Jim Brown: Trader Sukses Dengan Strategi Forex H1

290870

Strategi forex H1 dari Jim Brown dengan menggunakan time frame 1 jam ini seringkali menghasilkan profit. Namun, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

"Saat Anda dapat tidur nyenyak malam hari setelah Open Trading, maka dipastikan position size Anda sudah tepat," kata Jim Brown.

Sepertinya, quote dari Jim Brown di atas dapat dijadikan sebagai tolak ukur apakah Anda sudah bertrading forex dengan tepat hari ini. Selain strategi yang digunakan, kata "tepat" di sini juga mencakup lifestyle Anda saat trading. Apakah Anda termasuk trader forex yang "membuang waktu" dengan memantau monitor secara terus menerus, atau hanya menggunakan sedikit waktu untuk masuk ke pasar dan menghabiskan sisa waktu lainnya untuk melakukan hobi maupun aktivitas lain.

Memang tidak ada kata sempurna di dunia ini, begitu juga dengan strategi trading. Anda sah-sah saja mencoba ratusan strategi trading dari berbagai macam sumber mana pun. Yang perlu Anda ingat, strategi trading dapat dikatakan berhasil apabila mampu memberikan profit konsisten pada trading Anda.

Strategi forex H1 dari Jim Brown dapat menjadi pilihan. Namun sebelum membahas lebih lanjut terkait strategi ini, tak ada salahnya jika Anda mengenal profilnya terlebih dulu. Siapakah Jim Brown itu? Seberapa populernya ia di dunia trading forex?

strategi forex jim brown

 

Sekilas Tentang Jim Brown

Jim Brown adalah trader profesional asal Queensland, Australia, yang saat ini menetap di Da Nang, Vietnam. Ia mendedikasikan hidupnya menjadi seorang full-time trader. Brown mengaku jatuh cinta dengan trading forex sejak 2002. Hal itu dimulai dengan ketidaksengajaan saat ia mengikuti seminar trading di area tempat tinggalnya.

Waktu itu, seseorang bercerita kepada Brown mengenai pengalamannya menghasilkan profit besar hanya dalam waktu singkat, dengan trading forex pair USD/JPY selama 18 bulan. Tentu saja setelah mendengar itu, Brown mengaku langsung sangat tertarik dengan trading forex. Siapa sangka dari kejadian yang tak terduga itu, Brown menjadi trader profesional yang populer dengan berbagai karya seperti saat ini.

Kini, ia sudah menghasilkan banyak tulisan dalam beberapa judul buku. Salah satunya yang hits adalah Forex Trading: The Basics Explained In Simple Terms, yang dirilis pada 2015 dan masuk dalam salah satu daftar buku forex terbaik karangan trader sukses. Tidak hanya dalam bentuk buku, Brown juga aktif membagikan ilmunya lewat media sosial lainnya, seperti Twitter, website JAGfx, Facebook, dan channel Youtube "Jim Brown".

Dalam trading forex, ia seringkali menggunakan indikator custom berbasis sinyal MACD, yang ia jelaskan dengan cukup detail dalam video interaktif dengan pengelola situs TradingNut berikut ini.

Menurut Brown, sistemnya sangat simpel meski tidak selalu menghasilkan profit. Walau begitu, ia sangat menikmati hari-harinya dengan bertrading forex. Baginya, trading forex memiliki potensi besar untuk menghasilkan uang dan sudah menjadi pendapatannya secara tetap.

Karena sudah berpengalaman, Brown kini memiliki peluang profit hingga 75-78% dengan pengalaman trading pada 28 pair mata uang. Selain trading forex, Brown juga tertarik trading pada komoditas emas dan perak.

Brown sangat pintar mengatur waktu trading. Ia tidak melulu memantau chart pergerakan harga seharian penuh. Pemantauan chart dilakukan hanya beberapa saat saja, untuk memastikan sistemnya sudah berjalan dengan baik. Dengan pengaturan seperti itu, ia mengaku dapat tinggal di tempat mana saja yang disukai, asalkan tempat itu memiliki akses internet.

 

Strategi Forex H1 Ala Brown

Dari ulasan sekilas tentang Brown di atas, Anda dapat mengetahui bahwa Brown termasuk sosok trader berpengalaman yang mengandalkan strategi intraday. Nah, salah satu strategi forex Jim Brown yang dibahas dalam artikel kali ini adalah trading dengan menggunakan chart ber-time frame 1 jam.

Dalam strategi ini, ia memakai indikator-indikator turunan dari MA, seperti Simple Moving Average (SMA) 25 dan Exponential Moving Average (EMA) 200. Ia juga menerapkan MACD periode 6, 12, 1 untuk mengkonfirmasi sinyal. Ia hanya akan mencari sinyal buy saat posisi SMA 25 dan harga berada di atas EMA 200 dari atas, sementara grafik MACD masih di bawah level nol.

Strategi forex H1 dari Jim Brown

 

Sebaliknya, sinyal sell hanya ia pertimbangkan ketika SMA 25 dan harga berada di bawah EMA 200, sementara MACD masih di atas level nol.

Strategi Forex H1 Sell

 

Catatan Penting Dari Brown

Brown sering mendapatkan profit dengan strategi forex H1 maupun metode intraday lain yang ia terapkan. Namun, hal tersebut belum tentu berlaku sama jika Anda yang menerapkannya. Hal itu karena cara pikir dan sikap setiap trader dalam menghadapi ketidakpastian pasar biasanya berbeda-beda. Jim Brown bisa sukses menjalankah strategi forex H1 karena ia bisa disiplin di setiap kondisi pasar. Sementara itu, belum tentu mental trading Anda sudah teruji menghadapi simpang siur perubahan kondisi pasar yang tidak bisa diperkirakan.

Meski begitu, Anda dapat mengambil inspirasi dari strategi forex Jim Brown dan mencobanya dulu di akun demo. Dalam menyusun sistem, Jim Brown mengungkapkan bahwa trader harus memiliki sistem trading sendiri, sebagai kiblat dalam trading forex.

Kalau sudah memiliki peraturan itu, Anda harus berkomitmen untuk terus mematuhinya. Dengan berkomitmen, Anda akan menemukan strategi trading yang tepat dan bisa memberikan profit konsisten bagi Anda. Namun, Brown jugamemberikan catatan penting dalam hal ini: strategi trading yang tepat tentunya tidak bisa dihasilkan dalam waktu cepat. Perlu ada uji coba berkali-kali hingga dapat dipastikan akurasinya. Nah, dalam proses uji coba itu, Anda harus memiliki komitmen kuat hingga berhasil.

"Saya pikir banyak orang berekspektasi terlalu banyak di awal dan beranggapan semuanya dapat diperoleh secara instan. Padahal, Anda harus melewati kesulitan terlebih dulu dan memiliki komitmen kuat untuk itu," kata Brown.

 

Seperti halnya strategi, memilih time frame dalam trading forex juga butuh proses panjang dan uji coba beberapa kali. Ada banyak jenis time frame yang digunakan oleh para trader. Selain H1, ada pula H4, Daily, bahkan juga Weekly. Anda dapat memahaminya di artikel Cara Memilih Time Frame Trading Yang Tepat.

Sudah terjun di dunia jurnalis sejak 2013. Aktif menulis di media cetak, online, dan website pribadi dengan berbagai macam topik. Selain itu, juga trading saham sejak 2018.