Lima Pantangan Warren Buffett Dalam Berinvestasi

220548

Dalam sebuah wawancara di CNBC, tokoh legendaris ini memberikan tip tentang lima hal yang menurutnya seharusnya tidak dilakukan oleh investor. Apa saja lima hal itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Investor kawakan Warren Buffett terkenal akan berbagai tips dan ajarannya mengenai investasi saham, namun jarang ada yang mengutip hal-hal apa saja yang pantang ia lakukan. Dalam sebuah wawancara di CNBC Squawk Box tahun 2014 lalu, tokoh legendaris ini memberikan tip tentang lima hal yang menurutnya seharusnya tidak dilakukan oleh investor. Apa saja lima hal itu? berikut rangkuman dari transkrip wawancara Buffett tersebut.

Warren Buffett

1. Jangan Biarkan Event Mempengaruhi Keputusan Anda

Warren Buffett mengatakan:

"...saya telah membeli bisnis dan saham selama bertahun-tahun; saham sekitar 71 tahun dan bisnis mungkin selama itu juga. Dan (selama itu) saya tidak pernah membuat keputusan berdasarkan faktor makro. Jika saya menemukan suatu perusahaan yang saya sukai, saya membelinya. Maksud saya (contohnya), saham pertama yang saya beli adalah di musim semi tahun 1942, dan saya bisa memberitahu Anda bahwa faktor-faktor makro saat itu tidak kelihatan bagus." (Tahun 1942 adalah puncak Perang Dunia II)

Lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa meski perang tak terhindarkan, tetapi pasar saham tetap akan tumbuh dalam jangka panjang. Katanya, jika perang besar-besaran tak terhindarkan, "Saya masih tetap akan membeli saham. Anda harus menginvestasikan uang Anda pada sesuatu seiring dengan berjalannya waktu. Satu-satunya yang bisa Anda yakini adalah jika kita mengalami suatu perang besar, nilai uang akan jatuh. ...hal itu telah terjadi di hampir setiap perang yang saya ketahui. ...(dengan begitu) hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah memegang uang saat terjadi perang. Anda bisa jadi ingin memiliki sebuah peternakan, Anda mungkin ingin memiliki sebuah rumah apartemen, Anda mungkin ingin memiliki surat-surat berharga (tetapi bukan uang tunai). Selama Perang Dunia II, pasar saham maju pesar. Pasar saham akan terus maju seiring berjalannya waktu."

 

2. Jangan Menyesal Ketika Saham Jatuh

Pada hari ketika pasar saham dunia dilanda kekhawatiran kalau konflik Ukraina akan menimbulkan perang besar, Buffett mengatakan, "Ketika saya bangun pagi ini, saya melihat (harga) sebuah saham di komputer, pada perdagangan di (waktu) London, (harga saham) yang kita beli turun dan saya merasa baik-baik saja. ...Kami membelinya pada hari Jumat dan pagi ini (Senin) jadi lebih murah dan itu adalah kabar bagus."

Intinya, ketika Anda meyakini bahwa suatu perusahaan berkualitas dan nilai sahamnya akan terus meningkat dalam jangka panjang, jangan mengkhawatirkan kejatuhan sesaat karena itu bisa jadi cuma sejenak saja. Buffett saat itu bahkan mengatakan bahwa ia pasti akan membeli saham yang sedang turun itu lebih banyak lagi.

 

3. Jangan Berpikir Anda Harus Jadi Ahli Untuk Mendapatkan Profit Dari Saham

"Pasar saham hanya menawarkan pada Anda begitu banyak peluang, ribuan dan ribuan perusahaan berbeda. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli (yang memahami) setiap perusahaan itu. Anda hanya perlu memiliki keyakinan bahwa satu perusahaan, atau satu kelompok perusahaan...akan menghasilkan lebih banyak uang dalam 5, atau 10, atau 20 tahun dari sekarang, lebih dari apa yang mereka hasilkan sekarang. Dan itu bukanlah suatu keputusan yang sulit."

Selain itu, Buffett menyarankan agar menjaga biaya investasi tetap rendah. Menurutnya, menjaga agar biaya investasi tetap minimum itu sangat penting, sehingga upayakan agar tidak perlu membayar biaya-biaya yang tidak perlu. Biaya investasi minimum terutama penting bagi investor yang belum berpengalaman.

Bukan Ahli Investasi Saham - illustration

4. Jangan Mengejar Profit Instan

Ketika ditanya tentang apakah "investor aktif" melakukan tindakan yang terbaik, Buffett menjawab:

"Secara umum, mereka tertarik untuk menghasilkan profit instan dan tak ada undang-undang yang melarang orang menghasilkan profit instan. Tetapi sikap kita secara keseluruhan terhadap bisnis kita sendiri dan apa yang ingin kita lihat dari perusahaan-perusahaan yang kita miliki sahamnya adalah bahwa kita ingin menjalankannya untuk orang-orang yang ingin tetap tinggal, bukan untuk orang-orang yang ingin cepat keluar.

Kapanpun waktunya, Anda bisa menghasilkan lebih banyak uang, biasanya, dengan menjual perusahaan. ...(Padahal) jawabannya bukan untuk menjual perusahaan, melainkan untuk menjalankan perusahaan dengan baik. ...Saya bisa melakukan hal-hal tertentu seperti menggoyang saham Berkshire dalam jangka pendek. (Tetapi) itu tidak akan bagus bagi perusahaan dalam waktu lima atau 10 tahun (ke depan)."

