Kesulitan Dalam Membuka Posisi Trading ?

banyak sekali trader yang mengalami kesulitan untuk membuka posisi. Apa penyebab dan solusinya?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Apakah Anda merasa sulit ketika hendak ‘menarik pelatuk’ untuk buka posisi ketika trading ? Mungkin Anda tahu kondisi pasar sekarang dan Anda seharusnya masuk, tetapi karena beberapa alasan Anda tidak melakukannya, atau mungkin pada hari berikutnya ketika Anda melihat kembali setup trading Anda dan berkata pada diri Anda seharusnya kemarin buka posisi. Atau ketika Anda melakukan manual trading dan telah menutup posisi pada level breakeven ternyata keesokan harinya Anda mengetahui bahwa seharusnya target profit Anda bisa tercapai saat Anda tidak memonitor harga pasar. Banyak trader yang masih mengalami hal serupa sekalipun telah lama berkecimpung dalam pasar forex.

 

Kesulitan Dalam Membuka Posisi Trading

Kenapa Anda tidak ‘menarik pelatuk’ untuk buka posisi ?
Ada beberapa hal yang menyebabkan Anda tidak jadi ‘menarik pelatuk’ trading walaupun Anda tahu setup trading yang Anda buat telah valid :

Takut - rasa takut untuk masuk pasar adalah hal yang biasa dialami oleh para trader pemula atau oleh trader yang telah berpengalaman tetapi baru menderita kerugian cukup besar dan berturutan. Rasa takut ini bisa disebabkan karena Anda tidak benar-benar memahami strategi trading yang telah Anda terapkan, atau level resiko per posisi yang Anda buka terlalu besar hingga loss yang Anda alami cukup besar. Tetapi apapun alasannya, rasa takut ini tidak seharusnya ada pada seorang trader yang ingin benar-benar sukses.

Kurang memahami penerapan strategi trading - mungkin Anda tidak seratus persen memahami bagaimana menggunakan strategi trading yang Anda adopsi. Jika ini masalahnya, Anda bisa mempelajarinya lagi dari awal, dan menerapkan pada account demo sampai Anda benar-benar mengerti dasar dan alasan strategi tersebut diterapkan, mulai dari pembukaan posisi sampai pada penentuan risk/reward ratio atau besarnya resiko tiap posisi.
Sebagai informasi, jika Anda menerapkan banyak indikator teknikal yang memenuhi platform trading Anda hingga terkesan begitu komplek, mungkin Anda akan kesulitan dalam mengurai dan menyimpulkan sinyal trading karena sinyal indikator yang saling bertentangan. Dengan strategi yang efektif dan sederhana seperti metode price action yang mencermati pergerakan harga pasar secara natural, masalah tersebut bisa dihindari. Dengan metode price action, Anda hanya akan masuk pasar jika setup pergerakan harganya telah benar-benar valid.

Tidak percaya diri - mungkin Anda meragukan kemampuan diri Anda sendiri untuk menjadi seorang trader yang sukses. Apapun alasannya, dengan meragukan kemampuan trading Anda sendiri, Anda akan kehilangan banyak peluang trading yang bagus.

Terbebani oleh satu posisi trading - seorang trader yang biasanya menentukan resiko cukup besar, atau yang cenderung membuka posisi dengan berlebihan (over-trade) akan cenderung menitik beratkan pada satu posisi yang dianggap penting dan takut membuka posisi baru meski menurut analisa strategi tradingnya cukup valid. Jika Anda cenderung over-trade dengan membuka beberapa posisi yang seharusnya Anda tahu tidak harus dilakukan, Anda akan cenderung pula untuk takut ‘menarik pelatuk’ trading  setelah mengalami loss yang cukup besar pada posisi terdahulu.

