OctaFx

iklan

Kembali Ke Dasar Trading (2)

145295

Ketika Anda mengetahui bahwa hasil akhir trading Anda sepenuhnya bergantung pada Anda, maka Anda akan bisa memulai untuk membuat kemajuan. Aspek psikologi dalam trading sangat berperan.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Pada bagian sebelumnya telah dibahas salah satu unsur yang mendasari langkah-langkah untuk menjadi trader yang sukses, yaitu kepercayaan. Unsur berikutnya adalah keadaan mental dan strategi mental yang diperlukan untuk mengerjakan langkah-langkah tersebut.


Kembali Ke Dasar Trading

Keadaan mental

Untuk bisa menyelesaikan setiap pekerjaan tanpa kesulitan dibutuhkan keadaan mental yang optimal. Sebagai contoh, untuk melakukan eksekusi trading yang menurut Anda bisa menghasilkan profit dibutuhkan keberanian dan komitmen secara total. Sebaliknya rasa takut atau ragu-ragu adalah keadaan mental yang sangat tidak menguntungkan, apa lagi pada saat Anda hendak melakukan eksekusi trading.

Keadaan mental sangat berhubungan dengan pengendalian emosi dan perilaku disiplin. Keadaan emosional contohnya seperti: tidak sabar dalam menyikapi pergerakan harga pasar, takut pada pergerakan harga pasar atau terlalu optimis pada kondisi pasar. Mengendalikan emosi Anda adalah langkah awal untuk mencapai keadaan mental yang optimal, dan ketika Anda telah mengetahui bahwa hasil akhir trading Anda sepenuhnya bergantung pada Anda, maka Anda akan bisa memulai untuk membuat kemajuan yang berarti.

Strategi mental
Untuk memahami strategi mental dalam trading, Anda harus tahu bagaimana urutan pemikiran secara umum dalam mengerjakan sesuatu. Orang berpikir untuk mengerjakan sesuatu berdasarkan masukan yang diperoleh dari inderanya, yaitu visual, pendengaran dan perasaan. Strategi mental adalah urutan langkah demi langkah dalam Anda menggunakan indera tersebut, yang juga urutan cara berpikir.

Sebagai contoh, strategi yang paling efektif untuk menentukan langkah eksekusi dalam trading adalah: 1. Melihat sinyal trading. 2. Mengenali bahwa itulah sinyal trading yang Anda harapkan. 3. Memiliki perasaan yang baik, atau yakin akan sinyal trading tersebut. 4. Ambil tindakan. Jika mungkin cara berpikir Anda tidak sesuai urutan tersebut, mungkin Anda tidak akan mengambil tindakan (masuk pasar), atau mungkin tindakan Anda akan sangat lambat.

Dr. Van Tharp percaya bahwa sukses atau tidaknya seseorang dalam trading berkisar pada tiga hal tersebut: kepercayaan, keadaan mental dan strategi mental. Jadi menurut Van Tharp segala sesuatu tentang trading seratus persen adalah mengenai psikologi, termasuk mengapa dan bagaimana Anda trading, dan sistem trading bagaimana yang hendak Anda ikuti.

Banyak yang menganggap hal itu adalah antithesis dari apa yang telah dipelajarinya di sekolah tinggi ekonomi atau keuangan, namun demikianlah kenyataannya, aspek psikologi dalam trading sangat berperan dalam menentukan kesuksesan seorang trader. Trader tahu apa yang diharapkan dari trading, tetapi banyak dari mereka yang sebenarnya takut untuk sukses atau gagal. Akibatnya mereka cenderung untuk melawan perubahan, berprasangka, dan akhirnya mengalami kerugian. Jika Anda bisa menghilangkan ketakutan, maka Anda akan cenderung bisa menghilangkan prasangka tersebut. 

(Selesai)

Sumber : www.actionforex.com : Van Tharp Back-To-Basics Series, by Dr. Van K Tharp

