Advertisement

iklan

Kiat Dan Kisah Trader Sukses George Angell

111185

George Angell adalah seorang trader independen dan penulis buku tentang trading yang laris manis. Menurutnya, volatilitas dan likuiditas pasar harus selalu diperhatikan sebelum trading.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

George Angell adalah seorang trader independen dan penulis buku tentang trading yang laris manis. Ia telah menulis banyak sekali buku, diantaranya Winning In The Future Markets: A Money-Making Guide to Trading Hedging and Speculating, Sure-thing Options Trading: A Money-Making Guide to the New Listed Stock and Commodity Options Markets, Sniper Trading: Essential Short-Term Money-Making Secrets for Trading Stocks, Options and Futures. Kiat apa saja yang bisa dipetik dari strategi suksesnya?

George Angell Books

 

Masuk Pasar berdasarkan Volatilitas Dan Likuiditas

Bagi trader independen George Angell, volatilitas dan likuiditas pasar adalah dua hal yang perlu untuk selalu diperhatikan sebelum membuka posisi trading. Apalagi, ia adalah seorang trader harian yang tidak pernah menahan posisi hingga hari berikutnya (overnight). Aktivitas tradingnya terutama pada S&P futures. "Volatilitas dan likuiditas adalah dua elemen penting yang harus Anda ketahui jika Anda seorang trader harian. Anda tidak bisa keluar masuk pasar tanpa aturan, itu pasti tidak akan jalan.” katanya.

Awal tahun 70-an adalah pertama kalinya George Angell tertarik pada trading di pasar komoditi. "Saya buy komoditi gula dan harganya naik, kemudian saya buy komoditi tembaga, tak lama harganya juga naik, hingga saya buy beberapa lot lagi. Setelah kemudian harganya mulai turun, saya menelpon broker untuk menutup posisi dengan order sell, dan mereka bertanya mau dijual kepada siapa?” kata George Angell. “Mulai saat itu saya sadar bahwa saya harus belajar lebih dalam dan lebih banyak lagi.” tambahnya.

Awal tahun 80-an George Angell mulai masuk di pusat para trader saat itu, Chicago. Sebagai trader di bursa lokal (floor trader) pada Mid American Commodity Exchange, fokus utama tradingnya adalah komoditi emas. Saat ini George Angell trading untuk dirinya sendiri, sebagai trader di luar bursa, dan ia mengatakan bahwa pengalaman trading di bursa sungguh tak ternilai harganya. “Para floor trader berorientasi pada jangka yang sangat pendek. Itulah yang mengajarkan pada saya bagaimana mengenali trend, masuk pasar pada saat yang tepat, ambil profit Anda, dan tinggalkan bursa.” kata Angell. “Tetapi di bursa, Anda tidak bisa konsentrasi dengan baik. Orang-orang membicarakan posisi trading mereka, sangat ramai. Anda hampir tak bisa berpikir dengan jernih untuk melihat kondisi pasar yang sesungguhnya.” tambahnya.

Menurut George Angell, perkembangan teknologi dalam dasawarsa terakhir ini sangat mendorong kemajuan off-floor trader (trader di luar bursa). "Floor trading menciptakan ‘public trader’. Public trader tidak menggunakan teknik scalping walau mereka terbiasa dengan trading secara harian.” jelas penulis buku ‘Winning in the Futures Market’ dan ‘Sniper Trading Workbook’ itu.

 

Mengandalkan Teknikal

Dalam trading, Angell kurang menghiraukan analisa fundamental dan hampir 100% mengandalkan analisa teknikal. George Angell adalah pemegang hak cipta sistem trading LSS dan Spyglass yang ia terapkan dalam keseharian tradingnya.

“Anda membutuhkan sistem mekanis yang bisa diterapkan dalam trading. Tanpa itu, Anda akan sulit untuk mengantisipasi pasar.” kata Angell. Lanjutnya, “Setiap hari saya trading tanpa membaca atau mendengar opini para analis dan pakar. Opini-opini hanya membuat saya bingung, pada kenyataannya pasar sendirilah yang memberi tahu kemana ia akan bergerak.”

Angell juga menjelaskan bahwa ia tidak menggunakan stop loss. “Masalahnya stop loss menyebabkan kita keluar pada level yang kita perkirakan terburuk. Saya menggunakan ‘action point’ sebagai pengganti stop loss. Artinya jika harga pasar telah mencapai point tersebut (sebuah level yang telah ditentukan sebelumnya -red), saya keluar, tetapi saya menunggu terjadinya koreksi harga terlebih dahulu.” jelasnya.

 

Memahami Karakter Pasar Yang Ditradingkan

Dari pengalaman tradingnya di pasar komoditi dan pasar keuangan, Angell berpendapat “Setiap jenis pasar mempunyai karakteristik masing-masing. Anda harus tahu karakteristik jenis pasar yang Anda tradingkan. Di bursa, trader yang bergerak lamban tidak akan trading di S&P futures. Sesama trader akan segera saling tahu dari cara trading masing-masing, mana yang scalper, mana yang spreader dan mana yang trader harian.”

Ditambahkannya bahwa ia juga trading di pasar bond. “ Beberapa institusi besar saat ini trading bond. Sama seperti pasar forex, tak ada yang bisa ‘menggoreng’ atau memanipulasi pasar bond.” katanya. Tentang pasar forex, khususnya Euro-dollar, Angell berkomentar “likuiditas sangat tinggi, tetapi volatilitasnya kurang.”

Ketika ditanya kenapa banyak trader yang gagal, Angell mengatakan “Pertama, kurang disiplin, kedua penerapan money management yang terlalu agresif, dan ketiga tidak tahu karakteristik pasar yang mereka tradingkan.”

Apa nasehatnya untuk para trader pemula? “Terapkan management resiko dengan logis dan rasional. Jangan fokus pada profit, fokus pada kondisi pasar, profit akan datang dengan sendirinya.” kata George Angell.

 

Fokus pada analisa teknikal tak hanya menjadi metode trading George Engell, tapi juga trader wanita sukses Linda Bradford Raschke. Seperti apakah ide trading teknikal dari sosok tersebut? Intip penjelasannya dalam artikel: Trader Sukses Linda Bradford Raschke Yang Fokus Pada Teknikal.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Nira
Dimana ada ulasan trader yang mulai terjun tahun 2000 an ya? Rata-rata yang diulas di forum ini..udah pada tua-tua atau paling muda mulai terjun di dunia trading tahun 90 an.
Martin S
@ nira:
Banyak juga trader sukses yang terjunnya tahun 2000-an tetapi kurang diekspose sehingga informasinya sangat minim. Yang banyak diekspose memang yang tua-tua karena hingga saat ini merekalah yang dibuat panutan para trader.