OctaFx

iklan

Kolaborasi Trading Warren Buffet dan Sun Tzu

127912

Siapa tidak kenal dengan Warren Buffet, ya dia adalah seorang investor ulung yang sudah menghasilkan bermilyar dollar dari investasinya. Ternyata, ada sebuah filosofi menarik dari Warren Buffet. Dimana filosofi tersebut berhubungan dekat dengan pernyataan yang ditulis oleh Sun Tzu.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu filosofi yang mampu mempengaruhi di dalam pikiran saya dalam berinvestasi datang dari petuah sang investor legendaris yakni “Warren Buffet“.  Dimana beliau pernah mengatakan, “Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful”.

Warren Buffet
Dengan berpikir secara berulang-ulang, mungkin petuah tersebut terdengar seperti beberapa orang tua yang berusaha untuk menjadi filosofi besar dengan mengatakan sesuatu yang tidak memiliki arti nyata. Namun dibalik kalimat tersebut, sebenarnya mampu menjadi sebuah teori dasar mengenai berinvestasi yang memiliki arti secara mendalam.

Dan saya pun segera menyadari bahwa pernyataan ini lebih mendalam dari apa yang telah banyak manusia pahami. Dan menurut pandangan saya, apa yang dilontarkan Warren Buffet sangat berhubungan dekat dengan pernyataan yang ditulis oleh Sun Tzu, dalam bukunya yang berjudul The Art of War.

Dimana pada umumnya, ketika market sedang mengalami tahun, bulan ataupun minggu yang sedang bergejolak secara hebat, banyak para trader maupun investor amatir menjadi serakah dan terpikat oleh keuntungan besar semata. Sehingga mereka sampai pada kesimpulan, bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk memulai berinvestasi. Dan mereka mulai serakah…

Mungkin ini menjadi suatu teori dasar trading. Seperti layaknya hukum ekonomi, harus ada suplai dan demand yang seimbang dimana akan tercapai harga yang harmonis. Begitu juga dengan market yang memiliki keseimbangan tersendiri, setiap Buy yang dilakukan harus ada Sell yang dilakukan.

Apabila semuanya melakukan Buy, lalu siapa yang harus melakukan Sell ?

Ketika seluruh dunia berfikir ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan open posisi buy, maka bank-bank besar dan fund manager dengan dana tidak terbatas mulai mundur. Dengan begitu mereka menunggu sampai ketika para pemula mulai menyerang.

Tentunya akan lebih mudah untuk menghancurkan musuh ketika mereka sudah berada di teritory anda atau ketika mereka mulai serakah (kurang waspada). Apa yang telah saya pahami, kita hanyalah seorang little investor dengan dana terbatas. Namun musuh kita adalah para bankir besar, layaknya ikan paus diantara ikan teri.

Kebanyakan para investor tidak memahami siklus pasar dan ekonomi, apalagi P/E rasio, melainkan market memiliki jutaan investor. Mereka tidak sadar telah jatuh kedalam perangkap. Ketika mereka menyadarinya, sudah terlambat. Dan merekapun mengalami loss yang besar, namun tetap mengerti apa sebabnya.

Ketika harga sudah mulai turun, para investor pemula mulai menutup posisinya. Mereka takut (fearful) bahwa mereka akan mengalami kerugian lebih banyak bila tidak menutup posisinya. Harga pun bergerak turun dengan cepat. Inilah saat yang tepat bagi bank-bank besar dan para fund manager untuk masuk.

Bank-bank besar dan fund manager mengikuti strategi Sun Tzu dan mulai menyerang. Dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan Buy kembali pada harga rendah setelah sebelumnya melakukan Sell ketika market berada di harga puncak.

Sun Tzu

Percaya atau tidak, hal ini selalu terjadi disetiap saat. Inilah sebabnya kita membutuhkan ilmu berinvestasi, yang tentunya tidak melupakan teori dasar berinvestasi. Para “big boys” ini menggunakan kekuatannya di media massa untuk membuat isu, rumor dan berita yang mempengaruhi sentimen pasar.

