Likuiditas Dan Volatilitas Dalam Pasar Forex

121021

Dinamika likuiditas dan volatilitas di pasar forex berbeda-beda untuk setiap pair-nya, dan ini bisa mempengaruhi profitablitas trading Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seperti diketahui, pasar forex adalah yang paling likuid diantara jenis pasar-pasar lainnya seperti pasar saham, komoditi atau obligasi. Dalam pasar saham, kita tidak akan memperoleh harga buy sesuai yang kita kehendaki jika tidak ada pihak yang sell pada harga tersebut, atau kita mesti antri untuk mendapatkan harga buy sesuai dengan rencana trading kita. Namun, berapapun harga buy atau sell yang kita kehendaki di pasar forex pasti akan terjadi transaksi, baik dengan pending order maupun masuk pada harga pasar saat itu (market price). Inilah yang dimaksud dengan likuiditas, dan pasar forex adalah yang paling likuid.


Likuiditas Dan Volatilitas Dalam Pasar

Namun demikian, tidak semua pasangan mata uang diperdagangkan dalam kondisi likuiditas tinggi. Pasangan EUR/USD jauh lebih likuid daripada pasangan EUR/TRY (Euro versus Lira Turki). Pasangan USD/JPY tentu lebih likuid dibandingkan pasangan USD/MXN (US dollar versus Peso Mexico) atau USD/IDR (US dollar versus Rupiah). Semua pasangan mata uang utama yang ditawarkan pada platform trading forex pada umumnya likuid.

Ukuran likuiditas sebuah pasangan mata uang bisa dilihat dari besarnya spread yang dipatok oleh broker. Spread untuk EUR/USD biasanya 1 pip atau 2 pip, sedang spread EUR/TRY antara 16 sampai 20 pip, demikian juga spread USD/JPY umumnya 2 pip atau 3 pip, sedang USD/MXN 8 pip sampai 12 pip.

Likuiditas pasangan mata uang di pasar forex juga ditentukan oleh besarnya volume perdagangan. Makin sedikit suatu pasangan mata uang diperdagangkan, maka makin kurang likuid pasangan mata uang tersebut. Beberapa pasangan cross mata uang utama yang jarang diperdagangkan juga kurang likuid hingga menyebabkan spread-nya relatif tinggi, semisal AUD/NZD dan GBP/CHF yang spread-nya antara 10 pip sampai 12 pip.

Walau demikian, jika ingin melakukan transaksi buy atau sell pada pasangan mata uang tersebut, Anda pasti memperoleh order sesuai dengan harga yang Anda inginkan. Nilai transaksi total di pasar forex yang mencapai US$ 4 trilliun per hari adalah yang terbesar di dunia, dan ini memungkinkan Anda untuk masuk dan keluar pasar pada harga berapapun yang Anda kehendaki.

Selain likuiditas, yang juga penting untuk diperhatikan adalah volatilitas. Setelah mendapatkan order dari transaksi yang telah Anda lakukan, Anda tentunya butuh volatilitas harga yang memadai dengan range trading yang wajar. Jika harga hanya bergerak ‘choppy’ (bolak-balik pada range yang sangat sempit) tentu Anda tidak bisa merealisasikan strategi trading sesuai dengan rencana.

Tidak semua pasangan mata uang yang likuid di pasar forex akan selalu bergerak dengan volatilitas tinggi, demikian juga pasangan mata uang yang kurang likuid kadang-kadang bisa bergerak dengan volatilitas yang sangat tinggi. Sebagai contoh, USD/JPY adalah salah satu pasangan mata uang utama yang sangat likuid. Rata-rata volatilitas USD/JPY biasanya lebih rendah dibandingkan dengan GBP/USD atau EUR/USD. Secara sederhana, ukuran volatilitas dapat diketahui dari range hariannya.

Perubahan volatilitas sebuah pasangan mata uang bisa terjadi karena sentimen pasar akibat berita tertentu, rilis berita fundamental penting atau ulah para spekulan yang masuk dalam jumlah besar pada saat volume perdagangan sedang tipis atau likuiditasnya sedang menurun. Untuk yang terakhir ini pengaruhnya hanya sementara karena pada dasarnya tidak ada trader yang bisa ‘menggoreng’ pasar forex seperti yang terjadi pada pasar saham, kecuali dengan dana sindikasi yang sangat besar.

