Kenapa Forex Dianggap Hal Yang Susah

114754

Forex dianggap berat karena para pelakunya dituntut untuk bisa "meramal" dengan berbagai macama analisa kemana harga akan bergerak. Baik menggunakan analisa teknikal maupun analisa fundamental

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sudut pandang seseorang terhadap sebuah kegiatan usaha itu pasti akan berbeda-beda termasuk juga sudut pandang terhadap bisnis forex. Ini dikarenakan pengetahuan seseorang berbeda-beda karena kurangnya pemahaman dalam disiplin jenis usahanya.

Termasuk forex, ada yang mengatakan forex itu judi, haram, halal, susah, dan banyak lagi pendapat-pendapat mereka di luar sana. Tetapi satu hal yang pasti, bahwa bisnis forex itu semakin hari semakin terus berkembang. Banyak masyarakat yang mulai melirik usaha ini, walau saya sendiri tidak tahu apa alasan dibalik ketertarikan mereka semua.

Mungkin ada yang beralasan ingin menjadi seorang trader untuk membuktikan bahwa ia mampu melakukan perdagangan forex. Ada yang ingin membalas dendam hingga terus bertahan dalam usaha forex. Ada yang menjadikan forex sebagai usaha sampingan, ada juga yang menjadikan forex sebagai usaha utamanya. Yang pasti banyak sekali alasan di luar sana kenapa harus bertahan dalam bisnis yang dianggap berat ini.

Sejenak saya merenung kenapa forex itu dianggap berat. Toh kenyataannya kita tinggal memilki koneksi internet yang dijaman sekarang begitu mudah untuk didapatkan. Setelah itu tinggal klik mouse untuk melakukan transaksi jual dan beli.

Ternyata (sepemahaman saya pribadi) forex dianggap berat karena para pelakunya dituntut untuk bisa "meramal" dengan berbagai macama analisa kemana harga akan bergerak. Baik menggunakan analisa teknikal maupun analisa fundamental. Jadi semua ini lebih berkaitan erat dengan psikologi dibanding dengan teknisnya. Hal inilah yang mungkin banyak membuat para pelaku usaha forex merasakan tekanan yang cukup tinggi. Bagaimana tidak, kita bukanlah peramal tetapi "dipaksa" untuk bisa meramal sesuatu ke depan.
 

kenapa forex dianggap susah

Menurut saya hal ini bisa dibilang memaksakan kehendak, yaitu memikirkan yang bukan kapasitas kita untuk dipikirkan. Coba tanyakan saja pada diri sendiri, kenapa masih mau menggeluti sebuah usaha yang memiliki tekanan yang cukup kuat seperti ini? Apa alasannya? Apa rasa penasarankah? Atau apa?

Banyak hal yang harus ditanyakan dan direnungi oleh diri sendiri sebelum kita melanjutkan pada bisnis forex ini. Tetapi di luar itu semua sesungguhnya kita sebagai manusia yang diberikan akal untuk berpikir sangat bisa untuk mengatasi masalah yang disebutkan di atas. Dengan cara membuat sebuah sistem yang jelas dan terukur dalam melakukan transaksi sesuai dengan karakter pribadi masing-masing.

Kita bukanlah peramal, dan pergerakan pasar hanya bisa dianalisa dengan sebuah ketidakpastian. Dan untuk menghadapi semua itu, tidaklah mungkin kita mampu menguasainya bila tidak memiliki konsep yang jelas. Untuk membangun sebuah usaha pasti akan dibutuhkan sebuah sistem dan strategi. Maka kenalilah usahamu dan buatlah sistem dan strategi untuk mengatasi masalah usahamu itu.

Jadi, forex bukan sekedar jual dan beli, forex bukan sekedar chart. Forex bukan sekedar analisa teknikal dan fundamental, forex juga bukan untung-untungan. Forex adalah sebuah kegiatan usaha yang memiliki karakter tertentu dan kita harus bisa menyesuaikan dengan karakter tersebut. Buatlah sistem dalam setiap langkah usahamu karena sistem ini akan meringankan apa yang akan dikerjakan ke depan nanti.

Eris mengenal trading forex sejak tahun 2012, kemudian mulai menulis untuk Seputarforex pada tahun 2013. Memiliki ketertarikan pada psikologi trading, karena topik ini sering dikesampingkan trader, padahal sangan menentukan kesuksesan dalam forex.


Ahmad Efendi
kadang keberatan itu juga ada hub nya sama alasan trader itu jadi trader fx, beban mental dari trader yg cuma jadikan fx sebagai usaha sampingan jelas beda kan sama yg trading fx nya dijadikan pekerjaan utama? sama juga dengan yg cuma sekedar trading untuk bisa profit dari sinyal, beban nya jelas bedakan sama trader yang tujuan nya terus trading itu karna untuk balas dendam?
Danny Axels
Iya betul, bahkan ada juga yg trading karena mang udah hobi. Kalo kasusnya kayak gitu seringan malah seneng2 aja, kalo lagi ketemu sama situasi yg sulit malah dijadiin tantangan. Yah asal tradernya tetep sadar sama kewajaran rugi dan pergerakan harga yg nggak mungkin bisa dikendalikan perseorangan, ane rasa trading bisa tetep enjoy aja kok meskipun pernah loss sana sini.
W. Efrizal
Yang membuat banyak trader merasa kesusahan mungkin juga adalah sifat market itu sendiri yang arah pergerakannya tidak terkendali. Dan tidak adanya jaminan profit maupun sukses ketika sudah nyemplung, semuanya itu tergantung dari proses, proses belajar dan proses trading.

Karena manusia lebih suka yang pasti-pasti, makanya trader banyak yang sering khawatir soal kemungkinan loss yang selalu mengancam, Sekalipun sudah sesuai sistem, loss itu bukannya tidak akan mampir sama sekali kan? Nah ini, untuk menyikapinya kan harus dipikirkan juga bahwa loss itu adalah bagian dari trading.

Dengan begitu pasti bisa lebih bijak untuk tidak menyesali kerugian dan fokus mendapatkan profit lebih baik lagi.
Herdian.dewe
ane masih nubai, pengennya sih belajar forex karna tertarik bisa dapetin profit dengan cara yg keliatannya gampang, tapi setelah liat2 ternyata susah banget ya forex ini? memang gabisa diremehin ini trading. kayaknya aja gampang tapi ternyata susahnya naudzubillah... wkwkwkwk
W. Efrizal
Karena testimoni anda ini saya jadi teringat kalau sebagian besar motif trader masuk ke forex ini adalah karena profitnya. Apa ini karena iming-iming dari beberapa pihak yang mempromosikan forex sebagai jalan pintas cepat kaya? Mungkin promosinya tidak akan gamblang seperti itu, tapi dari beberapa yang pernah saya temui kesan yang ditimbulkan memang demikian. Di sini hanya bisa berharap semoga trader baru yang tertarik mencicipi forex bisa belajar lebih lanjut dengan sumber informasi yang lebih bisa diandalkan.
Mira Mizdi
yah itu sih kembali ke masing2 pribadi, ada yang memang suka nyari tantangan, ada jg yang suka cari posisi aman. Tapi toh forex benernya bukan murni 100% high risk, kalo kita tahu risk/reward ratio bisa koq di-manage. Baca aja artikel manajemen resiko di SF, banyak tuh
Hijackerfx
susah di awal, enak di akhir... eh eh eh