Market memberikan kita banyak peluang dalam meraih profit yang tidak terbatas. Namun tentunya kesempatan ini hanya akan diberikan bagi mereka yang benar-benar telah memahaminya.


Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Wisnu
ane pikir memang trading itu bukan sebatas cross garis merah ke garis biru, overbought dan oversold , memang kita harus memahami perilaku pasar dulu baru bisa menggunakan indikator untuk membantu trading kita, sama kayaq jendral perang yang lagi perang senjatanya itu hanya alat bantuan(indikator) yang penting gmn cara org yang pakenya.. :D
Izul Ilyasa
Dilihatnya memang masuk akal, tapi ini jelas akan lebih gampang kalau yang melakukannya adalah big boys sedangkan kita sebagai trader kecil-kecilan tidak punya sumber dan kekuatan untuk memperkirakan lebih pasti kapan siklus akan berakhir apalagi mempengaruhi sentimen pasar. Sebenarnya yang disarankan di sini ini tentang trading melawan tren kan? Nah masalah perbedaan trader besar dan kecil inilah yang membuat banyak trader lebih memilih cara aman,yaitu mengikuti tren..
Taufik Is Here
wajar kalo para amatir lebih suka ngikut & cut disaat mrk kawatir harga bakal berbalik. kebanyakan prinsip mereka itu yang penting provit. asal mrk dah berhasil profit stlh habis mengikuti tren pst mrk bakal cepet2 pingin mengamankan provitnya itu. bedanya sama yang sudah pro, para pro pasti punya teknik buat dapetin provit maksimal jadi apa yang didapetin itu nantinya bukan asal provit aja tapi semaksimal mungkin yang bisa mereka dapetin dari trading mereka itu
Izul Ilyasa
Salah satu motivasi para counter trend trader untuk bertrading melawan tren adalah seperti yang sudah dijelaskan oleh pak taufik di atas. Namun karena adanya peluang meraih profit yang lebih besar dibandingkan dengan sekedar mengikuti tren, banyak trader yang tertarik beralih untuk menjadi counter trend tanpa memperhatikan kecakapannya.

Saya fikir tetap, untuk jadi trader yang seperti ini perlu keahlian yang tinggi, dan perangkat trading yang menjanjikan, karena melihat besarnya resiko.

Jika sudah merasa cakap, punya banyak pengalaman, dan ada perangkat analisa yang bisa diandalkan maka boleh saja menggunakan cara ini. Namun jika masih di tingkatan pemula dan hanya terdorong oleh nafsu untuk mengembangkan profit maka sebaiknya jangan dulu. Belajar dulu mengikuti tren baru kemudian belajar cara melawannya akan lebih baik.
Uki Fardhi
ooooo jd tu y alsn2nya trdng bs pake cr ngikut ato ndak ngikut tren? ane dr prtm kenal udh ngikut tren, jd suka ndak paham sm yg suka sngaja nentang tren. kirainnya cm mau sok2an ja buktiin skill analisa.

tp trnyt ada pnjlsn logisnya kyk gini to.
mnurut ane apapun carax mau ngikut tren ato ndak yg penting tu manajemen risknya. kl sdh diaturin sesuai kemampuan plng ndak kn bs bantu batasin risk gtu. inget holy grail dlm trading itu adlh manajemen risk
Boby Junaedi
Benar ada cara menyerang sun tzu yang seperti itu?
Selama ini sepengertian saya hubungan teori perang sun tzu dan trading hanya ada di persiapan mengenali musuh sama emosi saja. Apabila benar seperti ini berarti apa benar sebaiknya trader beli di harga dasar dan jual di harga puncak?
Apa dalam teori sun tzu itu ada juga metode mengenali posisi dasar dan puncak itu dan supaya tidak salah mengenali padahal harga hanya retrace?
Hans
Hmm, bener juga sih ini pertarungannya antara trader ritel dan para investor besar. Dipikir2 emang gitu kan biasanya mereka "menjamin" kemenangan mereka, toh mereka juga yang mendirikan instansi-instansi penunjang pasar forex, secara ga langsung mereka juga yang punya kunci untuk dominasi pasar.