OctaFx

iklan

Jim Rogers, Partner George Soros Yang Utamakan Komoditas

124494

Selain sebagai partner George Soros, Jim Rogers juga dikenal sebagai salah satu investor sukses yang mampu memilih sektor paling potensial untuk berinvestasi.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Bagi Anda yang ingin menjadi seorang investor sukses, Anda bisa melihat perjalanan dari Jim Rogers. Ia adalah seorang investor tersukses di masanya dengan memiliki aset kekayaan yang sangat fantastis. Rogers pernah menjabat sebagai ketua Rogers Holdings dan Beeland Interests, Inc. Ia juga merupakan mantan pemimpin Quantum Fund, perusahaan finasial yang dibentuknya bersama George Soros, sertaa pendiri dari Rogers International Commodities Index (RICI). Dalam prinsipnya, Jim Rogers adalah salah satu pendukung pasar bebas. Bagaimana kisah dan awal karir hingga ia menjadi seorang milyarder? Kita akan ulas biografinya di bawah ini.

jim rogers
Jim Rogers lahir di Baltimore, Maryland dan dibesarkan di Demopolis, Alabama. Dia memulai usaha pada usia lima tahun dengan menjual kacang tanah. Ia juga sering mengambil botol kosong yang ditinggalkan penonton di stadion bisbol. Jim Rogers mendapat pekerjaan pertamanya di Wall Street setelah lulus dengan gelar sarjana dari Universitas Yale pada tahun 1964. Rogers kemudian mendapat gelar B.A dalam bidang Filsafat, Politik dan Ekonomi dari Balliol College, Oxford University pada tahun 1966.

Pada tahun 1970, ia bergabung dengan perusahaan Arnhold and S. Bleichroder, lalu bersama-sama mendirikan Quantum Fund dengan George Soros di tahun 1973. Selama 10 tahun berikutnya, portofolio yang dikelolanya naik 4,200 persen disaat indeks S&P naik 47 persen. Quantum Fund merupakan sebuah perusahaan finansial internasional besar pertama yang pernah ada. Sejak itu, ia telah menjadi profesor tamu bidang studi keuangan di Columbia University Graduate School of Business.

Utamakan Sektor Komoditas

Sebagai salah satu investor tersukses di dunia, banyak pengalaman yang telah dilalui oleh Jim Rogers. Pada tahun 1980, Sosok yang memutuskan "pensiun" sejak 1980 dan menghabiskan sebagian waktunya dengan bepergian naik sepeda motor keliling dunia ini menanamkan inspirasi terutama dalam hal sektor potensial untuk berinvestasi.

Dalam dunia investasi, Rogers sadar bahwa pasar global penuh dengan ketidakpastian. Jadi, ia mengantisipasi segala kemungkinan buruk dengan menginvestasikan keuntungan yang didapatnya dalam satu sektor, yaitu komoditas. Jim Rogers sempat mengatakan komoditas mungkin akan menjadi sektor Investasi tertinggi di tahun-tahun mendatang, dan investor harus mempertimbangkan untuk mengambil sebagian dari dana investasi mereka dan memasukkannya ke dalam bidang tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai prioritas investasi.

"Jika saya akan membeli sesuatu, saya akan membeli sektor komoditas pertanian," katanya. "Saya pikir membeli apa pun, termasuk pertanian, memiliki kekurangan besar. Tapi saya pikir sektor itu akan menjadi investasi yang besar dalam 10-20 tahun mendatang," ujarnya. Ditanya tentang emas, Jim Rogers pernah mengatakan, "Saya tidak terkejut jika emas akan berada di level USD1.200. Tapi jika harganya turun, saya akan menempatkan dana saya di sana. Emas telah naik dalam 11 tahun dan akan cukup wajar jika terjadi koreksi secara substansial."

 

Pendiri Quantum Fund yang lain, George Soros, juga sangat dikenal sebagai investor dan spekulator top dunia. Ia sempat mengguncang pasar global setelah menyebabkan insiden Black Wednesday pada 1992. Bagaimana kisah sukses dan apa prinsip yang menunjang keberhasilannya? Untuk menemukan jawabannya, ikuti cerita sang tokoh dalam artikel Biografi George Soros Dan Teori Refleksinya.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.