OctaFx

iklan

Lima Pro Kontra Trading Bitcoin

283926

Tertarik trading Bitcoin? Sebaiknya pahami dulu apa saja pro kontra trading Bitcoin, agar Anda bisa mengetahui potensi dan risikonya dengan lebih baik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pertumbuhan internet dan menjamurnya transaksi digital telah mengatasi banyak keterbatasan pada sistem pertukaran mata uang tradisional, yang biasanya dibebani biaya tinggi dan proses waktu lama. Mata uang kripto pertama, Bitcoin, diluncurkan untuk menanggulangi masalah tersebut. Bitcoin diwujudkan untuk menjadi mata uang ideal yang bisa memberikan anonimitas, perlindungan dari inflasi, serta keamanan dari pencurian dan penipuan. Lebih dari sekedar alat pembayaran, Bitcoin juga sudah bisa diadopsi sebagai salah satu instrumen perdagangan dengan potensi return super tinggi.

 

Pro Kontra Trading Bitcoin

 

 

Meskipun begitu, untuk sesuatu yang menghebohkan dunia maya dan menjadi trending topic, tetap saja ada banyak pro kontra yang menyelimuti trading Bitcoin. Satu pihak setuju dengan seluruh manfaat yang diberikan oleh Bitcoin, tapi pihak lain masih terus khawatir dengan risiko yang selalu membelenggunya. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh pro kontra trading Bitcoin.

 

Pro Dalam Trading Bitcoin

1. Bitcoin Membangun Rekam Jejak Yang Baik

Bitcoin telah berhasil mengatasi banyak rintangan dalam sejarahnya yang singkat. Bitcoin dapat bertahan dari seluruh sentimen negatif selama hampir satu dekade dalam lingkungan keuangan yang sulit. Hal ini menunjukkan kekuatannya untuk bertahan di tengah persaingan dengan instrumen lain seperti Emas, Perak, juga mata uang konvensional seperti Dolar AS.

Bitcoin saat ini sudah sering digunakan sebagai metode pembayaran. Semakin banyak vendor dan toko yang kini menerima pembayaran melalui Bitcoin. Berbagai cara termasuk penguncian nilai pada saat transaksi agar volatilitas tidak berpengaruh pada penghitungan laba dan rugi pedagang, sudah ditawarkan oleh berbagai fitur e-commerce seperti BitPay dan lain sebagainya.

 

2. Bitcoin Menawarkan Lindung Nilai Dan Diversifikasi

Apakah Anda khawatir dengan utang pemerintah atau pelonggaran kuantitatif bank sentral? Bitcoin dan pasar mata uang kripto bisa menawarkan cara untuk meminimalkan efek risiko dari berbagai hal tersebut, dan melindungi portofolio trader dengan diversifikasi di beragam jenis kripto.

 

Bitcoin bisa memberikan lindung nilai dan diversifikasi

(Baca juga: Diversifikasi Trading Kripto, Bagaimana Cara Melakukannya?)

 

Lindung nilai merupakan cara untuk mengurangi risiko gejolak ekonomi, yang biasanya berimbas negatif pada aset lain. Anda dapat melakukan lindung nilai dengan berinvestasi pada mata uang kripto. Anda juga bisa memanfaatkan layanan trading kripto di broker forex, yang menawarkan salah satu cara paling ampuh dalam menggunakan Bitcoin tanpa perlu membeli asetnya secara langsung.

 

3. Bitcoin Mulai Digunakan Di Kehidupan Sehari-hari

Setelah diterima sebagai metode pembayaran dan penyimpan nilai, Bitcoin digunakan lebih luas di berbagai sendi kehidupan, mulai dari jual beli barang dan jasa antar negara, penyaluran donasi untuk yayasan amal berskala global, juga aset trading yang bisa diperdagangkan untuk mencari keuntungan dari fluktuasi nilainya. Ulasan media tentang Bitcoin juga semakin mainstream, seiring dengan pertumbuhan harga dan minat masyarakat terhadap mata uang kripto tersebut.

 

4. Bitcoin Dapat Memecahkan Berbagai Masalah

  • Inflasi tinggi: ketika inflasi tinggi terjadi dengan cepat, Bitcoin dan mata uang kripto bisa menjadi alternatif yang baik untuk penyimpan nilai karena mereka tidak terpengaruh inflasi.
  • Kontrol modal: beberapa negara membatasi pergerakan modal yang terjadi dalam wilayahnya. Bitcoin tidak akan terpengaruh oleh batasan ini karena sifatnya terdesentralisasi; pemerintah tidak akan pernah bisa ikut campur pada mata uang independen seperti Bitcoin.
  • Penyitaan aset: pemerintah dapat menghapus kepemilikan banyak aset, tetapi tidak akan bisa menyita aset Bitcoin Anda, karena mereka tidak memiliki otoritas dan akses untuk menelusuri pemilik setiap Bitcoin (sifat anonimitas).
  • Biaya tinggi: biaya transfer bank kadang bisa menjadi beban dalam aktivitas transaksi yang berjumlah besar. Bitcoin tampaknya menantang struktur biaya tersebut dengan menawarkan transfer rendah biaya.

 

5. Banyak Momentum Yang Bisa Dimanfaatkan

Pada pasar mata uang kripto yang memiliki volatilitas tinggi, selalu ada momentum yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan besar. Apalagi, momentum yang terjadi memiliki intensitas tinggi, karena pergerakan harga Bitcoin per hari selalu dalam rentang 5%-30%.

