Kripto QTUM: Gabungan Fungsi Bitcoin Dan Ethereum

282721

Kripto Qtum merupakan salah satu kuda hitam dalam dunia mata uang kripto, yang secara unik menggabungkan fungsi Bitcoin dan Ethereum.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada satu lagi pendatang baru di dunia mata uang kripto yang dapat membuktikan diri sebagai salah satu Altcoin berguna dengan segudang manfaat. Koin bernama kripto Qtum (diucapkan "Quantum") ini merupakan hasil besutan dari Qtum Foundation, dan telah menanjak naik dengan cepat dalam beberapa bulan ini.

 

 Qtum

 

 

Saat ini, Qtum menempati rangking ke-20, dari seluruh 1,519 kripto di pasaran. Qtum diperdagangkan di harga $25.29, dengan total valuasi pasar sebesar $1.8 miliar dan transaksi per harinya mencapai $58 juta. Jumlah kripto Qtum yang beredar hingga saat ini adalah sekitar 73 juta keping, dengan maximum supply yang dapat diciptakan mencapai sekitar 100 juta. Jadi, masih ada sekitar 27 juta keping lagi yang belum tercipta. Hal ini sekaligus membuka peluang nilai koin untuk tetap berfluktuasi.

Pertumbuhan kripto Qtum sendiri juga bisa dibilang cukup lumayan, karena baru dirilis pertama kali pada September 2017. Kala itu, kripto Qtum dibuka dengan harga sekitar $4. Nilai itu terus tumbuh, hingga pada awal Januari 2018, Qtum mampu mencapai titik tertinggi di level $83. Artinya, koin Qtum mampu telah membukukan sekitar 2,000% sejak masa peluncurannya. Jika dirata-rata, maka pertumbuhan kripto Qtum mencapai 500% per bulannya.


qtum spec

 

 

Apa Itu Qtum?

Menurut situs resminya, Qtum adalah proyek Blockchain open source hasil pengembangan Qtum Foundation, suatu perusahaan berkantor pusat di Singapura. Qtum adalah platform aplikasi Blockchain hybrid. Teknologi inti Qtum  menggabungkan Hard Fork Bitcoin yang dapat menjalankan beberapa Mesin Virtual termasuk EVM (Ethereum Virtual Machine), serta konsensus Proof-of-Stake dan dikhususkan untuk menangani kebutuhan industri.

Smart Contracts dan DApps-nya (Decentralized Aplications) dapat berjalan di atas fondasi yang sudah ditentukan, sekaligus menawarkan lingkungan  solid bagi para pengembang. Teknologi dasar dari kripto Qtum adalah Account Abstract Layer, jembatan antara EVM dan model Unspent Transaction Output dari Bitcoin Core.

Kemudian, kripto Qtum dilengkapi dengan fungsionalitas dari Oracles dan data feed yang memungkinkan pengembang membuat Smart Contracts hasil penciptaan di lingkup informasi Database.

Qtum Foundation berencana untuk menjadi penyedia fasilitas Blockchain umum, dengan target khusus pada sektor bisnis saja. Upaya pengembangan tersebut akan memungkinkan Qtum untuk diadopsi oleh berbagai industri di bidang telekomunikasi, perlindungan keaslian produk, manajemen keuangan, logistrik industri (pengiriman, garansi, dll), hingga Manufaktur.

 

Perbedaan Kripto Qtum Dengan Proyek Blockchain Lainnya

Qtum menawarkan banyak keuntungan bagi komunitas pengembangan Smart Contracts. Proyek ini dirancang sedemikian rupa untuk mengimplementasikan bagian terbaik dari manfaat Bitcoin dan Ethereum. Artinya, kelebihan dari platform Bitcoin dan Ethereum bisa digabungkan dengan baik, untuk mendapatkan platform baru yang lebih ramah terhadap bisnis. Tentunya, kolaborasi tersebut juga dimaksudkan untuk mendapat keunggulan lebih tinggi.

 

virtual machine qtum

 

 

Protokol Qtum adalah milik platform Bitcoin, sedangkan untuk mesin virtualnya mengadopsi dari Blockchain EVM (Ethereum Virtual Machine), atau mesin virtual Ethereum. Dengan kata lain, Qtum merupakan perwujudan dari platform Bitcoin dan Ethereum, lengkap dengan segala kelebihan dari kedua teknologi tersebut. Tidak sampai situ saja, Qtum juga dilengkapi dengan Model UTXO yang dapat mempermudah akses pemegang dana.