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Forexsuccess
strategi mental tidak diajarkan di sekolah - sekolah padahal yang paling penting untuk membuat orang - orang sukses adalah mental. dan pelajaran strategi mental jauhhh jauuh lebih sulit dipelajari dibanding teori yang ada di sekolah. masuk dunia trading strategi mental sangat dominan untuk menentukan kesukseskan anda semua
Fifi_baobei
setuju...... :)
Beni Indrawan
Tapi strategi mental itu bkn hanya soal kurang berani aja, tp juga buat yg trlalu berani ngambil risiko. Kyk gitu kan patut diwaspadain jg
Martin S
@ Beni Indrawan:
Trading harus berani mengambil resiko, tetapi juga harus disertai dengan money management yang memadai seperti misalnya risk/reward ratio yang lebih tinggi dari 1:1, memaksimalkan profit dengan teknik trailing stop ketika trend sedang kuat, dan strategi lainnya..
Erix Fx
bener tuh gan, disini justru trader2 pemula itu cenderung suka berani ambil resiko. belum apa2 udah pake leverage yg tinggi, kalo loss bukanx evaluasi diri tp mlh lgsng coba trs n kadang2 suka nyalahin brokernya ato pihak2 lain.
Martin S
@ Erix Fx:
Leverage tinggi sebenarnya tidak apa-apa asal disertai dengan money management terutama pengendalian resikonya. Dengan memilih leverage yang tinggi sebenarnya trader bisa menghemat margin atau jaminan sehingga bisa open posisi lebih banyak, asal saja emosi tetap harus dikontrol agar tidak over-trading yang biasanya bisa menyebabkan loss.
Beni Indrawan
Karakter setiap orang beda-beda, maka dari itu perlu melatih keadaan mental supaya bisa seimbang dan stabil.
Hendi Wibowo
To beni
mungkin maksud agan keadaan mental bukan strategi mental. karena yang gw lihat strategi mental udah bahas langkah-langkah pengambilan keputusan bukan menyesuaikan ke keadaan mental lagi. plus juga udah disebutkan kalau selain terlalu takut atau ragu-ragu emosi yang terlalu optimis juga kurang baik. itu secara g langsung kan juga bisa mewakilin sikap terlalu berani ngambil resiko, cs biasanya seperti itu juga makin didorong sama motivasi yg asalnya dari optimis berlebihan itu
Haidan Ari
Kuncinya bisa ditemukan pada berusaha trading seobjektif mungkin. Hindari prasangka dan buat emosi senetral mungkin, tidak terlalu dipengaruhi rasa takut tapi juga tidak terlalu percaya diri berlebihan. Meskipun kedengarannya sulit tapi memang benar, saat trading sudah diliputi penuh dengan prasangka maka di situ sebenarnya trader sudah mulai salah arah. Tepat sekali untuk menyatakan dasar trading sebagai aspek mental trader, karena memang basis trading yang paling mendasar bukan terletak pada skill, pengetahuan, maupun fasilitas trading, tapi berangkat dari aspek mental trader itu sendiri.
Hendi Wibowo
apa maksudnya antithesis itu adalah kebalikan? jadi sebenarnya ilmu mental itu berkebalikan dengan apa yg diajarkan di sekolah ekonomi ?? kalau iya berarti memang kondisi mental yg benar itu sesuatu yg didapat dari pengalaman ya... master ini mungkin berani membicarakan hal yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya karna sudah punya pengalaman sendiri... sedangkan di sekolah kita biasanya cuma dipersiapkan, beda dengan orang lain sendiri yang mengalaminya.
Martin S
@ Hendi Wibowo:
Ya, antithesis maksudnya berlawanan. Di sekolah tinggi ekonomi atau keuangan tidak diajarkan ilmu mental terutama bagaimana mengendalikan emosi ketika trading. Dr. Van Tharp ini memang seorang psikolog dan sekaligus mentor trading, jadi latar belakangnya ilmu psikologi. Dia tentu lebih menekankan ilmu mentalnya baik dari segi teori maupun dari pengalaman para murid-muridnya.
Gilang Zen
@Hendi, hmm sejalan donk sama usulan ttg kesuksesan trader forex yang gk tergantung dr pendidikan? Trader yg berhasil buktinya emang gk semuanya berawal dr kuliah dijurusan ekonomi. Background mereka macem2, barangkali emang yang jadi penentu bener kondisi mental. Pengetahuan bisa dicari sambil jalan, lagian info & data2 yang diperlukan udah mudah diakses dn gk makan banyak biaya.
Jd perlunya sekolah trading itu sebenernya buat apa kalo semua pelajaran bisa kita akses sendiri? Kursus online pun kita bisa lakuin sendiri dari rumah...
Riko Nl
iy bang sbnrny agak krg bs diliat jg gunax ikutn seminar ato semacamx. yg bikin beda itu klo kita nyewa mentor sndiri ato join di grup sesama trader. apalagi sbg newbi psti butuh bnyk bimbingn. antara bljr sndr sm diajarin org yg udh phm kn pst hsilny beda. jd drpd repot2 nyari trus mungkn byr sekolah trdng yg sbnrny krg mnjanjikan jg mnding cr mentor ato temen trader yg brsedia share ilmu + pengalaman. djmin brmanfaat tuh bang
Tukijo
Memang harus punya strategi yang simple atau gampang untuk dilihat. Supaya jangan kelamaan dan habis waktu untuk analisa. Itu strategi "back to basic" yang pas. Lha wong..trader top yang udah punya sistem yang sangat komprehensif dan dibekali juga dengan tim yang mumpuni..pu juga mengalami kerugian. Jadi buat yang masih pemula..tetap lah menjadi ringkas. Buatlah sistem segampang mungkin agar tidak ada hambatan untuk segera open posisi. Begitu nanti sudah jalan baru dievaluasi. Apakah yang kita sebut sinyal itu benar-benar mengarahkan pada gerakan sesuai harapan atau justru kontra. Jika kontra maka kita baru tambahkan aturan baru untuk memilih sinyal.