Kiat Untuk Masuk Pasar

152422

Ide kiat masuk pasar dalam sistem trading ini adalah dengan menunggu hingga terjadi pullback atau retracement. Kondisi retrace selalu akan terjadi akibat tarik menarik antara buyer dan seller.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada tulisan yang lalu kita telah membicarakan trading dengan cara seperti seorang penembak jitu dan seperti seekor buaya yang sedang menunggu mangsa. Kita juga tahu apa manfaatnya. Buaya, predator yang keberadaannya di bumi jauh lebih tua dari manusia bisa bertahan hingga sekarang karena ’’metode mencari mangsa’’ yang akurat, sabar dan disiplin. Buaya bisa ’’entry’’ dengan tepat hanya pada jenis mangsa yang berkualitas, bukan mangsa kecil-kecil yang jumlahnya banyak tapi kurang berkualitas. Pendekatan ini bisa kita gunakan pada cara kita entry atau masuk pasar.

Ide dari kiat masuk pasar ini adalah ketika Anda telah melihat sinyal trading dari price action atau trend, Anda tidak harus serta merta masuk pada harga pasar saat itu, melainkan tunggulah hingga terjadi pullback atau retracement. Kondisi retrace selalu akan terjadi akibat tarik menarik antara buyer dan seller. Mungkin banyak trader lainnya yang masuk begitu terjadi sinyal, tetapi sebaiknya Anda memberi kesempatan pasar untuk bernafas sejenak. Apa manfaatnya?

Dengan menunggu pasar menarik nafas, Anda akan tahu lebih jelas kemana sentimen pasar selanjutnya hingga memperoleh harga entry yang tepat, atau Anda akan entry dengan optimal. Dengan harga entry yang optimal Anda bisa mengatur level stop (stop loss) lebih ketat hingga Anda bisa menaikkan angka rasio risk/reward. Artinya Anda bisa trade dengan position size yang lebih besar, dan bukan resikonya yang lebih besar.

Perlu diketahui bahwa fokus utamanya bukan pada level stop yang ketat, tetapi lebih pada harga entry yang ideal. Level stop ketat bisa diterapkan setelah Anda yakin sentimen pasar selanjutnya. Ingat semakin tinggi risk/reward ratio akan semakin memungkinkan Anda untuk memperoleh profit yang lebih besar. Berikut ini contoh entry yang optimal untuk bisa memperoleh risk/reward ratio yang tinggi dengan stop loss yang sempit (ketat).

Kiat Untuk Masuk Pasar

Pada chart XAU/USD diatas tampak terbentuknya pin bar rejection pada level support kunci. Setelah retrace pada bar berikutnya, level entry yang dianggap ideal adalah sedikit diatas support kunci pada level 1272.75 atau sekitar 50% dari range pin bar. Dengan menunggu retracement bar berikutnya maka level reward (profit) bisa mencapai 4 kali resiko, atau risk/reward ratio 1:4. Biasanya mungkin level entry Anda akan disekitar level tertinggi pin bar karena buru-buru masuk, dengan level resiko pada level terendah pin bar. Dalam hal ini reward Anda hanya sekitar 2.5 R hingga maksimal 3R saja.


Mengatur Entry Untuk Menghindari Kena Stop Loss Dini

Keuntungan lain dari entry yang optimal adalah mencegah stop loss yang telah kita tentukan terkena lebih awal. Kita seharusnya tidak buru-buru masuk begitu tampak ada sinyal, melainkan menunggu level entry yang pas setelah kita tahu arah sentimen pasar pada bar berikutnya. Dalam hal ini stop loss bisa kita tempatkan pada level yang paling aman tanpa merubah besarannya yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan resiko kita. Dengan kemungkinan terhindarnya stop loss terkena lebih awal, maka probabilitas profit yang akan kita peroleh akan semakin besar.

Kiat Untuk Masuk Pasar

Pada contoh USD/JPY daily di atas, sinyal trading terjadi setelah terbentuk pin bar yang harga penutupannya diatas level tertinggi inside bar (point 1). Cara entry yang baku biasanya pada level setelah penutupan pin bar (setelah yakin bahwa bar tersebut memang benar pin bar) pada point 2, dengan stop loss biasanya pada level terendah pin bar (point 3). Seperti tampak pada gambar, 3 hari kemudian stop loss terkena sebelum harga melambung pada hari berikutnya.

Kiat Untuk Masuk Pasar

Jika kita masuk setelah tahu kira-kira kemana arah sentimen pasar, maka level entry kita tentunya akan lebih rendah dari contoh sebelumnya (kita akan buy, dan tentu akan masuk pada level yang serendah mungkin), biasanya pada 50% dari pin bar (50% retrace). Pada contoh diatas terjadi inside bar setelah pin bar yang menunjukkan konsolidasi, tetapi dengan kecenderungan bullish. Dengan entry pada kira-kira setengah level pin bar (50% retrace entry), maka stop loss cukup digeser kebawah tanpa merubah besarannya. Dari pergerakan pasar selanjutnya, kita bisa memperoleh profit sekalipun dengan risk/reward ratio 1:2.