 

Keuntungan Dari Model UTXO Daripada Model Akun Tradisional

Model Akun Tradisional hampir serupa dengan rekening bank, yakni masing-masing pihak memiliki kemampuan untuk dapat mengurangi sebagian dari saldo mereka untuk meningkatkan saldo pihak lain (pengiriman uang). Model seperti ini secara konseptual memang sangat sederhana untuk dipahami. Namun, untuk membuat fungsi tersebut berjalan di lingkungan Blockchain, banyak logika yang harus ditambahkan untuk menghindari Pengeluaran Ganda, atau dua kali transaksi secara bersamaan dengan nominal dan tujuan serupa. Penerapan logika model akun tradisional yang kurang sederhana secara internal menjadi batasan penggunaannya.

Di lain pihak, model UTXO ini mirip dengan ekosistem "Cek Bank". Tanpa rekening bank asli, cek sudah dapat ditukarkan dengan uang. Ada kolom "pembayaran" pada sebuah cek bank yang dapat memberikan petunjuk bagaimana uang tersebut harus dikeluarkan atau digunakan. Setiap cek juga memiliki jumlah nominal tersendiri.

 

utxo

 

 

Kita tidak bisa pergi ke bank untuk mencairkan cek dengan setengah-setengah. Dana yang akan dikeluarkan oleh pihak bank adalah senilai dan hanya untuk kepentingan yang tertera di dalam kertas Cek tersebut. Sistem seperti ini ditujukan agar pelaku tidak harus terkait dengan suatu lembaga bank, tetapi transaksi tetap dapat dilakukan secara benar dan sah. Selain itu, dari faktor keamanan, tentu saja model Cek Bank lebih aman, karena sumber dana tidak perlu diketahui sebelumnya.

Konsep UTXO atau konsep Signature juga telah teruji dan terbukti aman oleh Bitcoin yang sudah beroperasi selama lebih dari 7 tahun. Konsep pengelolaan akun dan transaksi tersebut sudah dapat berjalan sampai waktu tak terbatas. UTXO juga memungkinkan transaksi yang lebih terukur dan dapat dengan mudah diproses secara paralel; hal yang biasanya sulit dilakukan dalam model akun tradisional.

Dengan keseluruhan kelebihan yang telah disebutkan dalam uraian diatas, Qtum merupakan model UTXO yang paling sesuai, karena semua manfaat dari gabungan fungsi Bitcoin dan Ethereum dapat dirasakan di Qtum. Sementara itu, Smart Contracts rencananya akan ditulis dengan dasar model akun konseptual yang lebih sederhana.

Jadi, secara langsung, adopsi dua koin besar yang disederhanakan tersebut telah menciptakan sebuah koin (Qtum) yang mendekati kata "Sempurna".

Dasar pembuatan kripto QTUM adalah Blockchain Bitcoin, lalu ditambahkan lapisan ke Blockchain Ethereum. Sehingga, Mesin Virtual Ethereum untuk Smart Contracts dapat berjalan di atas platform Bitcoin. Hal itu juga memungkinkan kripto QTUM untuk mendapatkan keuntungan lebih, sehingga pengguna Bitcoin dan Ethereum akan bisa langsung melakukan transaksi dengan platform QTUM.

 

Oracles & PoS Membuat Qtum Berguna Secara Luas

Selain menggabungkan faktor terbaik yang dimiliki oleh Bitcoin dan Ethereum, Qtum juga mendukung integrasi umpan data dari luar yang disebut dengan Oracles. Oracles pada dasarnya adalah sebuah API yang memungkinkan perangkat eksternal memasok dan memperoleh informasi dari mesin Smart Contracts di platform kripto QTUM. Oracles merupakan sistem terpercaya pada jaringan yang dapat memasok data, melakukan perhitungan off-chain, dan membantu perhitungan lebih cepat.

 

oracle database

 

 

Fitur lain yang tidak kalah penting adalah penerapan Proof of Stake (PoS) sebagai pengganti signature dari Proof of Work (PoW), seperti yang saat ini digunakan untuk Bitcoin dan Ethereum. Implementasi PoS akan lebih efektif daripada PoW, karena pembagian tugas verifikasi dan validasi transaksi dilakukan secara merata.

 

Penutup

Kripto Qtum merupakan salah satu dari beberapa koin yang digadang-gadang memiliki masa depan cerah dalam dunia kripto. Masih banyak koin-koin lain yang juga memiliki fungsi dan platform baik seperti VeChain, Tether, Neo, dll. Dalam melakukan investasi pada mata uang kripto, jangan lupa untuk selalu belajar tentang kripto tersebut.

 

Selain mengenal dan mempelajari trading kripto, penting juga untuk melakukan diversifikasi agar investasi yang dilakukan tetap aman dan menguntungkan. Ikuti tips dan metodenya di artikel ini.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.