Percaya pada sinyal trading Anda
Untuk mengatasi problem diatas, hendaknya Anda benar-benar menaruh kepercayaan pada sinyal trading yang diberikan oleh metode strategi trading Anda. Cobalah pahami benar-benar metode strategi trading Anda, pada kondisi harga pasar yang bagaimana dan kapan Anda harus entry. Jika telah mengerti dengan persis cara kerja metode yang Anda terapkan, Anda tentu tidak akan buka posisi jika tidak ada sinyal trading, atau tidak akan ragu lagi jika isyarat untuk masuk pasar telah muncul sehingga kesempatan bagus untuk entry tidak terlewatkan.
Anda bisa mencobanya terlebih dahulu pada demo account jika memang belum yakin benar. Tidak ada metode trading yang sempurna, dan profit atau loss adalah bagian dari proses untuk menjadi seorang trader. Dengan menerapkan risk management yang benar seharusnya Anda tidak perlu risau dengan loss yang mungkin berturutan, selama Anda menerapkan trading plan yang telah Anda sepakati dengan benar dan disiplin.

Percaya pada kemampuan dan skill Anda dalam trading
Percaya pada diri Anda sendiri bahwa Anda mampu dan bisa menjadi seorang trader yang sukses adalah sangat penting. Jika Anda mengira bahwa Anda tidak akan mampu untuk menjadi trader yang profitable, maka cepat atau lambat hal itu akan jadi kenyataan. Hindarilah cara berpikir dengan trading yang ‘sekali gebug’ langsung profit besar, tetapi berpikirlah seperti para trader profesional yang mengutamakan hasil trading yang konsisten.

Hindari melihat kebelakang dengan ‘back testing’
Untuk menjaga rasa percaya diri dan kemampuan Anda dalam trading, hendaknya jangan melihat kebelakang dengan menerapkan ‘back testing’ untuk menguji metode strategi trading Anda. Back testing akan mengurangi kepercayaan diri Anda untuk bisa trading pada kondisi saat ini, walaupun Anda telah cukup percaya diri pada keadaan pasar diwaktu lalu saat back test itu diterapkan. Cara yang lebih bijak adalah dengan mencoba metode trading Anda pada demo account atau ‘forward testing’ pada pasar real time dengan kondisi saat ini, sehingga jika memang hasil testingnya cukup bagus, Anda jadi tidak ragu untuk ‘menarik pelatuk’ trading.

