OctaFx

iklan

Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri Sendiri

106930

Manajemen risiko adalah bagian terpenting dalam proses untuk menjadi trader yang berhasil. Trader pemula harus dapat segera menyesuaikan diri dengan manajemen risiko agar karir di forex menjadi eksis dan tahan lama.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Manajemen risiko adalah bagian terpenting dalam proses untuk menjadi trader yang berhasil. Terutama bagi para trader pemula, mereka harus dapat segera menyesuaikan diri dengan manajemen risiko ini agar karir di forex dapat bertahan lama.

Manajemen risiko dibuat agar transaksi Anda dapat lancar dan tidak terjatuh dalam kubangan kesalahan. Lebih baik bertransaksilah dalam jumlah kecil terlebih dahulu sehingga kerugian yang akan timbul dapat terminimalisir. Dengan begitu, Anda akan bisa memusatkan fokus pada analisa trading dengan lebih baik. Sebaliknya, menggunakan transaksi dan margin yang besar cenderung membuat Anda tidak fokus karena terlalu khawatir loss.

Memahami aspek manajemen risiko membutuhkan waktu. Artikel ini akan membongkar fakta tentang manajemen risiko. Apa yang membuat trader mampu membuat profit berkembang? Jawaban yang pasti adalah karena mereka telah dapat mempelajari dirinya sendiri.

Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri

Bagaimana cara menghitung manajemen risiko?
Pertama, mari sepakati terlebih dahulu besaran modal yang dipakai untuk memperhitungkan manajemen risikonya. Misalnya seorang trader memiliki rekening trading sebesar $1,000,000 dan $10,000. Jumlah rekening tersebut sudah berbeda bukan? Nah, manajemen risikonya adalah dengan memanfaatkan kekuatan nilai persen dari modal untuk menghindari kerugian. Besaran nilai persen yang difungsikan tidak lebih dari 5%. Ada pula yang sering menggunakan 2%, 3% ataupun 4% dalam sekali transaksi.

Trader tidak diperkenankan untuk melampaui besaran nilai persen yang telah disepakati. Jika sedang melakukan trading dengan modal 1 juta dollar maka kerugian yang bisa dibatasi adalah sebesar $20.000. Hal ini tidak boleh diabaikan oleh trader manapun jika ingin akun mereka aman.

Sebaliknya, jika ingin mengambil keuntungan lebih dengan alasan ingin cepat take profit besar dan mengambil margin serta volume yang tinggi, secara otomatis trading tersebut juga memiliki risiko yang sangat besar.

Hampir dipastikan bahwa siapapun yang melakukan open terlalu besar, dipastikan tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang. Jadi 90% trader akan mengalami kegagalan di saat mereka menggunakan volume yang tidak realistis.

Kunci dari manajemen risiko sebenarnya adalah diri Anda sendiri. Jika tidak pernah mau berubah dan belajar dari kesalahan, maka proses manajemen risiko tidak akan pernah terjadi. Contohlah trader-trader profesional yang sudah mampu mengukur ukuran trading berdasarkan kemampuan mereka.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Putra Alfian
Persentase nilai akun 5% mngkn keliatan kecil, tp yg namanya trading di forex gak ada yg bisa ngira, klo udh rugi bnyk baru kerasa. modal bisa2 ludes pdhl blm apa2
Iwan Sonem
Lima persen juga diliat dulu dr modalnya. Kalo modal trading segede sejuta dolar, lima persennya 20ribu dolar. buat seukuran trader retail yg masih newbi jelas masih gede banget. Apalagi dari mereka yg masi suka nyari gratisan deposit dari broker. tiap trade ada resiko loss segede 20ribu dolar udah setres duluan mungkin. Tapi keuntunganya makin gede modal makin kuat ketahanan marginya. Masalah ini sebenernya bisa diaturin lewat lot sih, kan sekarang lot ada banyak macem bisa lebih kecil dari mikro. Jadi kuncinya bukan cuma di ukuran modal, tapi lot juga. Inject modal dikit berarti ambil lot juga yang kecil2 aja.
Suwandi
Memang kesempatan untuk mendapat profit yang lebih banyak akan berkurang, tapi disini resiko juga mesti dipertimbangkan, apalgi untuk trader baru. Kalau tradingnya belum terlalu menjanjikan kan lebih baik jaga-jaga kalau rugi, jangankan untuk yang masih baru, untuk yang sudah profesional pun resiko itu tetap ada, apalagi trader beru, pasti kemungkinan ruginya lebih besar dari untungnya, jadi dari pada perhatikan jumlah profit mending dipikir dulu jumlah ruginya suaya bisa diminimaisir.
Hario.dsp
bgmn carax melakukan manajemen resiko ini selain dgn membatasi risk kerugian dan ukuran transaksi? apa ada cara lain dsn?
Suwandi
Banyak cara yang dilakukan untuk menetapkan manajemen resiko ini, diantaranya dengan menetapkan ukuran stop loss dan take profit pada level risk reward rasio. yang perlu diperhatikan adalah usahakan agar rewardnya bisa lebih besar dari risk sehingga profit rata-rata trading bisa plus.
Rusdi Nuryadi
salah satu bentuk realisasi dari cara manajemen resiko dengan menentukan persentase loss per posisi. atau bisa dibilang versi lengkapnya. kalau hanya menentukan persentase loss, berarti tidak ada langkah penguncian profit. ini bisa dilakukan, oleh trader yang sudah terlatih dan berpengalaman dalam menutup posisi profit tanpa membatasinya dengan take profit. tapi untuk yang belum berpengalaman rasio laba rugi bisa membantu memastikan agar akun bisa tetap profitable, karena tingkat profit per posisi akan di set dengan perbandingan beberapa kali lipat lebih besar dari loss. misalkan punya persentase 5% loss per posisi, maka kemudian bisa menghitung berapa jarak pips stop loss dari level masuk, lalu tinggal mengalikannya untuk mendapat level take profit.
Roni Trade
Open terlalu bsar ndak apa dilakukan asal trading nya udah pro. Yg dilarangkan cmn trader pemula. Klo udah pro mah, bebas aja sesukanya mo pasang ribuan dolar, ratusan ribu dolar kek, di broker-broker kan akun pro emg justru sengaja didukung buat deposit, ambil lot, buka order sebanyak-banyak nya.

Sewaktu pilih akun pasin sama kondisi sendiri, kl masih selevel beginner pilih trading di akun cen atau micro. Tapi inget jangan ambil leverage yg terlalu tinggi, sama aja kl marginnya dikit bisa cepet tewas ntar akun nya.
Nando 45
Setuju. intiny jangan ambil risiko melebihi yang sanggup ditanggung. Semua udah ada porsinya jadi kita sebagai trader tinggal menyesuaikan aja. Akun demo bisa dipake untuk praktek trading dgn berbagai ukuran dn tanpa resiko. Semisal udah sukses konsisten profit di akun micro bisa coba dulu latihan lagi di akun demo dgn ukuran yg lebih besar buat mempersiapkan mental.
Idul
belajar siapkan mental kok dr akun demo ? apa nggak salah ? dari pengakuan + ulasan di banyak sumber justru kekurangan akun demo karna dia nggak bisa mempersiapkan mental trading yang sebenarnya . mau membiasakan diri trading lot besar kurang klo hanya dr akun demo. mental bakal lebih terbiasa + terasah kalo langsung dari akun real. caranya ya jangan langsung jauh ambil ukuran lotnya. step by step aja, jangan dari micro langsung ke standar. belajar trading emang perlu proses. jangankan dari lot kecil ke lot besar, lulus dari akun demo aja belum tentu 6 bulan cukup.