5 Negara Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia

Apakah Anda penggemar minuman kopi? Jika iya, maka Anda pasti sudah familiar dengan berbagai jenis kopi. Yuk mari kita simak darimana asal kopi-kopi terbaik dunia tersebut.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Meskipun ada banyak negara yang dikenal sebagai penghasil kopi, tapi tidak semuanya menghasilkan kopi paling enak seperti yang kita konsumsi sehari-hari. Kopi enak bisa saja dinilai dari bau harum yang diciptakan, rasa pahit pekat yang khas, atau gabungan antara keduanya. Karena cita rasa serta baunya yang khas itulah, kopi kini menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari kalangan masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Kopi juga menjadi komoditas yang diperdagangkan di bursa berjangka. Berdasarkan data di bursa Intercontinental Exchange (ICE), harga komoditas kopi mencapai $1541 per pon saat artikel ini ditulis.

 

Karakteristik Negara Penghasil Kopi

Untuk memperoleh kopi dengan kualitas rasa dan aroma terbaik, maka iklim dan kondisi cuaca harus mendukung pertumbuhan tanaman kopi. Hal ini karena kopi merupakan tanaman tropis dengan habitat untuk budidaya terletak di antara 20° garis LU/LS. Perkebunan kopi yang terletak di area tersebut terbentang mulai dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Afrika. Nah, ada kurang lebih 70 negara penghasil kopi, tapi 5 negara ini dikenal sebagai penghasil kopi terbesar di dunia. Kira-kira, berasal dari mana saja sih kopi yang kita konsumsi sehari-hari?

 

1. Brazil

Negara penghasil kopi terbesar pertama adalah Brazil. Tingginya nilai produksi kopi di Brazil memiliki peran penting dalam perkembangan ekonominya. Sejak pertama kali dibawa pada awal abad ke-18, kopi telah menjadi "primadona" Brazil dari dulu hingga sekarang. Sebanyak 300,000 bibit tanaman kopi ditanam di atas lahan seluas 10,000 mil persegi atau sekitar 2,600,000 hektar. Mayoritas perkebunan kopinya berlokasi di Minas Gerais, Sao Paulo, dan Parana. Tiga negara bagian ini kiranya memiliki suhu ideal untuk produksi tanaman kopi.

petani kopi di brazil

Menurut Dinas Pertanian Luar Negeri, Departemen Pertanian Amerika Serikat, jenis kopi yang banyak dihasilkan dari negara ini adalah kopi Arabika, dengan jumlah panen pada tahun 2017/2018 mencapai 3.05 juta ton kopi. Jumlah ini menjadikan Brazil sebagai negara penghasil kopi terbesar, karena menguasai sekitar 30% pasar kopi dunia.

 

2. Vietnam

Meskipun tergolong baru dalam dunia perdagangan kopi global, Vietnam nyatanya sudah menjelma menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Pada tahun 1980-an, Partai Komunis di sana mempertaruhkan masa depan Vietnam dari produksi kopi. Berbuah manis pada tahun 1900-an, produksi kopi mengalami peningkatan sekitar 20%-30% setiap tahunnya. Dari situlah kemudian perkembangan ekonomi Vietnam mengalami kemajuan dan semakin membaik. Data terakhir yang diperoleh dari masa panen tahun 2017/2018, jumlah kopi yang dihasilkan dari Vietnam sekitar 1.76 juta ton.

Saat ini, kopi yang menjadi andalan negara Vietnam adalah kopi Robusta. Kopi Robusta mengandung dua kali kafein kopi biasa, sehingga rasa yang dihasilkannya pun lebih pahit dan pekat. Bisa dikatakan, saat ini Vietnam adalah produsen kopi Robusta nomor satu di dunia.

 

3. Kolombia

Kolombia mungkin terkenal sebagai negara yang penuh konflik. Namun di samping itu, ada hal lain yang membuat kiprah negeri ini begitu mendunia, yaitu kopi. Kopi telah dikembangkan di Kolombia sejak tahun 1790. Sayangnya, negara ini baru bisa mengekspor komoditas tersebut  pada tahun 1835. Sehingga sejak saat itu, kopi menjadi komoditas penting sekaligus penggerak ekonomi Kolombia.

