OctaFx

iklan

Jenis Dan Kekuatan Divergensi Regular

Memanfaatkan keadaan divergensi antara pergerakan harga dan indikator oscillator adalah salah satu metode trading yang mempunyai probabilitas sukses cukup tinggi.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Memanfaatkan keadaan divergensi antara pergerakan harga dan pergerakan indikator oscillator adalah salah satu metode trading yang mempunyai probabilitas tinggi. Pada dasarnya keadaan divergensi terjadi karena perbedaan kekuatan momentum antara pergerakan harga dengan pergerakan indikator. Salah satu tujuan identifikasi keadaan divergensi adalah untuk mengetahui saat retracement atau reversal, namun demikian tidak semua keadaan divergensi mempunyai probabilitas atau akurasi yang tinggi.

Ada 2 type divergensi yaitu divergensi regular dan divergensi hidden (tersembunyi). Divergensi regular mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) sedang divergensi hidden mengisyaratkan penerusan trend (trend continuation). Yang dibahas disini adalah divergensi regular, dan indikator oscillator yang dimaksud bisa RSI, stochastics, MACD, CCI, atau William%R.

Jenis-jenis divergensi regular
Divergensi regular bullish terjadi bila pergerakan harga membentuk lower low atau level-level low yang lebih rendah dari sebelumnya sementara pergerakan indikator oscillator membentuk higher low atau level-level low yang lebih tinggi dari sebelumnya. Divergensi regular bearish terjadi bila pergerakan harga membentuk higher high atau level-level high yang lebih tinggi dari sebelumnya sementara indikator oscillator membentuk lower high atau level-level high yang lebih rendah dari sebelumnya.

      Jenis Dan Kekuatan Divergensi
Dalam prakteknya divergensi regular baik bullish maupun bearish tidak harus terjadi persis sama dengan keadaan diatas, melainkan bisa dalam bentuk variasi dari keadaan tersebut. Ada 3 jenis divergensi regular yang mungkin terjadi yaitu divergensi regular class A, class B dan class C yang ketiganya mengisyaratkan pembalikan arah gerakan harga (reversal) tetapi dengan kekuatan (probabilitas dan akurasi) yang berbeda.

1. Divergensi regular class A
Divergensi ini biasanya terjadi sebelum retracement atau reversal, dan adalah yang paling kuat atau paling tinggi probabilitas-nya. Perbedaan kekuatan momentum antara pergerakan harga dan pergerakan indikator tampak dengan jelas. Dengan timing entry yang tepat hasilnya akan akurat.
  Jenis Dan Kekuatan Divergensi

Divergensi bullish class A terjadi bila pergerakan harga membentuk lower low sementara indikator oscillator membentuk higher low. Hal ini menunjukkan momentum harga untuk terus bergerak turun semakin berkurang dan akan segera berbalik mengikuti arah pergerakan indikator. Sebaliknya untuk divergensi bearish class A harga terus bergerak naik tetapi momentum yang ditunjukkan oleh indikator tidak sesuai. Momentum harga untuk terus bergerak naik semakin lemah dan akan segera berbalik turun mengikuti arah indikator.

Probabilitas divergensi class A akan semakin tinggi jika pada waktu yang bersamaan terdapat faktor pendukung, seperti indikator oscillator yang menunjukkan keadaan oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk divergensi bearish), atau terjadi perpotongan antara kurva %K dan %D dari indikator stochastics yang mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga.

2. Divergensi regular class B
Divergensi jenis ini probabilitas-nya sedang atau kurang akurat dibandingkan class A, namun demikian akan valid jika terkonfirmasi oleh faktor pendukung terutama level support atau resistance, karena pola harga pada divergensi class B ini adalah double bottom atau double top.

