Advertisement

iklan

Kebijakan Moneter Bank Sentral

Penulis

+ -

Ada bermacam kebijakan moneter bank sentral yang memengaruhi pergerakan pasar forex. Berikut ini tiga contohnya.

iklan

iklan

Ketika membaca berita ekonomi, Anda tentu pernah menjumpai istilah seperti reverse requirement, open market operation dan lainnya. Istilah-istilah tersebut berhubungan dengan kebijakan moneter bank sentral suatu negara yang akan memengaruhi pergerakan pasar forex. Sebagai trader forex, kita perlu mengetahui apa saja kebijakan moneter yang acap kali dilakukan bank sentral.

Kebijakan Moneter Bank Sentral

Tujuan utama dari kebijakan moneter adalah untuk memenuhi tugas bank sentral dalam menjaga kestabilan nilai tukar mata uang. Oleh sebab itu, kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral pada akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. 

Dalam menentukan sebuah kebijakan, bank sentral negara-negara industri maju tidak tergantung dari pemerintah pusat (independent). Independensi ini dapat disaksikan pada bank sentral-bank sentral terkemuka seperti Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ). Meski begitu, ada juga bank sentral yang masih terkait dengan pemerintah pusat, misalnya People's Bank of China (PBoC).

Penentuan kebijakan moneter bank sentral menggunakan instrumen-instrumen tertentu. Pada artikel ini akan dicontohkan tiga instrumen yang digunakan oleh European Central Bank (ECB), yaitu:

 

1. Operasi pasar terbuka (open market operation) yang akan mempengaruhi  jumlah uang beredar dan aset-aset finansial.

Operasi pasar terbuka adalah cara mengatur uang yang beredar di masyarakat dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah ( government bond atau government securities). Bila ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga. Sebaliknya, bila ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat.

Proses penjualan dan pembelian tersebut dilakukan secara terbuka melalui lelang yang diikuti oleh agen atau pialang surat berharga (securities dealers), seperti lelang penjualan bond yang sering dilakukan oleh pemerintah Jerman, Spanyol, Perancis dan Italia.

Di pasar forex, praktek pembelian surat berharga termasuk kebijakan moneter longgar yang dapat berefek pada pelemahan nilai tukar Euro. Sebaliknya, penghentian pembelian surat berharga atau justru penjualannya, termasuk kebijakan moneter ketat yang dapat mendongkrak nilai tukar Euro.



2. Fasilitas penyediaan (standing facility) yang pada dasarnya menyangkut penyesuaian tingkat suku bunga.

Instrumen kebijakan moneter bank sentral ini mengatur penyediaan dana dari bank sentral kepada bank umum (lending facility), yaitu fasilitas bagi bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Selain itu, mencakup pula penempatan dana dari bank umum di bank sentral (deposit facility), yaitu fasilitas bagi bank yang memiliki kelebihan likuiditas.

Pada prakteknya, untuk mendorong perbankan umum agar menyimpan atau menarik dana di bank sentral, maka bank sentral akan mengubah-ubah suku bunga. Atau dengan kata lain, pengaturan jumlah uang yang beredar bisa dilakukan dengan memainkan tingkat bunga bank sentral yang dikenakan pada bank umum. Untuk menambah jumlah uang beredar, bank sentral akan menurunkan tingkat suku bunganya; sedangkan untuk mengurangi jumlah uang beredar, bank sentral akan menaikkan suku bunganya.

Efek dari kebijakan moneter bank sentral ini pun bisa jadi ada dua. Apabila bank sentral menaikkan suku bunga, maka nilai tukar dapat menguat. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga, maka nilai tukar bisa melemah.



3. Cadangan wajib (reverse requirement)  yang digunakan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan membatasi ekspansi kredit.

Instrumen kebijakan moneter ini mengatur jumlah uang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada bank sentral. Untuk menambah jumlah uang beredar, bank sentral menurunkan jumlah cadangan wajib minimum. Sebaliknya, untuk mengurangi jumlah uang beredar, bank sentral akan menaikkan cadangan wajib minimum. Hal ini dimaksudkan pula untuk menjaga kestabilan tingkat suku bunga dan ekspansi kredit perbankan.

Sebagai contoh, jika sebuah bank memiliki deposito 1 milyar Euro dan cadangan wajib minimum 1%, maka bank tersebut harus menempatkan dana minimum 10 juta Euro di ECB. Apabila cadangan wajib ditingkatkan menjadi 2%, maka penyaluran kredit bank tersebut akan berkurang; sebaliknya jika cadangan wajib dikurangi menjadi 0.5%, maka penyaluran kredit bank tersebut akan meningkat.

Berikut adalah infografi yang menjelaskan informasi di atas dengan tampilan menarik, untuk mempermudah pemahaman Anda:

Infografi Kebijakan Moneter Bank Sentral

Demikianlah sekilas gambaran mengenai macam-macam kebijakan moneter bank sentral. Tertarik mempelajari lebih dalam? Simak juga artikel Memahami Kebijakan Bank Sentral: Suku Bunga, Stimulus, dan Intervensi.

129035
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Nasir
Pak kalau untuk memahami peran penting dalam perekonomian global berarti harus paham alur bank sentral dan pemerintah? Karena mereka saling bahu membahu membangun pertumbuhan perekonomian di negara. Mohon untuk pencerahannya agar saya bisa memahami menyeluruh. Terimakasih Pak Martin, cukup jelas ulasan di artikel..

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini