OctaFx

iklan

Kisah Sukses Menjadi Trader Sekaligus IB Broker Forex

Artikel berikut akan membeberkan pengalaman Bu Esti, seorang Top Partner Exness yang sukses menjadi IB sekaligus trader. Pelajaran apa yang bisa didapat darinya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mencari keuntungan dari dunia trading forex bisa dilakukan dengan banyak cara, mulai dari melakukan transaksi sendiri hingga mengelola dana investor. Namun di luar itu, ada juga prospek mendapat penghasilan yang tak kalah menjanjikan, yakni dengan menjadi partner broker atau yang sering dikenal dengan sebutan IB (Introducing Broker).

Cara kerjanya mudah dan jelas: Anda hanya perlu mengajak teman atau menarik orang lain untuk membuka akun di broker Anda, lalu broker akan memberikan imbalan yang bisa dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan. Imbalan tersebut tidak hanya diberikan setelah mengajak klien baru untuk bergabung, tapi juga dari setiap volume transaksi yang diperdagangkan oleh klien tersebut. Menarik, bukan?

Lantas apakah kegiatan sebagai IB akan membatasi keleluasaan Anda sebagai trader? Nyatanya tidak juga. Pengalaman Ibu Esti yang akan dikisahkan di artikel ini berhasil membuktikannya. Beliau merupakan Top Partner Exness yang baru saja mendapatkan 1 unit mobil dalam acara seminar di Yogyakarta, yang digelar pada 24-27 Januari lalu.

Trader sekaligus IB sukses dari Exness

Ibu Esti mendapat apresiasi dari Exness karena berhasil mendapatkan akumulasi volume trading senilai 57 miliar USD dari klien-klien yang mendaftar di jaringan IB-nya. Apa sih kunci sukses Ibu Esti sebagai IB? Bagaimana pula keberhasilannya sebagai trader forex? Berikut kisah lengkapnya.

 

Jadi Trader Forex Setelah Jatuh Bangun Berbisnis

Sejak mengenal forex pada tahun 2008, Ibu Esti tak pernah lelah menimba ilmu trading. Ia belajar secara otodidak melalui artikel-artikel online yang ditemui di internet, atau bergabung di forum-forum trader forex. Trader berusia 37 tahun ini sebenarnya sudah mencoba berbagai macam bisnis bahkan MLM, tapi kebanyakan gagal karena tidak cocok dengan karakternya.

"Banyak sekali hal yang saya dapat dari trading, di mana sebelumnya saya dalam kondisi susah atau di bawah banget, untuk makan saja susah (bisa dibilang jarang makan malahan) dan sudah usaha ini itu tapi hasilnya masih mentok, tapi Alhamdulillah semenjak trading sudah banyak yang bisa saya dapatkan seperti rumah, mobil, dan sedikit-sedikit juga sudah membuka lapangan pekerjaan," kenang Bu Esti.

 

Apa Strategi Trading Yang Dikelolanya?

Setelah merasa jodoh dengan forex, Bu Esti pun semakin memantapkan tradingnya dengan sistem yang menurutnya profitable. Saat ditanya mengenai ciri khas sebagai seorang trader, beliau menjawab dirinya merupakan seorang semi long-term trader dan bukan scalper. Bu Esti juga senang trading dengan beragam macam pair, baik itu mayor maupun cross. Posisi-posisi yang dipasang pun diatur sedemikian rupa agar bisa "menutupi satu sama lain". Bagaimana maksudnya? Misalnya ada 1 yang loss dan 1 lagi profit, maka hasilnya imbang atau kalaupun profit mungkin tidak banyak.

Menurut Bu Esti, faktor psikologis juga sangat perlu diperhatikan. Kalau untuk analisis teknikal dan fundamental, mungkin bisa atau bahkan cepat dipelajari, tapi berbeda halnya dengan psikologi. Contohnya, pemakaian Stop Loss atau tidak itu mungkin akan sama saja, karena semua kembali ke mental tradernya masing-masing. Ketika pakai Stop Loss, trader yang psikologi tradingnya masih lemah tetap saja bisa membalas dendam dan ingin open posisi di luar rencana, karena merasa peluangnya sudah terbatasi oleh Stop Loss. Sementara trader yang mentalnya sudah terasah, akan dengan sabar menaati aturan exit-nya meski tidak pakai Stop Loss sekalipun.

