OctaFx

iklan

Kenalan Dengan Kenny G, Musisi Jazz Sekaligus Trader Sukses

287094

Semakin bekurangnya komisi dari penjualan album fisik dan maraknya pembajakan musik secara online, membuat Kenny G banting setir menjadi trader saham.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menjadi seorang trader bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa melihat usia, gender, maupun profesi. Bahkan seorang pemain musik pun bisa menjadi trader jika dia memang berniat ingin menekuninya. Kenneth Bruce Gorelick adalah satu contohnya. Pria kelahiran Seattle, Washington ini merupakan seorang pemain saksofon yang ternyata juga menekuni dunia trading saham. Bermula dari pertemuannya dengan CEO Starbucks, Howard Schultz, mata hatinya pun terbuka untuk mempelajari lebih lanjut mengenai saham. Seperti apa sepak terjangnya? Simak ulasannya berikut ini.

 

Sekilas Tentang Kenny G

Pria dengan nama lengkap Kenneth Bruce Gorelick ini mulai menyukai dunia musik sejak tahun 1966. Di usianya yang ke-10, dia menemukan cinta pertamanya terhadap musik melalui saksofon. Kepiawaiannya pun semakin terasah, dan dia mulai bermain secara profesional pada usia 17 tahun. Kala itu, Kenneth disewa oleh Barry White (seorang penyanyi dan pencipta lagu berkebangsaan Amerika Serikat) untuk bermain dengan Love Unlimited Orchestra di Paramount Northwest Theatre, Seattle. Ini adalah pertunjukan perdananya dalam bermain saksofon, dan saat itulah dia resmi menggunakan nama Kenny G sebagai nama panggungnya.

Kenalan Dengan Kenny G., Musisi Jazz Yang Berprofesi Trader Saham

Ketika di bangku kuliah, alih-alih mengambil jurusan musik, Kenny G malah mengambil jurusan akuntansi di University of Washington. Meski demikian, hal tersebut tidak memupuskan semangatnya untuk tetap bermusik. Dia terus mendalami karirnya di dunia musik sembari kuliah. Terbukti pada tahun 1982, dia menandatangani kontrak kerjasama dengan Arista Record. Di sinilah Kenny G mulai merilis sejumlah album, antara lain G Force, Gravity, dan yang paling populer adalah Duotones dengan total penjualan sebanyak 5 juta kopi

Namanya yang kian bersinar membuat Kenny G banjir tawaran kerjasama dengan berbagai artis-artis papan atas, seperti Aretha Franklin, Whitney Houston, Natalie Cole, Barbra Streisand, Burt Bacharach, dan Frank Sinatra.

Prestasinya yang luar biasa semakin diakui. Pada tahun 1994, Kenny G sukses meraih Grammy Award di kategori Komposisi Instrumental Terbaik untuk lagu Forever in Love. Di tahun sama, dia juga merilis album berjudul Miracles yang sukses meraih peringkat pertama di Billboard 200. Tak hanya itu, pada tahun 1997, dia tercatat dalam Guinness World Record setelah sukses memainkan nada terpanjang yang pernah direkam oleh saksofon. 

 

Awal Perkenalannya Dengan Dunia Trading Saham

Musisi ini memulai karirnya sebagai trader saham pada tahun 1980-an, ketika pamannya memperkenalkannya pada CEO Starbucks, Howard Schultz. Kala itu, perusahaan Starbucks masih belum Go Public dan sepopuler saat ini. Dari perbincangannya dengan sang CEO, Kenny G kemudian setuju untuk menginvestasikan uangnya di saham Starbucks. Ternyata ini adalah pilihan yang tepat, karena tak lama kemudian, nilai saham Starbucks meningkat 12,000%. Apa alasan Kenny G berinvestasi di Starbucks begitu awal? Inilah jawabannya:

"Saya benar-benar tidak tahu banyak tentang kopi, tetapi dia (Howard Schultz) adalah orang yang karismatik. Dia sangat cerdas dan bersemangat. Saya mengatakan apa pun yang Anda lakukan, saya ingin menjadi bagian dari Anda. Jadi saya berinvestasi lebih banyak untuknya."

Di samping itu, Kenny G juga terang-terangan mengakui bahwa meskipun total penjualannya sudah melebihi 75 juta kopi, dia menghasilkan lebih banyak uang dengan berinvestasi di Starbucks.

Kenalan Dengan Kenny G., Musisi Jazz Yang Berprofesi Trader Saham

(Baca juga: 10 Cara Cepat Sukses Investasi Saham)

Berkat keberhasilan pertamanya berinvestasi di Starbucks, Kenny G semakin rajin dan bersemangat untuk menekuni profesi barunya sebagai trader saham. Setiap pagi, pemain saksofon ini memiliki rutinitas baru; bukan minum kopi, tapi dia secara intens memeriksa harga saham-saham perusahaan. Lambat laun, perhatiannya terhadap dunia musik pun mulai teralihkan. Hal ini seiring dengan semakin bekurangnya komisi dari penjualan album fisik dan maraknya pembajakan musik secara online.