Pantangan Warren Buffett

(Baca juga: Menyibak Kisah Di Balik Kesuksesan Warren Buffett)

Berkshire Hathaway adalah nama perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang dirintis dan dipandu Buffett hingga mencapai reputasi multinasionalnya saat ini sebagai perusahaan terbesar kelima di Dunia menurut Forbes Global 2000. Sebagai perusahaan investasi, Berkshire menghimpun dana investor untuk ditanamkan dalam perusahaan-perusahaan dan aset yang dipilih berdasarkan prinsip Buffett untuk memprioritaskan pertumbuhan profit jangka panjang ini.

 

5. Jangan Taruh Uang Anda Dalam Bitcoin Untuk Waktu Lama

"(Bitcoin) itu bukan mata uang. (Bitcoin) itu tidak akan bisa mengatasi (tantangan-tantangan) yang dialami oleh sebuah mata uang. Saya tidak akan terkejut jika itu tidak akan ada lagi dalam 10 atau 20 tahun. ...(Bitcoin) itu bukan alat pertukaran yang tahan lama. Itu (juga) bukan alat penyimpan kekayaan. ...(Bitcoin) itu telah menjadi sesuatu yang spekulatif -sangat spekulatif... ."

Bitcoin, mata uang crypto (cryptocurrency) yang naik daun sejak tahun 2009, memang bergelimang pro-kontra. Nilainya sempat memuncak di awal 2014, namun kemudian merosot hingga lebih dari setengahnya di akhir tahun yang sama akibat berbagai skandal hukum dan hacking. Sebagai investor yang memprioritaskan nilai intrinsik investasinya, sangat jelas mengapa Warren Buffett tidak memandang baik investasi dalam bentuk Bitcoin.

 

Secara keseluruhan, wawancara CNBC ini menegaskan pandangan Warren Buffett sebagai seorang value investor yang mempopulerkan strategi investasi melawan arus di abad 21. Seorang value investor tidak boleh takut menanggung rugi, sekaligus mampu memilih perusahaan mana yang berkualitas untuk dibeli, serta tidak mudah terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang tidak relevan dalam jangka panjang.

 


Diadaptasi dari artikel "Warren Buffett's 5 Key Investing Don'ts" oleh Alec Crippen di www.cnbc.com

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Fikri Jajang
sangat setuju tidak mengejar profit instan..... tapi yang paling susah mengendalikan emosi saat profit naik... ingin terus,... tapi kadang.... berbalik arah jadi loss. Tks pencerahannnya
A. Muttaqiena
Itulah pentingnya punya sistem aturan sendiri, gan Fikri :) Kalau sudah punya ya cukup taati saja aturan itu. Kalaupun nantinya ternyata profit kurang gede, ya ikhlaskan saja. Setidaknya kan tetap sudah profit, dan juga sudah disiplin ngikut rules. Nyesel boleh nyesel, asal jangan terbawa emosi.
Rudy
Bro Muttaqienna dan agan2 lainnya, mohon masukan ya....

2 minggu lalu sy beli saham SIMP di harga 710, sampai sekarang naik tipis dan turun tipis? menurut agan2 semua, keputusan seorang value investor apa yg bisa diambil utk saham SIMP ini? apakah dipertahankan, atau di lepas saja? saya investor pemula gan... thanks. Rudy

A.muttaqiena
@Bro Rudy:
Kalau menurut saya aja nih, SIMP sebenernya sekarang kurang bagus, lagi turun terus sih, dan saya nggak begitu suka lihat laporan income-nya. Tapi jangan keburu dilepas dulu. Kayaknya bisa bangkit dikit ke 740-750an dalam beberapa waktu mendatang, nah baru lepas. Atau, tunggu sampai laporan berikutnya keluar, baru buat keputusan.
Aditya Putra
@Bpk Rudy,
sekedar masukan saja, jika anda mencari saham yang bertipikal value investing pertama-tama kita harus mencari saham yang memiliki valuasi (PER rendah, PBV, rendah dan dividend yield yang tinggi) dengan begitu maka kita bisa mendapatkan (capital gain + Dividen) dan rasio margin of safety (MOS) yang kita harapkan sebelumnya.

Berdasarkan analisa teknikal, ketika anda masuk di 710, posisi tertinggi yang bisa dicapai oleh SIMP adalah 755 (+6.3%) pada (02/03). candlestick SIMP masih bergerak di Moving Average (MA) 20 dan MA 50, belum ada tanda-tanda perpotongan baik di MA20 maupun di MACD signal, dengan kata lain saham SIMP masih akan bergerak bearish cenderung sideways kedepannya.

Secara fundamental, biasanya investor value investing akan mengharapkan capital gain di atas 20-25% dalam jangka panjang (>1 tahun), sedangkan SIMP sendiri memiliki target harga hingga akhir 2015 di level Rp775/shr, atau hanya meningkat sekitar +11.5% jika kita ambil closing price di tanggal (24/03). Di sisi lain, saya melihat capex (belanja modal) di tahun ini akan flat pada angka Rp 2.3 triliun karena harga CPO yang masih melemah, penanaman baru selama 2014 relatif rendah. untuk tahun 2015 kegiatan penanaman masih akan sama dengan tahun lalu karena regulasi yang lebih ketat dan harga pembebasan lahan serta fokus perusahaan pada peningkatan produktivitas di daerah hilir.

Sejujurnya untuk saham SIMP ini rekomendasi saya adalah hold atau jika anda belum masuk lebih baik jangan dulu, karena capital gain yang diharapkan dibawah 20% hingga akhir tahun untuk saham SIMP. namun karena anda sudah masuk saya sarankan hold dulu, sembari menunggu momentum SIMP menyentuh level tertinggi-nya kembali lalu anda bisa langsung profit taking.

Terima Kasih. Semoga Membantu.