Kasus MFX Broker: Lisensi Dicabut, Trader Tak Dibayar

277452

MFX Broker tengah dilanda prahara sejak sekitar pertengahan tahun 2016 dan belum juga selesai hingga awal bulan kedua 2017 ini, sehingga kuat diduga scam.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

MFX Broker tengah dilanda prahara sejak sekitar pertengahan tahun 2016 dan belum juga selesai hingga awal bulan kedua 2017 ini, sehingga kuat diduga scam. Banyak trader forex yang sebelumnya menjadi nasabah MFX menyatakan permintaan withdrawal mereka ditolak atau pending hingga berbulan-bulan. Pun, saat dikontak oleh Seputarforex.com via chat dan email, tak ada tanggapan.

MFX Broker

 

MFX Broker telah berdiri sejak tahun 2006, dengan kantor pusat di Rusia, tetapi juga memiliki kantor dan regulasi dari Belize. Pialang ini sempat menjadi salah satu favorit trader Indonesia dengan banyaknya IB tersebar di berbagai wilayah. Namun, pada Agustus 2016, salah satu IB terdepannya, MFX Broker Jakarta, merilis sebuah peringatan di forum kaskus.

Dalam peringatan tersebut, pengelola laman mfxbrokerindonesia.com menyatakan telah memutus hubungan dengan MFX Pusat, karena proses withdrawal yang sangat sulit dan bahkan penarikan dana senilai ribuan hingga puluhan ribu dolar tidak dibayarkan. Situs IB tersebut kini sudah offline, sementara laman MFX Pusat masih online, tetapi bagian blognya dipenuhi oleh tuntutan withdraw yang belum juga dibayarkan.

Apa pasal?

 

Kronologi Kasus MFX Broker

Indikasi kasus MFX Broker sebenarnya bisa dilacak sejak tahun 2015, meski tak banyak terungkap ke permukaan.

April 2015.
Nama MFX Broker menjadi bahan perbincangan di situs Forex Peace Army (FPA) karena menawarkan program investasi berimbal hasil tetap hingga 100% per tahun. Klien cukup deposit dana, lalu menunggu untuk mendapatkan bunga secara berkala tanpa perlu melakukan trading atau apapun. Sistem investasi itu dituduh Ponzi, khususnya karena pihak MFX tak bisa memberikan laporan audit.

16 November 2015.
Regulator IFSC Belize merilis Warning Notice berisi pernyataan bahwa MFX Broker Inc tak lagi dilisensi oleh pihak mereka. Bersama dengan itu, IFSC pun memperingatkan agar semua investor berhati-hati. Namun, kabar ini tak menyebarkan kecemasan karena MFX Broker menyatakan hal itu hanya sementara.

Dalam sebuah pernyataannya, MFX Broker berdalih masih akan tetap teregulasi di Belize, hanya saja nama perusahaannya berubah dari MFX Broker Inc menjadi Master Services Inc. Pada kenyataannya, sejak saat itu hingga kini, nama perusahaan Master Services Inc tak nampak dalam daftar broker teregulasi IFSC Belize. Namun, situs MFX Pusat sendiri hingga hari ini (2 Februari 2017) masih mencantumkan lisensi tersebut.

Tak ada perkembangan lagi setelah itu, hingga mendekati pertengahan 2016. Sekitar Juni-Juli, sejumlah klien pengguna MFX Capital (nama program investasi berbunga tetap dan sangat tinggi dari MFX Broker), mulai mengalami kesulitan withdraw.

Agustus 2016.
Posting MFX Jakarta di Kaskus meresahkan para klien. Namun, hingga waktu itu, sebagian trader Indonesia dan IB masih bisa menarik dananya, walaupun ada penundaan lebih lama dari biasa. Saat dikonfirmasi mengenai tuduhan scam dari beberapa pihak, pihak MFX Pusat justru menyalahkan IB, metode transfer dana, atau Exchanger yang digunakan oleh trader

September 2016.
Terdapat tiga kasus MFX Broker di FPA dengan hasil voting bersalah (guilty) pada tempo berdekatan. Dua diantaranya terkait dengan program MFX Capital. Sejak saat itu, jumlah klaim gagal withdraw semakin membengkak, mencakup juga trader forex dengan akun standar.

Menurut wawancara Seputarforex dengan salah satu nasabah MFX Broker bernama Andy, request penarikan dananya sejak 2 November 2016 tak juga di-approve (lihat screenshot). Padahal, ia sudah bertrading dengan MFX Broker pada akun standar sejak tahun 2013. Pendaftarannya melalui MFX Surabaya; tanpa mengikuti fasilitas tambahan apapun, baik itu promosi, kontes, maupun MFX Capital. Tak sendiri, request penarikan dana oleh empat rekan yang direferensikannya pun mengalami hal serupa.