Kenny G kini lebih suka menghabiskan pagi harinya di depan layar komputer dan bertrading saham pada 30 perusahaan di portofolionya. Dalam kurun waktu satu dekade (sekitar 10 tahun), Kenny G sukses memperoleh uang sama banyaknya dengan uang yang diperolehnya dari dunia musik melalui trading saham.

"Sebagian besar pelaku bisnis musik tidak menghasilkan banyak uang seperti dulu... Saya bisa menjadi emosional dalam musik saya, tapi saya akan bersikap realistis ketika berhadapan dengan trading saham," jelas Kenny G.

 

Bagaimana Cara Trading Kenny G?

Kenny G ternyata memiliki cara yang unik dalam bertrading saham. Dikutip dari Reuters, Kenny membuka dua akun sekaligus. Satu akun dipakai olehnya untuk bertrading saham sendiri, sementara satu akun lainnya dikelola secara langsung oleh Todd Morgan, seorang penasehat keuangan sekaligus pendiri Bel Air Investment Advisor yang berbasis di Los Angeles.

Selain itu, Kenny juga menekankan pentingnya selektif dalam memilih saham yang akan diinvestasikannya. Musisi yang bernah berkolaborasi dengan Glenn Fredly ini rajin menggali informasi dari orang-orang yang dianggapnya kompeten di bidang tertentu. Apabila dia menilai suatu perusahaan terlihat menjanjikan, maka dia tidak akan buru-buru menyuntikkan uangnya ke perusahaan tersebut. Kenny akan membaca terlebih dahulu berbagai berita mengenai perusahaan terkait, serta melakukan beberapa penelitian lainnya.

Analisa saham

(Baca juga: 3 Cara Analisa Saham)

Contohnya adalah ketika dia membeli saham Potash Corp dari Saskatchewan Inc, sebuah perusahaan eksportir pupuk terbesar di dunia. Trader yang namanya sudah terpajang dalam Hollywood Walk of Fame ini mendengar tentang perusahaan tersebut dari seorang rekannya di Kanada, yang merupakan seorang trader sukses.

Pertama-tama, Kenny mengamati saham tersebut selama dua bulan. Setelah dirasa waktunya tepat, dia pun mulai membeli saham di perusahaan tersebut di harga 30 Dolar per lembar pada tahun 2010. Siapa yang menyangka jika setahun setelahnya, harga saham di perusahaan tersebut melonjak hingga 62 Dolar per saham. Kenny kemudian menjual sahamnya di harga 60 Dolar, sehingga sukses menggandakan modalnya dari saham tersebut.

Namun di balik kesuksesan tersebut, Kenny juga pernah gagal. Dia pernah membeli saham di Dendreon Corp melalui rekomendasi seorang temannya. Dia membelinya seharga 35 Dolar pada awal 2011. Tak lama berselang, perusahaan tersebut mengumumkan bahwa penjualan produk vaksin kanker prostat mereka tidak memenuhi harapan. Kenny pun harus rela menjual sahamnya di Dendreon Corp seharga kurang dari 5 Dolar. Setelah peristiwa tersebut, Kenny kini lebih berhati-hati dalam memilih saham agar tidak terjebak dalam situasi serupa di kemudian hari. 

 

Pelajaran Berharga Trading Saham Ala Kenny G

Dalam trading saham, realistis itu perlu. Terkadang, seorang trader tidak hanya mengalami hari baik, tapi mereka juga harus bersiap dengan kemungkinan menghadapi hari yang buruk. Artinya, seorang trader juga harus menerima apabila mereka tidak bisa mendapatkan profit konsisten dari trading tersebut.

Sebagaimana pengalaman trading Kenny G di atas, dia pernah mendapatkan keuntungan yang luar biasa, tapi di sisi lain dia pun juga pernah mengalami loss tak kalah luar biasa pula. Dari berbagai pengalaman Kenny G, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa didapatkan. Seorang penulis dari The Motley Fool, LLC bernama Tim Beyers, merangkum 4 hal mengejutkan yang diajarkan Kenny G, yaitu:

 

1. Memilih Saham Pemenang Untuk Investasi Jangka Panjang 

Sebagaimana dijelaskan di atas, Kenny G sangatlah beruntung ketika dia membeli saham Starbucks yang saat itu masih berstatus gerai kopi biasa di Seattle. Apakah hanya faktor keberuntungan? Tentu tidak. Memilih saham pemenang tentu menjadi sebuah hal yang penting untuk investasi saham jangka panjang. Dari sini, dia bisa mendapatkan keuntungan sebesar 12,000% yang mampu menyaingi perolehan Warren Buffet.