Likuiditas pasar forex yang paling tinggi terjadi pada saat overlap (pertemuan) sesi perdagangan pasar Asia, pasar London dan pasar New York, atau antara jam 08:00 GMT (jam 15:00 WIB) hingga jam 18:00 GMT (jam 01:00 WIB), sedang likuiditas yang relatif rendah terjadi pada sesi Asia dan menjelang penutupan pasar New York. Selain itu, pada saat hari-hari libur yang terjadi bersamaan (terutama menjelang hari Natal dan tahun baru) likuiditas dan volatilitas pasar forex akan sangat rendah. Dianjurkan untuk tidak masuk pasar pada hari-hari tersebut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Eko.satria
Hm.. jadi likuiditas penting buat masuk order sdngkn volatilitas penting saat trading berlangsung begitu....
Rangga Hidayat
Masuk d pasar pas likuiditas n volatilitas lgi tinggi2nya emang berpeluang sangat besar untuk panen profit. Tapi ini jd area yg brbahaya jg buat mrk yg blm siap sama tingginya volatilitas psr forex di waktu2 overlap. Apalagi buat yang msih blm punya strategi yg teruji dan mm nya masih lemah, krn resiko disini jg akan berlipat dr sesi trading di sesi2 dgn volatilitas dan likuiditas yg cndrng rendah.
Anggi.hasyim
@rangga: kalo ane masih pemula berarti g cocok dong manfaatin volatilitas pasar yng tinggi? padahal kan disaranin banget,..
Rangga Hidayat
Milih sesi trading sebenernya ya terserah tradernya, walaupun pemula jg boleh2 aja ambil yang sesi sibuk. Tapi disini saran spy pemula gg rawan risiko pas volatilitas tinggi, ya bs dengan perhatikan jg strategi trading sm mmnya. Kalau dirasa udah punya manajemen trading yg hndl ya g mslh sih treding di sesi apapun. Itu kan jg trgantung sm strategi tradingnya sprt apa. tp kalo msh ragu sm sistem trading sndr lbh baik diuji dulu keampuhannya sblm bnr2 trading riil di sesi overlap.
Dwi Ratno
kalau masih pemula hampir 0% gan udah punya sistem trading yang bagus. kalopun punya mereka juga kurang terlatih secara mental. efeknya psikologi mereka bisa kacau lihat harga yg naik turun dgn cepat. udah emang bagaimanapun kalo mau coba di market yg lagi sibuk perlu banyak latian dulu. plus, klo udah bisa profit konsisten dipasar sepi, kenapa musti coba di pasar yg rame? cuma ambil resiko yg kurang penting aja itu namanya
Hari Santoso
ooo... jadi bisa dianggap pair EUR/USD yang paling likuid ya, sebelumnya udah ada forum yg bahas tentang penggunaan umum pair ini. Saya baru paham kalo likuiditas per pair nya bisa menentukan penggunaan umum suatu pair.
Rifko Yanuar
Kalo menurut ku sih juga gak apa- apa milih sesi manapun, Its ok.. termasuk sesi yang overlap itu misalnya. Semua nya terserah para trader forex itu sendiri, tapi kalau masalah pemula yang ingin trading pada saat volatilitas lagi tinggi sekali, hmmm kyaknya jangan dulu. Mungkin para trader baru itu juga belum mengetahui dengan penuh tentang seluk beluk strategi apa yang harus diambil dalam trading forex saat volatilitas tinggi mending mulai trading waktu volatilitas sedang aja deh.
Yusuf
kenapa likuiditas bisa berubah-ubah?
Maya Sari
pasar yang sejatinya buka 24 jam itu pelaku terbesarnya adalah pihak Bank pak. Dan tingkat kemampuannya berbeda pada masing-masing Region. Makanya likuiditas paling tinggi terjadi saat jam pasar buka pada suatu Region, karena saat itu bank juga sedang buka. Namun, saat Bank sedang tutup pada hari-hari tertentu, meskipun pasar sedang buka, likuiditas bisa tetap turun drastis. Semoga terjawab.
Rere Trader Nubi
Kenapa saya selalu salah saat masuk trading? Ketika saya cek di chart, harga tidak bergerak sama sekali. Tetap berada di posisi yang stagnan. Saya ingin harga itu bergerak naik turun secara signifikan agar bisa jelas kemana saya harus pasang sell atau buy. Terus terang, saya ingin bertrading di pasar yang seru dan grafiknya naik turun. Percuma dong masuk di pasar yang sepi dan gak bergerak sama sekal. Kapan saya dapat uangnya kalau seperti itu caranya? Apakah ada yang salah dengan momentum saya masuk di pasar forex? Mohon bimbingannya para senior
Rizal Sf
Klw dilihat dari penjelasan diatas, sepertinya mas Rere salah masuk pasar trading. Mungkin anda masuk di pasar yng volatilitasnya rendah, seperti di Pasar Asia. Kalau anda mau masuk di pasar yg volatilitasnya seru dan naik turun cepat, sebaiknya masuk di Pasar Eropa. Sesi Eropa adalah waktu trading forex paling sibuk dan ramai. Selain itu, Anda juga bisa masuk saat terjadi overlap dua sesi. Disini biasanya jam trading forex dengan volatilitas dan likuiditas pasar akan meningkat. Salam sukses
Yuswono
Kalau mau lihat pasar bergerak dengan volatilitas tinggi, cek saja pasar saat ada high impact news.