Meski termasuk dalam 3 besar negara penghasil kopi di dunia, rupanya Kolombia pernah mengalami kegagalan panen. Tak tanggung-tanggung, besarnya gagal panen mencapai 40%. Kegagalan ini bukan tanpa alasan, melainkan disebabkan oleh hujan lebat selama satu tahun (2008-2009) sehingga berdampak pada tanaman kopi, yaitu terserang hama pada daun kopi yang disebut coffee rust.

tanaman kopi yang terserang coffee rust

Guna mengantisipasi hama ini datang lagi, pemerintah Kolombia kemudian mengganti tanaman kopi dengan varietas yang tahan serangan hama. Hasilnya, jumlah produksi kopi di Kolombia mencapai 864.000 ton di tahun 2017. Jumlah ini didominasi oleh kopi berjenis Arabika, sehingga Kolombia berada di posisi kedua produsen kopi Arabika terbesar di dunia setelah Brazil.

 

4. Indonesia

Meskipun eksistensi dalam dunia perdagangan kopi internasional tak setenar Vietnam atau bahkan Brazil, tapi lokasi Indonesia yang strategis disertai iklim tropis menjadikannya sebagai "rumah" yang pas untuk pertumbuhan tanaman kopi. Benar saja, total produksi kopi Indonesia pada masa panen 2017/2018 mencapai 636,000 ton. Jumlah ini diperoleh dari lahan perkebunan kopi seluas 1 juta hektar, dengan lebih dari 90% lahan pertanian dikerjakan dalam skala kecil.

Ada beberapa daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia yang mendunia. Daerah-daerah tersebut tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Cita rasa kopi pun berbeda dan masing-masing punya keunikannya sendiri. Salah satu kopi asal Indonesia yang paling jadi favorit di seluruh dunia adalah kopi luwak.

kopi luwak

Kopi luwak merupakan salah satu jenis kopi unggulan Indonesia dengan bantuan luwak (sejenis musang) sebagai mediator fermentasi alami. Luwak senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak sebagai makanannya, termasuk buah kopi. Dengan indra penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang sebagai makanannya.

Setelah itu, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.

Sejak dulu hingga kini, kopi luwak banyak diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Tak heran jika biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 (Rp1.4juta) per 450 gram.

 

5. Honduras

Sebelum tahun 2016, posisi kelima ini ditempati oleh Ethiopia. Karena jumlah produksi kopi yang lebih banyak dari Honduras, akhirnya Ethiopia "tereleminasi" dari 5 besar negara produsen kopi dunia. Tahun 2017 lalu, jumlah kopi yang diproduksi Honduras sebanyak 450,000 ton dalam sekali masa panen. Jumlah ini menjadikan Honduras sebagai negara produsen kopi terbesar ketiga di Amerika Latin.

Dengan ketinggian area di atas 3,000 kaki, Honduras memiliki udara yang sejuk untuk pertumbuhan tanaman kopi. Berdasarkan data dari International Coffee Organization, jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Honduras adalah kopi jenis Arabika. Bedanya, kopi Arabika alami yang tumbuh di Honduras memiliki karakter rasa ringan, sedikit asam, dan sangat seimbang untuk dicampur menjadi coffee blends.

Namun, petani di sana agaknya perlu sedikit lebih berusaha. Pasalnya, berdasarkan laporan Dinas Pertanian Asing, Departemen Pertanian AS tahun 2018, ditemukan empat jenis hama yang menyerang daun kopi (coffee rust). Laporan itu juga menjadi peringatan bagi petani kopi Honduras, mengingat petani di sana tidak memiliki cukup modal guna mencegah wabah coffee rust semakin berkembang.

(Artikel tambahan mengenai wabah coffee rust dapat diunduh di sini)

 

Sebagai kesimpulan, berikut ini adalah grafik 5 Negara Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia, dilengkapi dengan jumlah produksi pada masa panen 2017/2018.grafik daftar produsen kopi di dunia

 

Indonesia, selain memiliki kopi luwak sebagai salah satu kopi termahal di dunia, juga memiliki berbagai komoditas lain. Produk-produk komoditas tersebut berasal dari berbagai industri, sehingga faktor-faktor yang berpengaruh pada naik-turunnya harga komoditas juga berbeda. Simak uraian lengkapnya di artikel Faktor Yang Mempengaruhi Harga Komoditas Di Indonesia.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.