Sebelum memilih saham, sebaiknya diperhatikan dengan seksama bagaimana prospek ke depan dari perusahaan tersebut. Kenny G paham betul bagaimana karakter dari CEO Starbucks saat itu meski gerai kopinya belum berkembang. Figur berambut keriting ini meyakini bahwa semangat dan kharisma yang dimiliki sang CEO akan bisa membuat nama Starbucks kian melejit di seluruh dunia. Hasilnya ternyata benar, Starbucks bisa sukses, dan Kenny G langsung mendapatkan profit yang luar biasa.

 

2. Pertimbangkan Masukan Dari Orang Yang Lebih Berpengalaman

Terkadang, seorang trader saham tidak bisa berdiri sendiri dan mencari semua informasi dengan upayanya sendiri. Ada kalanya, masukan dari orang lain pun juga harus didengarkan. Kenny G mendapatkan manfaat dari keterbukaan ini ketika dia membeli saham Potash Corp seharga 30 Dolar, dan di tahun setelahnya menjualnya kembali dengan harga dua kali lipat.

Kenalan Dengan Kenny G., Musisi Jazz Yang Berprofesi Trader Saham

Berkat bantuan informasi dari rekannya, pencapaian tersebut sukses dia raih. Tapi hati-hati juga untuk tidak terlalu bergantung pada masukan dari teman. Namun karena tak selamanya masukan itu berakhir mulus, sebaiknya filter baik-baik informasi yang rekan Anda berikan. Ingat, Kenny G juga pernah salah membeli saham yang direkomendasikan temannya. Agar bisa mempertimbangkan saran secara bijak, jadikan masukan investasi sebagai referensi semata, sisanya Anda sendiri yang harus melakukan riset guna melihat baik tidaknya saham tersebut untuk jangka panjang.

 

3. Trading Saham Bukan Permainan, Anda Harus Serius Dan Punya Rencana

Kenny G pernah mengatakan bahwa dia beralih profesi sebagai trader saham karena tidak ada kepastian penghasilan yang diperolehnya di pasar musik. Ini akan menjadi rencana yang bodoh jika dia melakukannya hanya dengan niat main-main. Nyatanya, Kenny benar-benar serius dan mempelajari semua hal dengan baik.

Jika tidak demikian, mana mungkin dia bisa sukses mendapatkan profit luar biasa dari saham Starbucks, dan beberapa saham lainnya yang dia miliki. Dia rela bangun pagi dan setiap hari rutin memantau harga saham, melakukan riset yang mendalam terhadap saham-saham tertentu sebelum melakukan investasi, serta upaya lainnya yang benar-benar membutuhkan komitmen dan ketelatenan.

 

4. Selektif Menyusun Portofolio Trading

Kenny G membatasi portofolio trading hanya pada kurang lebih 30 saham perusahaan. Dari sini, bisa dilihat sisi efisien dari Kenny G yang tidak perlu melacak atau mengamati semua perusahaan terdaftar untuk mendapatkan profit. Dia cukup cerdik menyiasati dana yang dipakainya untuk investasi. Sosok kelahiran Seattle ini juga mempercayakan sebagian dananya untuk dikelola Penasehat Keuangannya, Todd Morgan.

Todd sendiri bukanlah penasehat keuangan biasa. Dia sudah biasa mengelola dana dari para kliennya yang harus memenuhi batas minimum aset investasi senilai 20 juta Dolar AS, serta menjaga porsi dalam portofolio mereka untuk perdagangan saham.

 

Akhir Kata

Perjalanan hidup Kenny G bisa memberi inspirasi pada kita semua bahwa menjadi seorang trader itu adalah pilihan. Tanpa memandang profesi apa yang kita miliki saat ini, apabila kita sudah memantapkan hati terjun di dunia trading, tidak ada hal mustahil untuk diraih. Yang perlu diingat adalah bersikap realistis dan tidak termakan emosi ketika bertrading. Jangan lupa pula melakukan perencanaan yang matang, supaya hasil yang didapatkan juga maksimal.

Profil Kenny G

 

Kini Anda telah mengetahui sepak terjang Kenny G di dunia trading saham. Anda juga bisa menyimak cerita menarik lainnya mengenai Irving Kahn, seorang investor sukses tertua di dunia. Pria yang wafat di usia lebih dari 1 abad ini punya perjalanan panjang di dunia investasi dan trading. Simak selengkapnya di artikel kami yang berjudul Irving Khan, Investor Veteran Yang Abaikan Spekulasi Pasar.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.

Erika
Sekarang orang2 banyak yang lebih realistis dalam mengambil tindakan.
Paris John
Ujung2nya juga mencari uang sebanyak mungkin. No Money No Happy.
Bila
Wow! a favorite musician of mine is now a trader. Makin ngefans ... hehe
Rizal Sf
Yes, indeed. Hopefully, dalam beberapa waktu ke depan, ada jadwal performance dari sang legend ini sehingga kita semua bisa menyaksikan kepiawaiannya dalam bermusik.
Gundala
Perbanyak artikel inspiratif semacam ini gan.