Advertisement

iklan

Ketika Pasar Sedang Slow

yang harus dilakukan saat kondisi pasar seperti itu adalah tidak masuk pasar atau untuk sementara tidak melakukan aktivitas trading.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader yang membuat kesalahan dengan masuk pasar tanpa mempedulikan kondisi pasar saat itu. Kadang-kadang pasar bergerak slow, yaitu pergerakan yang choppy dan tidak menentu sehingga tidak memungkinkan untuk trading dengan akurat dan efektif. Saat-saat inilah yang sering menyebabkan trader kehilangan profit yang telah diperolehnya (bahkan kadang lebih). Yang semestinya dilakukan pada kondisi pasar yang seperti itu adalah tidak masuk pasar, atau untuk sementara tidak melakukan aktivitas trading.

Salah satu hal yang utama dalam trading adalah menjaga balance dalam account kita. Sebagian trader dengan mudah menggunakan margin mereka untuk entry tanpa mempertimbangkan kondisi pergerakan harga saat itu, hingga ketika ada kesempatan yang benar-benar bisa menguntungkan margin mereka telah menipis atau bahkan ludes. Mereka khawatir tidak memperoleh kesempatan, atau mengira setiap kondisi pasar bisa ditradingkan. Menurut trader yang telah berpengalaman, kondisi pasar ada siklusnya, tidak selalu choppy tetapi juga tidak selalu trending dengan kuat. Jika saat ini kebetulan kodisinya choppy, tidak mesti akan selalu begitu, dan kesempatan untuk entry akan selalu ada.

Jadi yang semestinya kita lakukan saat pasar sedang slow atau choppy dan tidak menentu adalah istirahat sementara. Kita tetap memonitor pasar tetapi tidak harus masuk pasar. Untuk itu kita mesti tahu bagaimana membaca pasar dan menentukan kondisi yang sedang trending, ranging (sideways) atau choppy dan tak menentu. Pada kondisi ranging kita masih bisa entry karena pergerakan harga masih mengikuti aturan batas-batas level support dan resistance, tetapi untuk kondisi choppy yang arah pergerakannya tidak menentu dan cenderung mengabaikan level support atau resistance kita sebaiknya tidak masuk pasar.

Berikut beberapa kondisi pasar yang sering terjadi:

                                                                                          
                                   Ketika Pasar Sedang


Untuk kondisi trending seperti gambar diatas kita sangat dianjurkan untuk masuk pasar. Untuk uptrend ditandai dengan terbentuknya level-level HH (Higher High) dan HL (Higher Low).


                          Ketika Pasar Sedang


Pada gambar diatas tampak kondisi choppy setelah trending. Keadaan choppy ditandai dengan ema 8 dan ema 21 yang bergerak datar (flat) dan cenderung paralel akibat pergerakan harga yang tidak beraturan disekitar garis ema. Mungkin pasar sedang konsolidasi, namun target level yang hendak dicapai tidak jelas. Pada kondisi pasar yang demikian, dianjurkan untuk tidak entry.


                                Ketika Pasar Sedang


Gambar diatas menunjukkan kondisi choppy pada range trading tertentu. Saat harga bergerak mendekati level-level support dan resistance dengan sinyal setup price action yang valid, maka dikatakan pasar bergerak ranging (sideways) dan kita masih bisa entry. Namun ketika pergerakan harga tidak beraturan dan agak jauh dari level support / resistance, dengan tanpa sinyal setup price action, maka bisa dianggap pergerakan harga sedang choppy dan kita seharusnya tidak masuk pasar.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Annisa
kalo pasar bergeraknya ranging berarti lbh cocok buat short term trader dong?? Kan kondisi sideways yg sesuai level s&r itu kecil kemungkinannya bertahan dalam periode yang lama
Martin S
@ Annisa :
bisa juga long term, tergantung dari time frame trading Anda, tetapi jangan sampai terjebak pada kondisi choppy yang dikira sideways. Pada saat choppy level-level support dan resistance-nya tidak jelas dan pergerakan harganya tidak bisa diprediksi.
S Hardianto
@Annisa: Ah enggak juga. trading jangka pendek n jangka panjang ditentuin dr time frame yang digunakan. kalau di time frame yang lebih panjang ada kondisi sideways ya bisa-bisa aja tuh long term trader pake batas suport n resistan. eksekusinya mungkin lama, tapi kondisi pasar yang seperti itu juga terjadi di time frame manapun, karena bagi long term trader yang diliat adalah pergerakan umum fluktuasi harga dari periode-periode yang lebih pendek.
Abiddin17
entri pas ranging kykx ngg aman jg. apalg kl timeframex menitan, mending tungu tren aja smbl liat data fundamental brktx
S Hardianto
@Abiddin: Ya diliat dulu aja gan gimana grafik sebelumnya. kadang situasi kayak gitu susah ditebak. kadang tergantung pairnya, kadang juga tergantung newsnya, atau sentimen pasar juga. karena kondisi sideways/choppy kadang lebih sering nampak ketimbang uptren atau downtrend, jadi kalau bisa disiasatin sama batss suport n resistan lumayan bantu juga. masalahnya nih penarikan batas2nya masih subyektif, belum pasti sesuai juga.
Sugeng
coba pasang pake fibonacci otomatis (autofibo) aja gan.. udah gg perlu dikira2 lg itu swing high swing lownya...
prinsipnya sms. bisa dilht dr harga yg mendekati garis2 autofibo, kl bs melewati brarti bkl terjadi tren, tapi kl ga mampu brarti bakal ada pembalikan.

download indikatornya bisa disini.