 

Kasus MFX Broker

 

Dengan status MFX Broker yang tak lagi teregulasi, maka tak ada satu pihak pun yang bisa menjadi tempat mengadu bagi trader seperti Andy. Mengingat lisensi MFX Broker telah dicabut, maka sejatinya tak ada yang bisa meng-cover dana, apabila mereka mangkir.

 

Hikmah Dari Kasus MFX Broker

1. Pantau Regulasi Broker Forex.
Pelajaran nomor satu bagi trader, IB, dan Seputarforex.com sendiri, adalah agar selalu memantau status regulasi broker. Ada baiknya mengunjungi bagian Warning di situs regulator broker Anda secara berkala untuk memastikan tak ada kasus atau warning tentangnya.

Perlu waspada dan berpikir dua kali saat berurusan dengan broker forex tak teregulasi. Jika memang ingin bertrading pada broker semacam ini, maka jaga deposit di bawah 1000USD. Tarik profit secara rutin, jangan biarkan menumpuk dalam akun. Dengan demikian, meskipun nantinya sang broker gulung tikar, kerugian bisa dibatasi.

Akan lebih baik lagi bila memilih broker yang jelas teregulasi oleh lembaga regulator bonafid. Misalnya CFTC/NFA Amerika Serikat, ASIC Australia atau FCA Inggris.

2. Hindari Tawaran Investasi Berbunga Tetap Dan Tinggi.
Sebagai trader, tentu kita tahu pepatah "High Risk, High Return". Nah, sesuai logika itu, mana ada orang bisa mendapatkan return tinggi sambil ongkang-ongkang kaki? Para trader sukses pun bisa sukses karena mereka kerja keras; bukan deposit, duduk-duduk , lalu ketiban durian runtuh. (Baca juga: Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi)

Selain itu, ada baiknya mengambil langkah serupa dengan FPA. Kelak, jika broker Anda tiba-tiba membuat program investasi berbunga tetap dan tinggi, maka jangan sampai tergiur. Justru, tarik dana dari broker terindikasi Ponzi tersebut, pindahkan ke yang lain.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain perihal broker forex, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa bertanya langsung pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus broker forex berikut.

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.


Erwin
tolong perbanyak berita2 seperti ini agar para trader lebih berwaspada
Poniman
Termakasih beritanya tentang peberitahuan tentang broker yang bonafit ,semoga  teman-teman yg akan masuk pasar forex bisa milih broker yg bonafit
Magnificad
MFX alias broker Masterforex ini emang dari dulu sering bermasalah.

saya pernah membaca ulasan dari salah satu web di BROKERFOREX.COM bahwa memilih perusahaan broker yang benar itu adalah jangan pernah bertrading di perusahaan broker yang bisa menerima pembayaran dengan semacam exchanger ataupun titip2 orang lain, karena metode itu sebenarnya ilegal. Bahkan broker2 besar semacam FXDD, FXCM, Gain Capital pun tidak mau menggunakan metode2 pengiriman uang dengan cara itu.

Sehingga broker yang bisa menerima metode pembayaran dengan cara2 ilegal maka itu bukan perusahaan broker yang benar, dan biasanya ujung2nya akan bermasalah seperti MFX / Masterforex ini.

selain itu, hindari broker yang memberikan leverage terlalu tinggi seperti 1:1000 atau bahkan 1:3000 , kemudian hindari broker yang memberikan bonus2 besar, karena itu semakin beresiko.

faktor regulasi itu adalah sebenarnya nomor kesekian, karena regulator itu jaman sekarang bisa diakalin kalau saya lihat, dan regulator itu seringkali juga bertindak terlambat , alias sudah scam barulah bertindak dan tidak bisa menyelamatkan dana (sudah terlambat).

Jadi kita sebagai Trader harus pintar2 memilih perusahaan broker yang bonafit dan yang tidak aneh2.

Semoga dengan case ini kita semua dapat belajar lebih berhati2.

Andy
Terima kasih admin sudah posting. Info terbaru sekarang jurnal trader / blog nya di website MFX di tutup karena kebanyakan komplain WD tidak di bayar. Sungguh2 broker SCAM!! masih aja cari mangsa lain.
Wangsa
kemana meminta klaim dana agar bisa dikembalikan atas penipuan MFX ini ?
Seputarforex
Tidak bisa mengklaim kemanapun, karena MFX tidak teregulasi.