Advertisement

iklan

Lydia Idem Finkley, Eks Trader Saham Penggemar Poundsterling

281917

Karena jam pasar forex yang lebih fleksibel, Lydia Idem Finkley hijrah dari saham ke forex, dan berfokus pada pair-pair GBP. Apa alasannya memilih Poundsterling?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Lydia Idem Finkley adalah contoh trader wanita yang sukses hijrah dari pasar modal ke pasar mata uang. Berkat aktivitasnya di media sosial, Lydia dapat memperkenalkan pendekatan trading miliknya yang terus menarik perhatian banyak trader dari waktu ke waktu. Ia pun dikenal sebagai salah satu trader wanita sukses di bidang forex, khususnya untuk pair-pair Poundsterling. Dari sekian banyak mata uang di pasar forex, mengapa ia hanya membidik Sterling? Apa saja tips dan strategi yang digunakannya untuk meraih keberhasilan?

Sebelum menguraikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita mengenal sosok Lydia Idem Finkley terlebih dulu.

Lydia Idem Finkley


Dari Saham Ke Forex

Kalau biasanya trading forex dinilai lebih berisiko tinggi dan dipandang remeh oleh trader saham, maka tidak demikian halnya dengan perspektif Lydia Idem Finkley. Sebelum beralih ke forex di tahun 2007, ia telah berinvestasi di pasar saham selama lebih dari 10 tahun. Mengingat statusnya sebagai trader wanita sukses, mungkin Anda mengira jika alasan Lydia untuk beralih didasari oleh perhitungan peluang dan risiko. Nyatanya, keinginan Lydia untuk bermigrasi ke pasar forex murni dilatarbelakangi oleh keadaan.

Ya, Lydia mengaku kesulitan menyesuaikan waktu trading saham dengan kesibukan barunya setelah berkeluarga. Karena jam pasar forex lebih fleksibel, ia jadi menemukan solusi tepat untuk mengatasi kesulitannya. "Mengasuh bayi membuat saya dan suami saya terjaga sepanjang malam. Jadi kami akan memanfaatkan hal itu untuk melihat chart pair-pair mata uang," demikian ungkapnya.

Tak disangka, perpindahan tersebut juga membawa angin perubahan pada reputasi Lydia sebagai trader wanita sukses. Karena ia rutin membagikan analisa dan catatan tradingnya di akun Twitter @faithmight, banyak trader mulai memperhatikan ide dan strategi trading yang ditampilkannya. Nama Lydia pun semakin dikenal di berbagai media finansial sebagai trader wanita yang layak mendapat sorotan. Hingga saat ini, Lydia Idem Finkley telah muncul sebagai pembicara di FXStreet dan Benzinga, serta mendapat pengakuan di FORBES Magazine dan CNNMoney.

Profil Lydia idem Finkley

Selain sibuk trading di pasar forex, trader wanita sukses yang dulu menempuh studi di jurusan manajemen dan ilmu komputer ini aktif menjadi penasehat, pendiri, dan investor di berbagai perusahaan startup. Salah satu resolusi masa depannya saat ini adalah memperluas jangkauan investasi ke wilayah Afrika.


Sukses Dengan Menjadi "Burung Hantu"

Berkat kebiasaan awalnya memanfaatkan kondisi sulit tidur untuk trading forex, Lydia mengembangkan gaya trading swing yang memperhitungkan pergerakan harga di sesi Tokyo dan London. Karena ia tinggal di AS, sesi Tokyo aktif di malam hari, dan sesi London dibuka saat dini hari.

Meski menjadi trader yang waktu aktifnya seperti burung hantu, Lydia sebenarnya tidak begadang semalam suntuk. Ia akan tidur pukul 8 petang dan bangun saat tengah malam, lalu aktif bertrading sampai anak-anaknya bangun di pagi hari.

Salah satu keberhasilan yang dicapainya dari waktu trading malam hari terjadi ketika gempa bumi hebat melanda Jepang pada 2011 silam. Kala itu, Lydia adalah satu dari sedikit trader AS yang masih terjaga dan memiliki posisi buy aktif untuk AUD. Tepat setelah berita gempa mulai bermunculan, Lydia langsung mengamankan profit, karena sadar jika bencana tersebut akan berdampak negatif pada Dolar Australia.

Benar saja, ketika trader AS masuk di awal sesi New York, dampak bencana telah menghajar Aussie. Tak perlu dijelaskan, Anda pasti bisa membayangkan sendiri apa yang terjadi jika Lydia tidak awas memantau posisi trading di sesi Tokyo.


Mengapa Favoritkan Poundsterling?

Dalam menentukan pair favorit, Lydia tidak pernah berlama-lama mencari peluang dari setiap pasangan mata uang yang ada. Trader wanita sukses yang mendirikan FM Capital Group ini langsung memilih semua pair GBP sebagai pilihan utamanya. Secara eksklusif, Lydia paling sering bertransaksi dengan GBP/USD dan EUR/GBP. Selain itu, ia mengaku tidak pernah absen mengamati GBP/AUD, GBP/CAD, dan GBP/NZD.

 

Fokus Lydia pada mata uang Inggris tersebut tentunya memiliki dasar. Menurutnya, GBP/USD dan pair-pair Sterling secara keseluruhan memiliki pergerakan yang lebih besar dibanding pasangan mata uang lain. Di samping itu, Lydia menganggap jika pergerakan Cable mudah diprediksi secara teknikal, terutama ketika sedang trending. "Di tengah sulitnya memprediksi pasar forex yang penuh dengan ketidakpastian, siapa yang tidak suka konsistensi?" demikian menurutnya.