 


Kontra Dalam Trading Bitcoin

1. Rekam Jejak Yang Masih Singkat

Analisis teknis pada Chart harga apapun terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:

  • Tren dan Momentum: menunjukkan arah pergerakan dan kekuatan harga.
  • Support dan Resistance: menunjukkan titik pembalikan harga potensial.
  • Price Action dan Chart Pattern: memberikan informasi tentang psikologi pasar.

Dibandingkan aset-aset trading yang telah lama ada, Bitcoin baru seumur jagung dan tidak memiliki banyak histori pergerakan. Dengan demikian, informasi yang bisa dianalisa di chart pun cukup terbatas. Bahkan Price Action Bitcoin yang sudah terekam sejak tahun 2010, masih belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan aksi harga di pasar saham, mata uang, dan komoditas.

 

2. Bahaya Trading Membabi Buta

Trader baru akan tertarik oleh kenaikan harga Bitcoin yang memang mengesankan. Mereka biasanya percaya bahwa perdagangan hanyalah masalah membeli saja dan meraih keuntungan. Sayangnya, tren tidak bertahan selamanya. Ketika tren berhenti, trader pemula tidak dapat melihat perbedaannya. Mereka akan terus berdagang dengan cara yang sama dan bertanya-tanya mengapa perdagangan mereka tidak menang lagi.

 

Bahaya trading Bitcoin

(Baca juga: 8 Bahaya Bitcoin Ini Wajib Diwaspadai Sebelum Berinvestasi)

 

Inilah hal yang sangat mengkhawatirkan di dunia kripto. Potensi keuntungan besar mudah menarik pendatang baru yang seringkali suka mengabaikan risiko dan langkah-langkah terukur dalam melakukan analisa. Karena itu, perlu ada gerakan edukasi yang terstruktur untuk mencegah risiko trading Bitcoin secara membabi buta, juga mengantisipasi tindakan bodoh para pemula yang mudah tertipu skema penipuan atas nama Bitcoin.

 

3. Volatilitas Harga

Volatilitas baik untuk trading karena pergerakan harga naik dan turun menawarkan peluang besar bagi para trader. Tidak banyak yang bisa dilakukan jika harga bergerak rata selama seminggu, sebulan, atau bahkan setahun. Namun jika terlalu banyak volatilitas, dampaknya juga akan negatif. Kondisi pasar dengan volatilitas tinggi sebenarnya kurang ideal untuk trader, karena menciptakan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Hal ini juga memberi waktu lebih sedikit kepada para trader untuk bereaksi. Jika yang berpartisipasi adalah trader berpengalaman, maka tidak akan masalah. Namun apabila trader pemula mencoba trading dengan volatilitas tinggi, maka kemungkinan ia akan cepat mengalami kerugian besar.

 

4. Sentimen Pasar Tidak Tetap

Uptrend Bitcoin dan mata uang kripto lainnya (Altcoins) di tahun 2017 begitu kuat, sampai mencitrakan bahwa kenaikannya tak akan pernah berhenti. Namun tetap saja, sentimen pasar dapat berubah. Seiring dengan banyaknya langkah pembatasan oleh pemerintah dari berbagai negara, badan-badan keuangan, serta lembaga regulasi pada awal tahun 2018, harga Bitcoin langsung anjlok hingga lebih dari 70% hanya dalam waktu singkat. Jelas, sentimen pasar yang tadinya positif telah berubah menjadi sangat negatif. Padahal, Bitcoin sebelumnya mencetak rekor tertinggi di harga $19,699 pada akhir tahun 2017.

 

Pergerakan harga Bitcoin

 

 

5. Konflik Dengan Bank Sentral

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya tidak terpusat dan tidak dibuat oleh bank sentral manapun. Jika koin tersebut menjadi sangat populer sebagai sarana untuk transaksi dan menyimpan kekayaan, maka ini bisa lebih sulit bagi bank sentral untuk mempertimbangkan dampak penggunaannya terhadap kondisi ekonomi.

 

Konflik Bitcoin dengan Bank Sentral

(Baca juga: Kumpulan Artikel Bank Sentral Dunia)

 

Ada beberapa risiko yang mungkin terjadi dari hal ini, yaitu :

  • Menciptakan ketidakpastian dan meningkatkan risiko ekonomi.
  • Karena mata uang kripto (sampai saat ini) memiliki persediaan yang terbatas, ini dapat meningkatkan tren deflasi atau setidaknya inflasi yang buruk. Deflasi tidak diinginkan di negara dengan tingkat utang tinggi, karena utang menjadi lebih mahal secara riil. Deflasi juga bisa berimbas pada penghasilan negara, melalui pajak penjualan dan pajak upah yang lebih sedikit.
  • Popularitas mata uang kripto juga dapat melemahkan permintaan mata uang Fiat seperti Dolar AS, Euro, dan Yen Jepang.

 

Setelah mengetahui pro kontra trading Bitcoin, Anda bisa mencoba solusi trading Bitcoin tanpa risiko yang bisa dilakukan melalui berbagai metode pilihan. Ulasan selengkapnya bisa disimak di artikel Cara Trading Bitcoin Tanpa Modal.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.