Jenis Dan Kekuatan Divergensi
Pada divergensi bullish, pergerakan uptrend indikator oscillator mengkonfirmasi pola double bottom dan pada divergensi bearish mengkonfirmasi pola double top, tetapi kadang-kadang gagal terutama pada time frame rendah (dibawah 4-hour). Seperti halnya pola double bottom atau double top yang tidak selalu mulus, divergensi jenis ini memerlukan faktor pendukung yang telah teruji yaitu level support yang kuat (untuk double bottom) atau level resistance yang kuat (untuk double top). Alasan lain adalah double bottom atau double top biasanya mengisyaratkan keadaan range bound (sideways), sedang pada divergensi class A pergerakan harga adalah trending.

3. Divergensi regular class C

Meski menunjukkan keadaan divergensi, namun jenis ini probabilitas-nya sangat rendah dibandingkan class A dan class B. Divergensi class C biasanya terjadi pada time frame rendah dengan keadaan pasar yang choppy. Jika terjadi retracement maka waktunya akan sangat singkat sebelum kembali bergerak tanpa arah (choppy).

Jenis Dan Kekuatan Divergensi
Trader biasanya mengabaikan divergensi class C ini kecuali jika indikator oscillator berada pada area oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk divergensi bearish).

Langkah-langkah trading dengan divergensi regular
:

  1. Identifikasi trend yang sedang terjadi, pada time frame berapapun. Keadaan divergensi indikator oscillator hanya akan berjalan dengan baik pada kondisi pergerakan harga yang trending, bukan pada keadaan sideways.
  2. Divergensi regular mengisyaratkan reversal atau pembalikan arah pergerakan harga, jadi ketika uptrend trader mengindentifikasi untuk divergensi bearish, dan ketika harga sedang downtrend amati indikator untuk divergensi bullish.
  3. Keadaan divergensi hanyalah sinyal atau petunjuk, bukan konfirmator untuk entry.
  4. Divergensi regular akan berjalan dengan baik jika terkonfirmasi oleh faktor pendukung yang kuat seperti formasi candlestick atau price action, support atau resistance yang kuat, keadaan overbought atau oversold, perpotongan antara 2 garis pada indikator seperti %K dan %D pada stochastics atau MACD dan garis sinyal.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Atijo
luar biasa..salut buat penulis ya udah mengulas rule ini. Inspiratif..aku jadi tertarik mraktekin. Sempet gutak atik sebentar..kog menarik.

Burhanudin
Jadi tertarik dengan divergensi. Dmana sya bisa temukan artikel tentang divergensi hidden? kalau melihat namanya seharusnya hidden ini juga menunjukkan perbedaan arah antara sinyal oscilator dan pergerakan harga, tapi sama-sama berbeda arah, kenapa yang satunya menunjukkan pembalikan tapi satunya menunjukkan penerusan? Sebenarnya ada berapa kemungkinan divergensi?
Wahyu Sumarno
tuh di tulisanx udah ada link, tinggal diklik aja langsung bisa buka ke artikelx. kalo masi kurang jelas langsung buka halaman iniaja. menurut ane divergensi hidden juga masih nunjukin pembalikan, tapi pembalikanx dari koreksi sementara, jadi makax hidden. kalo regular kan pembalikan dari tren mayor. jadi pas tren utamax lagi bullish, ada divergensi regular jadi indikasix bakal berbalik bearish. tapi di kasusnya divergensi hidden, misal tren utama bullish, tapi koreksix kan menurun, disitu divergensi hidden bisa bantu konfirmasi kalo penurunan itu cuman koreksi sebentar aja dan bentar lagi harga bakal balik ke tren utama, artix lanjutkan penerusan bullish setelah sempat terkoreksi sebentar.
Martin S
@ Burhanudin:
Untuk divergensi hidden Anda bisa searching e-booknya:
Stocks & Commodities V. 14:7 (285-289): Hidden Divergence by Barbara Star, Ph.D. dari Technical Analysis Inc.