Hadapi rasa takut Anda
Yang Anda mesti takuti adalah rasa takut itu sendiri, yang tentunya takut menderita loss yang besar, atau takut kalau kalau pasar tidak ‘memihak’ Anda. Gerak harga pasar adalah cerminan karakter para pelaku pasar, dan kita tidak bisa mengontrolnya. Kerugian dalam trading forex adalah hal yang tidak bisa dihindari bahkan oleh para trader profesional sekalipun, jadi kita tidak harus ‘down’ hanya karena telah loss sehingga jadi takut untuk ‘menarik pelatuk’ trading lagi. Harga pasar selalu bergerak dengan pola-pola tertentu, dan jika kita bisa mempelajari arti gerakan tersebut dengan metode price action trading tentu akan bisa mendapatkan banyak manfaat dalam strategi trading kita.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Analisa
apa sih bedanya backtesting sama forward testing? bukannya sama2 dipake nguji metode trading yg mau dipake aja itu?
Martin S
@ Analisa:
Ya, benar, tetapi backtesting mengacu pada pergerakan pasar diwaktu lampau sedang forward testing mengacu pada kondisi pasar yang sekarang. Mungkin saja karakteristik pergerakan harga diwaktu lampau berbeda dengan sekarang sehingga ada kemungkinan hasil backtest-nya bagus tetapi setelah digunakan untuk trading pada kondisi pasar saat ini hasilnya berbeda atau malah loss. Untuk lebih meyakinkan lebih baik di-backtest tetapi tidak terlalu jauh waktunya dari sekarang, dan di-forward test.
Mike Wah Yudi
Wah unik juga takut sama rasa takut. Bagaimana cara menakuti rasa takut?
Umpamanya gw g sadar kalo lagi takut pasti susah ya mengatasinya,
kalau takut sama rasa takut apa harusnya itu bisa meningkatkan percaya diri?
Martin S
@ Mike Wah Yudi:
Menurut para trader yang berpengalaman, rasa takut yang berlebihan harus dihindari atau ditekan karena merupakan emosi negatif yang bisa berdampak negatif pada hasil trading disamping rasa serakah (greed), harapan yang berlebihan dan penyesalan yang berlebihan. Jadi takut pada rasa takut sy kira termasuk emosi negatif yang harus dihindari juga.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: 4 Faktor Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda
Ambang Hariyono
wajar saja trader selalu merasa takut itu sebenarnya. ini hal yang manusiawi, sebagai respon dari trading yang tidak pasti itu sendiri yang selalu dikatakan punya peluang kegagalan. sedikit banyak rasa takut itu pasti ada. sepercaya apapun trader sama sistemnya dan sama dirinya sendiri, dan sekecil apapun posisi yang ditempatkan itu, rasa khawatir loss itu pasti selalu ada. hanya saja porsi rasa takut itu yang berbeda beda. supaya bisa mendapatkan emosi yang tepat bukankah seharusnya trader tahu dulu seberapa besar porsi rasa takut yang wajar itu? dan kenapa dia menjadi takut?
Martin S
@ Ambang Hariyono:
Rasa takut dalam trading pada dasarnya adalah respon alami agar kita bisa bertahan di pasar, dan seharusnya tidak berlebihan karena akan berdampak negatif pada proses trading yang kita lakukan. Takut yang wajar misalnya kita selalu menggunakan stop loss karena takut rugi besar dan untuk membatasi kerugian, atau kita hanya trading dengan ukuran lot sesuai dengan kerugian yang berani kita tanggung.
Jarot Puji
bljr ja ngenalin rs takut yg sehat n menguntungkan. toh g smw rs takut itu merugikan. bkn cm rs takut utk mrs takut, tp rs takut yg dijadiin sbg parameter dlm mntpkn manajamen risk..... dstu kn bth manajemen loss yg msh kt anggap wjr kerugianny, jadiin aja rs takut rugi d jumlah trtentu sbg batas loss max ny. selain itu jadiin aja rs takut d setiap trade sbg kendali diri bwt g lupa nerapin manajemen risk d setiap trade itu. asal rs takutx g berlebihan smpe bikin urung trading ane rs itu rasa takutny masih sehat, iy kan?
Ambang Hariyono
saya setuju, memang rasa takut yang sering dikatakan sebagai penghambat meraih keuntungan itu sebenarnya punya 2 sisi, baik dan buruk. jika hanya melihat sisi buruknya saja, maka trader bisa saja berusaha keras untuk menghilangkan rasa takut itu, yang malah bisa berbahaya kalau trader tidak ada takut-takutnya sama resiko salah analisa.
Winda
Mohon ijin pak master sekalian, saya ada tips untuk melatih menghilangkan atau mengurangi kesulitan, terutama untuk menghadapi rasa takut mencet tombol buy atau sell. Gampang aj sih, anda tinggal bikinkan robot untuk tading rule anda dan pasangkan di server (vps). Tugas anda sekarang hanya memantau sesering mungkin kinerja trading rule anda, yang sudah anda robotkan. Nikmati momen-moment open dan close nya. Jika anda sempat berapa dalam situasi menjelang atau pas atau setelah open, anda ikuti terus sampai posisi anda di close. Jika anda masih merasakan jantung berdebar atau kebingungan atau panik atau stres selama memantau, silakan anda turunkan atau kecilkan lotnya. Biasanya itu yang menyebabkan rasa takut. Lakukan perubahan setingan lot sampai anda nyaman. Jika sudah nyaman, anda siap masuk ke manual trading, menikmati sensasi nyata open dan close. Semoga membantu..bagaimana menurut para master sekalian?
Martin S
@ Winda:
Boleh juga, sambil melatih mental..