Kiat Untuk Masuk Pasar

Contoh lain pada chart daily XAU/USD diatas. Banyak trader entry pada level tertinggi atau level penutupan pin bar karena mungkin takut ketinggalan pasar. Stop loss biasanya ditentukan pada sekitar level terendah pin bar (area A). Seperti tampak pada gambar diatas banyak yang terjungkal di area A. Sedang bila kita entry pada level 50% retrace dari pin bar, dengan besaran stop loss yang tetap sama kita masih bisa profit hingga 3 kali besarnya resiko (dengan risk/reward ratio 1:3).

Kesimpulan untuk menggunakan kiat entry jenis ini:

  1. Keputusan entry hanya diambil jika terbentuk sinyal pin bar yang cukup valid pada time frame daily.
  2. Tunggu hingga pin bar selesai terbentuk (pada hari berikutnya).
  3. Entry pada level 50% dari pin bar retracement (50% retrace entry).
  4. Tentukan stop loss sebesar panjangnya pin bar (SL= level tertinggi pin bar - level terendah pin bar).


Ketika Tidak Yakin 100% Pada Sinyal Trading

Kiat entry seperti pada tulisan terdahulu bisa juga diterapkan ketika kita kurang yakin pada sinyal trading, tetapi sudah sesuai dengan kriteria pada rencana trading kita. Untuk entry pada kondisi pasar yang demikian seharusnya tidak agresif melainkan konservatif saja dengan menunggu saat entry yang optimal. Kondisi yang sering terjadi adalah ketika pasar sedang konsolidasi atau saling menunggu antara buyer dan seller hingga arah sentimen tidak jelas. Tetapi bila Anda masuk ketika sentimen (buy atau sell) sudah begitu kuat, kemungkinan Anda akan terlambat entry.

Berikut contoh entry pada kondisi konsolidasi dengan sinyal yang kurang meyakinkan:

Kiat Untuk Masuk Pasar

Pada daily chart GBP/JPY beberapa bulan lalu, pin bar yang terbentuk bukan sinyal trading yang kuat karena berada diantara inside bar, relatif tidak panjang dan ekornya tidak dominan menonjol keluar. Tetapi sentimennya tetap bias ke bullish dengan asumsi mother bar akan cenderung break kearah atas. Selain itu keseluruhan trend pada daily chart masih cenderung bullish. 

Tampak pada level 160.00 pasar mencoba membawa harga turun (dengan formasi bearish engulfing), tetapi terjadi tarik ulur (konsolidasi) dengan terbentuknya 3 inside bar setelahnya. Pin bar pada hari berikutnya mengisyaratkan sentimen konsolidasi yang cenderung bullish, tetapi karena tidak dominan kita tidak yakin 100% harga akan break diatas level 160.00. Untuk sementara tampak pin bar tersebut mengalami rejection (penolakan) oleh level terendah mother bar.

Dengan kiat entry kita, posisi buy bisa dibuka pada level 50% pin bar retrace (50% retrace entry) dengan stop loss kira-kira sebesar panjangnya pin bar. Kita lihat pada pergerakan selanjutnya, jika menggunakan cara biasa dengan entry di level penutupan pin bar dan stop loss pada level terendah pin bar, posisi trading kita akan selesai di titik A. 

Sebaliknya jika kita baru masuk pada titik B, yaitu setelah mother bar ditembus dan konsolidasi berakhir (cara yang hati-hati dan sebenarnya logis), kita akan ketinggalan pasar dengan kemungkinan slippage mengingat volatilitas yang tinggi setelah konsolidasi. Tampak dengan penempatan level entry dan stop loss kita pada kondisi pasar seperti itu, profit yang diperoleh bisa bisa mencapai 4R.

Hindari Entry Saat Terjadi Break Pada Level Kunci

Saat terjadi break pada level-level kunci (resistance atau support yang kuat), biasanya sentimen pasar sangat kuat dengan volatilitas harga yang tinggi. Entry dengan ’’ikut arus’’ pada kondisi pasar seperti itu akan tidak optimal. Sebaiknya kita menunggu saat retrace dan entry pada saat yang tepat. Biasanya setelah break dengan kuat akan terjadi retracement.

Kiat Untuk Masuk Pasar

Pada contoh NZD/JPY daily di atas, A adalah level resistance kunci dan B adalah sinyal pin bar berekor panjang (long tail pin bar) yang cukup valid. Perhatikan setelah retrace hingga titik B, harga kembali bullish. Entry akan lebih optimal pada level 50% pin bar retrace (50% retrace entry).