Dalam sesi wawancaranya di situs Benzinga, Lydia membeberkan bahwa setup favoritnya adalah memasang Fibonacci setelah breakout, atau ketika harga tengah menunjukkan arah pergerakan yang jelas.


Manfaatkan Berita Sebagai Katalis

Meski memfavoritkan Poundsterling karena mudah diamati dalam kacamata teknikal, Lydia bukanlah tipe trader yang mengabaikan analisa fundamental saat mengatur posisi trading. Sebaliknya, ia justru mengandalkan rilis fundamental sebagai pemicu entry. "Keputusan trading terbaik berangkat dari rilis berita atau data fundamental. Namun demikian, pergerakan harga saat itu juga perlu dipastikan, apakah masih berada dalam batas-batas teknikal atau tidak," ujar Lydia.

Prinsip tersebut utamanya berlaku pada posisi entry. "Sangat penting bagi trader forex untuk memperhatikan kalender ekonomi, dan menata posisi trading berdasarkan situasi fundamental yang melatarbelakangi trend harga," kata Lydia. Akan tetapi, ia paling anti dengan fundamental saat mengatur manajemen risiko. Menurutnya, penyesuaian yang berkaitan dengan risiko dan pengelolaan dana harus benar-benar disiplin terhadap rule trading.


Hikmah Berharga Dari Lydia Idem Finkley

Dari uraian di atas, satu pelajaran penting yang dapat kita simpulkan adalah: kesuksesan Lydia beralih dari saham ke forex berasal dari kemampuannya untuk bisa beradaptasi dengan baik. Skill adaptasi memang salah satu keahlian penting yang wajib dimiliki trader, karena pasar finansial terdiri dari berbagai sektor dan pergerakan harganya sangat dinamis.

pelajaran trading lydia idem finkley

Jika Lydia Idem Finkley tidak bisa menjadi trader wanita yang fleksibel, ia akan terjebak menjalankan trading di pasar saham dengan hasil yang tidak maksimal, karena ia terbebani stres akibat kesulitan menyeimbangkan waktu antara kehidupan pribadi dan aktivitas tradingnya.

Selain pelajaran tersebut, Lydia Idem Finkley punya wejangan menarik untuk para trader ritel, yaitu:

  • "Nasehat saya untuk para newbie adalah segera temukan gaya trading Anda. Trading yang tidak sesuai dengan karakteristik diri sendiri adalah rute singkat menuju kerugian."
  • "Tiga cara mencapai kesuksesan adalah belajar, cari broker forex yang mendukung kondisi trading Anda, dan buka akun real sesegera mungkin. Dalam trading forex, platform demo tak bisa memperlihatkan bagaimana kondisi market yang sebenarnya. Jadi membuka akun real lebih cepat itu lebih baik, asalkan Anda menggunakan modal kecil dulu."
  • "Sebagian besar trader sukses yang saya kenal hanya masuk di pair-pair tertentu. Jika Anda bisa mengasah kesabaran dan pemahaman terhadap pair trading tertentu, Anda bisa menjadi trader yang profitable."


Selain Lydia Idem Finkley, trader wanita sukses yang terkenal karena kegemarannya bermain dengan Poundsterling adalah Jody Samuels. Ikuti kisah lengkapnya di artikel Mengenal Jody Samuels, Si Ratu Poundsterling.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Irfan Fauzi
Tuh kan, Ms Lydia ini ternyata seorang trader yg fleksibel. Dia tidak kaku dgn cara tradingnya. Memang klw trading itu gak boleh kaku. Kita harus cepat beradaptasi dgn kondisi pasar. Dia jg cepat ambil keputusan saat Jepang dilanda bencana. Coba dia telat dikit, berapa banyak loss yg terjadi. Gak ngebayangin deh.....
Eman
trader sultan mah instingnya kuat bro
Irfan Fauzi
Tuh kan, Ms Lydia ini ternyata seorang trader yg fleksibel. Dia tidak kaku dgn cara tradingnya. Memang klw trading itu gak boleh kaku. Kita harus cepat beradaptasi dgn kondisi pasar. Dia jg cepat ambil keputusan saat Jepang dilanda bencana. Coba dia telat dikit, berapa banyak loss yg terjadi. Gak ngebayangin deh.....
Marisa Hakiki
Makasih 3 wejangannya bu Lydia Idem, akan saya terapkan di akun trading saya
Siput Lili
Sepertinya mbak Lydia Idem Finkley ini lebih suka trading menggunakan analisa fundamental. Kq dari penjelasan di artikel terlihat jelas sekali Lydia lebih mengacu pada berita-berita terkini untuk menentukan open posisinya. Boleh dicontek nih metode tradingnya.
Demmy
Mbak @Siput Lili, dia jg pake analisa Teknikal mbak, misalnya di pasangan GBP/USD dan pair-pair Sterling. Setup favoritnya memasang Fibonacci setelah breakout.   
Mela Riza
Pake dua2nya itu gan. Dia pakai analisa fundamental dengan bergegas mengamankan posisinya saat Jepang dilanda bencana alam.  Terus untuk sterling dia analisa teknikal, setup-nya Fibonacci setelah breakout
M. Sutiyana
Terbaik!!!!