"Kita mau terima profit tapi terkadang kita tidak mau terima loss, di situ yang sering bermasalah," ujar Bu Esti menanggapi fenomena trader yang psikologinya belum terasah.

Dalam kesempatan wawancara bersama broker Exness, Bu Esti juga ditanyai tentang apa yang membedakan trading forex 11 tahun lalu dengan sekarang. Menurut full time trader yang bercita-cita ingin menolong banyak orang serta membuka lapangan pekerjaan dari penghasilan trading ini, trading sekarang menjadi lebih mudah karena bisa menggunakan Smartphone.

Namun demikian, modernisasi itu juga menciptakan tantangan tersendiri, yaitu pasar menjadi lebih sulit untuk ditebak. Bu Esti mengatakan bahwa zaman dulu, analisa teknikal itu ada momen-momen tertentu yang pasti (kalau sudah begini pasti akan begini), tapi kalau sekarang, analisa teknikal tidak bisa dijadikan acuan pasti lagi.

 

Resep Menjadi IB Sukses

Hanya berselang 2 tahun setelah mengenal forex, Bu Esti terjun sebagai IB, dan memilih Exness sebagai broker partner. Selama 9 tahun menjadi mitra Exness, trader yang gemar menyisihkan 10-15% penghasilannya dari trading untuk berbagi kepada sesama ini sudah memiliki berbagai ratusan klien aktif.

Bagaimana caranya menarik minat para klien? Menurut Bu Esti, kuncinya adalah jujur dalam menyampaikan sesuatu, dan menjadi pendengar yang baik apabila klien ingin bertanya atau menyampaikan keluh kesah terkait loss. Sebisa mungkin, dirinya akan membantu. Itu jugalah salah satu hal yang mendasari keputusannya memilih Exness selain kemudahan deposit dan withdrawal; hubungan yang terbuka dan jujur terhadap klien, serta komitmen Exness untuk memperhatikan dan fokus pada kebutuhan klien.

Menjadi IB Exness

(Baca juga: 3 Alasan Trader Dan IB Memilih Exness Sebagai Broker Terbaik)

Sebelum memiliki klien yang banyak sekarang ini, ada satu cara menarik yang dulu beliau lakukan tentang bagaimana mendapatkan klien, yaitu dengan melakukan email blast ke berbagai trader. Contoh: Bu Esti bisa mengirimkan 100 email ke 100 orang berbeda. Namun dari 100 email tersebut, ia tidak berharap banyak.

"Cukup 1-2 orang yang membuka atau membaca email saya, dari situlah awalnya orang mengenal saya beserta broker yang saya gunakan yaitu Exness," ungkap Bu Esti.

 

Akhir Kata

Meski hanya menempuh pendidikan sampai di jenjang SMA, Bu Esti mampu membuktikan bahwa konsistensi menekuni bidang usaha yang sesuai dengan karakternya bisa mendatangkan kesuksesan. Menurut trader yang mengaku sebagai "orang rumahan" ini, tips terbaik bagi mereka yang baru ingin memulai di dunia trading adalah: jangan ragu memanfaatkan akun demo, gunakan modal kecil, serta jangan takut Loss.

Bu Esti juga menekankan pentingnya memahami kondisi pasar, karena dari situ, trader bisa membiasakan diri untuk menerima hasil profit maupun loss. Bagaimanapun juga, penting sekali bagi seorang trader forex untuk tidak mengharapkan profit semata, tapi juga mengantisipasi risiko trading.

Anda mau seperti Ibu Esti? Jadilah bagian dari Program Kemitraan Exness! Cek info selengkapnya di sini.

Penulis yang secara khusus mengulas broker-broker forex, menyoroti spesifikasi trading dan layanan yang bisa didapatkan dari broker forex. Selain itu, Mina suka mengungkap promosi menarik dari broker dan IB yang sedang berlangsung dan bisa dimanfaatkan trader Indonesia.