan. Apapun yang terjadi sebisa mungkin untuk tidak salah. Apakah begitu yang Anda rasakan?

Hal itu memang sudah terparadigma pada diri semua orang, dimulai sejak masih sekolah. Apa hukuman bagi seseorang yang salah mengerjakan soal? Tentu saja nilainya dikurangi dan dihukum menjadi ranking 10. Misalnya seperti itu.

Jangan Khawatir

Sudah sejak kecil semua orang dididik menjadi bermental penakut. Akibatnya, kebanyakan orang tidak bisa bebas berekspresi dan menuangkan keinginan. Sehingga mereka cenderung menghindari kesalahan. Menyelesaikan suatu masalah diharapkan secara 'aman' dan kalau bisa tanpa ambil risiko sedikitpun.


Khawatir Rugi
Hal yang sama berlaku pada saat trading. Merasa loss terlihat seperti aneh, tidak bagus, dan mengecewakan. Padahal jika ditelisik lebih dekat lagi, loss itu harus ada. Jika waktu latihan saja tidak mau rugi, lalu bagaimana Anda bisa berkembang. Betul tidak?

Akibatnya apa? Sering melakukan hold jika terjadi floating dan menunggu sampai market balik kembali. Inilah yang sebenarnya sering membuat seorang trader mengalami kerugian dan kekalahan di dalam trading. Sebab trader tersebut sendiri tidak mau menerima risiko. Iya kalau floating yang ditahan tadi kembali menjadi profit. Jika tidak? Ampun Bro...


Senang Profit
Namun ketika sudah mendapat profit, pasti senang trader tersebut merasa senang. “Hei...saya sudah profit. Ini nih, hasil trading saya...” Kepada semua orang se-forum dan se-facebook trader itu memberi tahu kalau dia telah profit. Sebetulnya bagus tidak? Penulis merasa hal tersebut bisa dibilang cukup bagus. Tapi kegembiraan berlebihan seperti itu biasanya mencerminkan rasa tidak percaya diri dalam diri si trader.

Seharusnya yang memang didapatkan dari hasil trading adalah profit. Apapun yang terjadi, seseorang pergi ke tepian sungai untuk trading, sampai begadang di pos ronda memelototi harga market, tentu karena ingin transaksinya profit. Kalau sudah tahu hal itu, seharusnya profit kenapa harus bilang-bilang ke semua orang? He he...

Loss bukan berarti Anda menderita kekalahan dan melakukan kesalahan. Justru dari keadaan loss itulah, Anda bisa belajar. Seandainya transaksi lebih banyak profit, maka profit itu tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada hasil trading Anda. Namun bilamana mengalami loss, dari situlah sebuah jalan keluar bisa ditemukan untuk bisa menjadi profit.

Anda tentu tahu, profit saat ini terjadi karena Anda sering menghadapi loss demi loss di masa lalu. Sehingga setiap kali ada kesalahan sinyal, Anda menjadi tahu bahwa transaksi saat ini bisa membuat rugi. Jadi Anda urung untuk melakukan open position.


Kesimpulan
Melakukan trading tidak bisa dikatakan loss hanya karena mendapat kerugian. Loss adalah hasil dari uji coba Anda dalam mempelajari market. Justru semakin profit, praktis Anda tidak mendapat pengetahuan baru dari hasil trading dan analisis.


Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.


Dodi Santoso
baik loss maupun profit itu bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan pelajaran. hanya saja, ketika loss belajar jadi lebih serius dan ajarannya bisa lebih ngena karena pasti tidak ada yang ingin itu terulang lagi. padahal jika trader lebih fokus pada keinginannya untuk terus profit dan mengembangkan jumlahnya, ia tidak akan cepat berpuas diri dan menyombongkan profitnya di komunitasnya, melainkan menjadikan posisi yang profit itu sebagai cerminan trading di kemudian hari. nanti ketika terjadi loss, trader juga bisa membandingkannya dengan transaksi yang pernah profit. cara belajar seperti ini tentu akan lebih efektif daripada ketika trader baru mau belajar ketika sudah jatuh.
Pramudya Subekti
(jangan anggep serius racauan ane) napa bro kok trading mesti ke sungai dulu? itu perumpamaanya agak kurang sinkron gag sih buat trading online jaman sekarang. lha ngamatin chart kita bukak di pc di rumah sendiri aje bisa, ngapain musti pergi ke tepi sungai dulu?n hasil profit itu bukan kemungkinan yg pasti bro, yg pasti itu kemungkinannya 2, profit ato rugi, jadi wajarlah kalo dia bangga bisa profit... secara itu dapetinnya juga sulit....
Riski
sdh bs mnjdkn loss sbg keadaan trdng yg wajar bhkn perlu, tp tiap x kejadian msh aja susah lepas dr mental yg down. gmn ya? kl trdng live kn pake duitnya sungguhan, jls g ada orang yg mau duitnya berkurang kan klo sebenarnya itu masalah bs diatasi. kehilangan duit sekali / dua kali mungkin gapapa, tapi kalo udah keseringan dn balancenya jd minus, apa kita tetep gaboleh kawatir?
Pramudya Subekti
(agak) setuju juga gimanapun sebenernya rasa khawatir itu juga perlu, buat ngerem keinginan trader terus2an open dengan posisi yg gag jelas. bayangin aja kalo trader gag takut loss malah bisa2 dia main hajar aja tuh ambil posisi open & ukuran tradingnya. itu kan malah lebih bahaya.

lagian gag semua rasa khawatir loss itu ngefeknya ke floating yg berkelanjutan, malah ada yg bisa bikin trader ragu buat masuk sama sekali, ato pertimbangannya jadi lebih terbebani sama resiko loss jadinya dia lebih hati2 tradingnya. itu kn gag semuanya negatip bro...
Dodi Santoso
dalam beberapa situasi fear memang diperlukan untuk membatasi keserakahan trading. namun jangan sampai karena emosi ini trading jadi lebih disertai dengan sikap yang pesimis karena ini malah akan merugikan trader dan menghindarkannya dari potensi profit yang bagus. maka itu perlu disesuaikan juga dengan kebiasaan dan karakteristik trader itu sendiri untuk bisa mengendalikan emosi ini dengan benar. seperti untuk trader yang mudah terpancing banyaknya profit, fear ini perlu lebih ditanamkan daripada untuk trader yang sebelumnya memang sudah suka menghindar dari resiko.