Divergensi artinya perbedaan arah gerak harga harga dan indikator oscillator sebagai sinyal harga akan berbalik arah atau meneruskan arah. Jika harga yang berbalik arah maka oscillator akan meneruskan arah (divergensi reguler), sebaliknya jika oscillator yang berbalik arah maka harga akan meneruskan arah (divergensi hidden) Dalam hal divergensi hidden oscillator berbalik arah karena keadaan overbought atau oversold.
Jadi kemungkinannya pada pergerakan harga hanya berbalik arah atau meneruskan arah tergantung dari keadaan indikator oscillator-nya.
Slamet Md
@wahyu: ane sempet baca divergensi indikator teknikal 1. rasanya agak repot juga pahamin high low harga. kira2 ini bisa betul2 diandalkan enggak sih? karna kalo banyak caranya gini kan perlu dibiasain biar apal. takutnya pas ane udah paham tapi ternyata malah banyak sinyal palsunya....
Martin S
@ Slamet Md:
Divergensi, baik regular maupun yang hidden jarang gagal, lebih sering berhasil. Hanya saja trader sering tidak pas dalam mengambil timing untuk entrynya. Untuk itu bisa dibantu oleh indikator lain (selain oscillator) atau analisa price action.
Choirul
melihat cara analisanya, divergensi ini sepertinya adalah cara yang dikembangkan dari penggunaan oscillator sebagai penanda momentum harga. kalau dibandingkan dengan penggunaan overbought dan oversold, sepertinya divergensi lebih sedikit false sinyalnya karena juga memperhitungkan arah harga. namun untuk mengenali divergensi ini pada awalnya mungkin agak lebih sulit jika dibandingkan dengan sekedar membaca grafik oscillator pada level-level jenuhnya. tapi apa ini juga tergantung dari kualitas oscillator yang digunakan juga? seperti antara rsi dan stochastic kualitas divergensinya bisa berbeda?
Martin S
@ Choirul Hermansyah:
Antara RSI dan stochastics tidak bisa dibandingkan kualitasnya karena cara perhitungannya berbeda dan applikasinya sebenarnya juga berbeda. Anda bisa baca: Indikator RSI Versus Stochastics : Mana Yang Lebih Unggul?
Ya, benar, divergensi (baik regular maupun yang hidden) jarang gagal, lebih sering berhasil, malah overbought dan oversold kadang-kadang bisa gagal kalau pergerakan harga sedang trending. Dalam hal divergensi indikator RSI dan stochastics, Anda harus check untuk masing-masing indikator, karena kadang RSI menunjukkan keadaan divergensi tetapi stochastics tidak, dan sebaliknya.
April Deni
Slamet: Masalah bisa diandalakan apa nggak, itu masing2 tergantung dari hasil uji cobany. Mustiny agan cobain dulu trading pake divergensi kira2 bisa profitable apa nggak, baru dipake trading real. Lagipula udah ada kelas2ny divergensi ini. Klo agan cuma ambil divergensi kelas a ya kemungkinanny besar bisa sesuai perkiraan, tapi klo semua sinyal divergensi diambil ya barangkali jadi berkurang peluangny. Sudah ada kategori sendiri2 divergensi yg seperti apa yg paling valid. Kemungkinan bener nggakny mana yg lebih besar ngikut yg paling valid. Jadi tinggal agan tentuin sendiri aja, mau entri dari sinyal valid apa dari sinyal yg sekedar aja tapi belum tentu valid?
A. Hasan
knp pola double top/bottom ttp bs dgn jls dgnkn utk indikator divergensi? pdhl pola itu sideway, tdk jls arahnya, tp knp ttp bs digunakan u/ divergensi? lalu knp pola double top/bottom bs lbh valid ketimbang pola double top/bottom indikator oscillator? bknkh yg mncrmnkn momentum hrg adalah oscillator? jd tdk kah shrusnya oscillator yg lbh bs dpercaya?
Martin S
@ A. Hasan:
Karena pola double top atau bottom adalah netral (sideways), tidak menunjukkan keadaan uptrend atau downtrend, tetapi jika dibandingkan dengan uptrend atau downtrend tetap dianggap berbeda (terjadi divergence) meskipun tidak ekstrem.
Dalam hal pola pergerakan seperti double top atau bottom, pergerakan harga lebih valid dibandingkan pergerakan indikator oscillator karena pola indikator mengikuti pola harga, tetapi dalam hal momentum pergerakan kita harus melihat ke indikator oscillator termasuk keadaan divergensi.