Jangan Ragu "Membuang Racun"

62963

Memang bagi sebagian trader, posisi trading floating menjadi hal yang hampir dianggap biasa. Padahal, ini kebiasaan buruk yang harus disisihkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saat-saat yang lumayan bikin enek bagi seorang trader adalah saat ngeliat suatu possi terfloating negatif. Iya nggak sih? Memang bagi sebagian trader, terutama yang masuk kategori swinger, floating menjadi hal yang hampir dianggap "biasa". Terus terang saya sendiri dilatih oleh mentor saya untuk menjadi swinger trader. Dan memang, menjadi swinger trader membuat saya lebih nyaman dalam bertrading. Memasang margin hanya sekitar 5% perposisi dengan TP minimal 100 point membuat saya jadi terbiasa melihat posisi yang terfloating minus.

cut_loss
Tapi, nah ini dia sisi negatifnya. Karena sudah terbiasa melihat floating negatif, akhirnya saya menjadi kurang aware untuk melakukan "buang racun" alias cut loss. Seringkali saya membiarkan satu posisi terfloating sampai berhari-hari. Apalagi ada satu masa saat saya tidak menggunakan stop loss dan hanya melakukan hedging atas suatu posisi sebagai pembatas kerugian. Jadilah, floating minus menjadi "pemandangan" yang biasa di deretan koleksi posisi saya.

Nah, tapi lama kelamaan, ngeliat suatu posisi terfloating kelamaan ternyata bikin enek juga deh. Apalagi, biasanya ngeliat floating negatif yang berkepanjangan membuat secara psikologis kita ragu untuk melakukan open position. Belum lagi, tentu saja posisi yang terfloating kelamaan menjadi beban tersendiri bagi margin kita. Seorang temen trader mengatakan floating itu bagian dari trading. Iya sih memang… tapi, itu bukan menjadi alasan untuk membiarkan suatu posisi terfloating terlalu lama. Boleh-boleh saja kita optimis bahwa satu saat harga akan berbalik arah. Tapi, ada baiknya kita pertimbangkan "biaya" kesempatan" yang hilang akibat kita memelihara floating negatif tersebut. Seandainya kita tidak membiarkan floating kelamaan, tentunya margin bisa kita pakai untuk mengambil posisi yang lebih "baik".

Lagi pula, gak selamanya matahari akan kembali bersinar setelah mendung menggantung. Tak selamanya floating minus akan menjadi profit. Bisa-bisa posisi tersebut akhirnya menjadi penyebab MC. Wadduh, percaya deh, gak enak banget! Saya bisa kasih saran untuk anda agar berani membuang racun posisi floating minus ini karena pengalaman MC saya yang kedua kali berasal dari masalah seperti ini. Pengalaman MC pertama saya dikarenakan saat itu memang belum paham dasar analisis. Nah, MC kedua, sumbernya karena hobi saya memelihara posisi floating minus (plus margin management yang kedodoran) Jadi, jangan sampai hal yang sama terjadi pada account anda.

Apabila anda masih selalu merasa sayang untuk melakukan cut loss, saran saya, selalulah memasang stop loss. Dengan stop loss, posisi anda akan otomatis terclosed sampai batas kerugian yang telah anda tetapkan, sehingga anda tidak terjebak untuk merasa sayang melakukan cut loss. Trader partner diskusi saya selalu menyarankan untuk jangan ragu "mengakui kesalahan" dengan melakukan cut loss terhadap posisi yang terfloating negatif. Biasanya memang, setelah posisi "bersih" dari floating negatif, kita bisa berpikir secara lebih tenang untuk menganalisis kondisi pasar dan kembali melakukan open position.

Memang ada saatnya kita percaya bahwa posisi yang kita ambil akan mencapai TP. Tapi ada saatnya pula kita mesti mengakui bahwa posisi yang kita ambil ternyata kurang tepat. Bagi saya, tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan, tapi ingatlah kesalahan yang pernah kita lakukan itu untuk tidak lagi diulangi di kemudian hari.

Jadi? Yah… kalo misalnya kita ambil posisi buy EU trus ternyata ter-floating minus 100 pips dalam waktu kurang dari 1 jam, apa kita masih ragu untuk melakukan cut loss?

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Rijalkalang
cut loss... malas deh... mengakui kesalahan tidak masalah tetapi melakukan kesalahan itu lagi itu yg susah rasanya menghindarinya. pernah sy alami sudah beberapa hari floating hingga 100 an pips, rasanya floating ini mulai mengganggu, akhirnya CL. beberapa waktu kemudian, harga berbalik. memang sih tdk sampai profit tetapi menyesal juga. seandainya gak CL, paling tidak minesnya bisa dikurangi beberapa puluh pips. Oh ya, sy mau tanya gan: kapan dikatakan trading ini judi n kapan dikatakan bukan judi
Aris Fajrul
judi atau tidak menurut saya tergantung dari bagaimana anda menjalankan trading. kalau spekulatif dan tidak didasari trading plan, maka tidak banyak bedanya dengan judi. tapi kalau setiap eksekusi selalu dilandasi dengan rencana trading yang terdiri dari analisa dan manajemen risiko, maka anda tentu tidak bisa dikatakan berjudi.
Regina
salam knal pak agan..@rijal kalang saya mencoba bantu kasih wawasan aj yaa. Kalo kita cut loss ato pasang stop loss, kena ntrus nyesal ato bahkan marah, mending gak usah trading deh.

Kenapa? Untung & rugi adalah keseharian nafas yang harus kita hirup di dunia trading. Jadi kalo kita pas bernafas "profit trus kita terlalu bereforia jg akan mengganggu ketajaman analisa kita begitu jg dengan saat kita hirup nafas "loss". So keep it normal-neutral-sewajarnya-senyum.