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Eska
masii belum mudeng sama hubungannya risk/reward ratio ma level entri?
Slamet Setiawanto
Kalo niru trading dengan cara buaya berarti trding scalping itu ndak berkualitas ya gan?
Lha gimana memang cocok nya trading cara gini.
wkwkwk. Katanya trading disesuaiin sama caranya masing2, lah ini udah sesuai tapi dibilang ndak berkualitas,
Ya sama aja to ending2nya kita disuruh trading jangka panjang.
Roni Faisal
Slamet: Tapi memang kenyataannya begitu, trading scalping sangat kurang stabil kalau dibandingkan dengan trading jangka panjang. Kalau ingin jadi trader permanen yang benar-benar bisa menghasilkan profit secara konsisten kan kita mesti tanamin juga itu cara trading yang stabil. Mungkin memang ada strategi trading scalping yang oke, tapi tetap saja itu lebih terkesan riweh kalau dibanding sama trading jangka panjang.
Slamet Setiawanto
Ah ndak juga.
Ane kok malah lebih cocokan scalping?
Kalo di trading jangka panjang keburu berubah pikiran ane ntar.
wkwkwk Lagian modal nya juga perlu yg lebih besar. Tapi kata nya sih bisa diatur penghitungan lot nya biar bisa tetp trading walo modal nya biasa aja. Tapi kan propit nya ntar kecil. Dan kalo sewaktu2 mo ningkatin modal kalo udah lumayan sukses bawaan nya parno mulu karna tarohan nya lebih gede.
Donny Fr
Sy agak bingung dengan pemilihan rasio risk dan reward untuk menentukan stop loss dan take profit di atas. Sekalipun dengan adanya tanda bullish pin bar, darimana kita bisa tahu kalau harga akan naik sampai ke level 4R itu?

Sy kira trader yang belum banyak pengalaman akan ragu dalam menentukan rasio risk dan reward karena pasti ingin membatasi resiko sebisa mungkin, yang bisa jadi nantinya malah akan membatasi juga profit yang dapat dicapai. Jadi menurut sy penting untuk bisa memperkirakan risk dan rasio yang tepat.

Jadi mohon penjelasan master disini. Terima kasih.
Martin S
@ eska :
Dalam hal ini dicontohkan bagaimana entry yang efektif agar memperbesar risk/reward ratio. Level entry ditentukan (dipilih) sedemikian rupa sehingga stop lossnya bisa minimal. Kalau stop loss minimal berarti risk/reward rationya bisa lebih besar, atau position size-nya yang lebih besar. Ini berhubungan dengan money management, sebagai referensi bisa dibaca disini. Nah, untuk price action yang seperti pada artikel tersebut, supaya efektif bisa menunggu retracementnya selesai (sekitar 50% dari panjang pin bar), supaya stop lossnya nggak terlalu besar.
Martin S
@ Slamet Setiawanto:
Ini memang metode yang digunakan oleh penulis artikel ini yang biasa trading jangka menengah panjang pakai time frame 4 hour atau daily. Untuk scalper seperti Anda bisa juga menerapkan metode entry seperti ini, hanya masalah time frame. Pada dasarnya metode trading dengan pengamatan price action seperti itu berlaku pada semua time frame. Untuk trading jangka panjang modal tidak perlu besar, memang benar bisa diatur perhitungan lot-nya. Anda bisa baca disini. Kalau masalah profit itu tergantung dari risk/reward ratio-nya.
Martin S
@ Donny Fr :
Ya, itu mudah Pak, cukup dengan Fibonacci retracement yang ditarik dari titik A (swing high) ke level terendah pin bar di titik B (swing low). Batas 4R itu ada diantara Fibo retracement 50% hingga 61.8%, atau mendekati level 61.8% (warna kuning pada gambar berikut) :

Semoga bisa membantu.
Kania
Dengan rule awal kita maksimal loss 5 persen dan pas kalo dipasangkan dengan pin bar seperti contoh di atas. Trus karena pin bar lebih panjang dari yang di contoh maka kita harus sesuaikan juga quantity trading kita..gitu ya bang? Bayangan saya sih, saya masih tetap berisiko sama..5 persen.
Martin S
@ kania:
Pertama tentukan dulu resiko Anda yang 5% itu, misalnya USD 100. Kemudian tentukan stop loss-nya berdasarkan pin bar tsb, misalnya 50 pip. Jika Anda trading EUR/USD dengan account mini dimana 1 pip = USD 1 maka quantity atau volume trading Anda adalah : USD 100 / (50 x USD 1) = 2 lot pada account mini, atau 0.2 lot pada account standard.
Untuk penjelasan bisa baca: Belajar Memahami Money Management.