Advertisement

iklan

Manfaat Dan Penggunaan Trailing Stop

Penulis

+ -

Trailing stop adalah fasilitas trading yang membantu Anda menyesuaikan stop loss dengan lebih sistematis dan otomatis saat trading masih berjalan. Apa sajakah manfaat fitur ini dan bagaimana penggunaannya?

iklan

iklan

Trailing stop adalah fasilitas trading yang membantu Anda menyesuaikan stop loss dengan lebih sistematis dan otomatis saat trading masih berjalan. Mengapa stop loss perlu disesuaikan lagi saat trading masih berjalan? Bukankah stop loss mestinya sudah diatur dengan sedemikian rupa agar bisa mengamankan posisi trading? Kenyataannya, tindakan ini juga perlu dilakukan untuk mencegah kerugian karena bisa membuat hasil trading Anda breakeven (impas), juga agar profit yang telah Anda raih dapat terlindungi.

Dengan adanya trailing stop, setidaknya Anda tidak akan dihadapkan dengan kerugian awal. Hal ini cukup menenangkan sebab setelah trailing stop bekerja, Anda sudah diberikan jaminan titik impas, di mana tidak mengalami kerugian. Meski trading Anda juga belum menghasilkan profit. Secara nyata Anda sudah terhindar dari kerugian saat trailing mulai bekerja. Titik impas itu dapat membantu Anda menghilangkan risiko awal ketika trading.

Manfaat Dan Penggunaan Trailing
Misalnya, Anda mengambil posisi long di EUR/USD pada harga 1.3100, dengan stop loss 50 pip sekitar harga 1.3050 dan 100 pip take profit di 1,3200. Jika trading bergerak naik ke 1.31500, maka trader dapat melihat penyesuaian stop loss yang berhenti hingga 1.3100 dari nilai awal 1.3050.

Tapi bagaimana jika keadaannya EUR/USD bergerak naik ke 1.3190, dan Anda memutuskan untuk memaksimalkan kesempatan tersebut? Nah, dalam hal ini, trader dapat menghapus stop loss awal sama sekali. Setelah harga bergerak ke 1.3200, trailing juga akan bergerak lebih tinggi sampai di 1.3150. Maka, jika harga berbalik, trader akan mendapat profit sebesar 50 pip. Bayangkan bila stop loss tidak digeser dan harga bergerak turun hingga ke level awal stop loss Anda, jelas posisi tersebut akan rugi dan profit yang sebelumnya sempat terkumpul juga akan terkikis sia-sia.

Manfaat Dan Penggunaan Trailing

Macam-macam Trailing Stop
Ada 3 macam trailing stop yang umum digunakan oleh trader, antara lain:

1. Trailing Stop Dinamis
Trailing ini adalah tipe yang paling sederhana. Dengan trailing stop dinamis, titik stop akan disesuaikan untuk 1 pip setiap harga bergerak pada titik support. Jadi, pada awal trading dalam contoh di atas, jika EUR/USD bergerak naik ke 1,3101 dari harga awal 1.3100, maka stop-nya akan disesuaikan sampai dengan 1,3051.

Manfaat Dan Penggunaan Trailing

2. Trailing Stop Tetap
Anda juga dapat mengatur titik stop sesuai keinginan, jadi trailing akan menyesuaikan secara bertahap. Misalnya, Anda dapat mengatur titik stop setiap gerakan 10 pip.

Contoh:
Seorang trader membeli EUR/USD di 1.3100 dengan stop awal di 1.3050, setelah EUR/USD bergerak naik ke 1.3110, maka trailing akan naik 10 pips ke 1.3060. Setelah pergerakan berlanjut sampai ke 1.3120, trailing akan kembali naik 10 pips menyesuaikan diri ke 1.3070.


Manfaat Dan Penggunaan Trailing

3. Trailing Stop Manual
Jika Anda ingin sepenuhnya mengontrol stop loss, trailing dapat dipindahkan secara manual sesuai keinginan. Ada keuntungan tersendiri menggunakan trailing tipe ini, dimana harga dapat diidentifikasi sesuai dengan strategi Anda sendiri.

Jika dirasa trend masih kuat sesuai sinyal, maka Anda dapat menggeser stop loss sampai tingkatan tertentu sesuai kemauan. Dapat dikatakan kalau trailing tipe ini lebih fleksibel dan bisa dimanfaatkan di segala kondisi.

Manfaat Dan Penggunaan Trailing



Sumber:
Dailyfx.com 

114521
Penulis

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2010. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.

Rizky_dwee
trailing stop paling cocok nih buat pasar yg lg trending, kalo lagi sideways kayaknya g terlalu disaranin cz bakal cepet kena kalo udah mulai reversal
Nala
pilih tf-nya juga kudu yng agak tinggian, kalo di tf rendah susah dapet tren yg stabil. harga sering bolak balik ga tentu. sebentar sebantar naik sebentar sebentar turun. kalo trailing stop di taruh di tf yng sesuai ini berguna banget supaya order ngg rugi terlalu banyak. cari tren emang lebih gampangnya di tf tinggi. tp bner juga ini dipakenya sm trend trader yg suka riding trend.
Ferdian Arie
@risky: sy setuju, kalau pasar sedang sangat volatil, trending harga bisa ekstrim banget dan bakal berisiko kalau profitnya gg dikunci.
Arisa
Bwt plhn jns trailing stop yg plg bgs yg mn yah?
Arti Gusnawan
Ini bisa tergantung pilihan trader sendiri. Cara manapun bagus asalkan trader yang menggunakan sudah menguasai dan membuktikannya dengan hasil yang profitable. Ada yang suka menggunakan model tetap karena sudah yakin dengan analisanya dan ingin lebih santai agar tidak memantau chart terus, namun ada pula yang memilih cara manual karena di strateginya memang perlu penyesuaian khusus saat harga mencapai level-level tertentu. Karena penggunaannya juga bisa disesuaikan dengan kenyamanan, seperti di trailing stop manual lebih cocok untuk trader yang tidak masalah punya intensitas trading tinggi, tidak terlalu sibuk sehingga selalu punya waktu untuk menyesuaikan trailing stop dari waktu ke waktu.
Tito Wahyudi
Ane rasa yang paling nyaman yang nomer 2. Kalo trailing stop tetap kan kita bisa set sendiri trus gak perlu repot2 geser posisi trailing stop tiap tren berlanjut. Sementara kalo pake yang dinamis posisinya jadi kurang aman karena terlalu dipercayain sama sistem, jadi pake yang semi manual aja karena pengaturannya bisa dimanage sendiri tapi prosesnya berjalan otomatis.
Rizky_dwee
Aku sih kurang yakin bgt sama sistem broker, lagian kalo g digeser scr manual jd kurang flexibel bwt strategi trading. Kan dlm setiap trading plan tu ada target profit dn loss-nya, kalo diatur manual kan jadi bisa menyesuaikan kondisi pasar
Arti Gusnawan
Jika anda trading di broker-broker "curang" yang sering manipulasi spread hal ini memang perlu dikhawatirkan. Bahkan dengan penanganan secara manual pun bisa jadi belum cukup karena broker memiliki 1001 cara untuk bisa profit dari kerugian tradernya.

Saran saya dari awal pilihlah broker yang non dealing desk , sudah punya reputasi baik, dan anda buktikan sendiri bahwa di sana tidak ada (atau paling tidak jarang) memanipulasi tradernya. Karena cara trading sebaik apapun tetap tidak akan sebanding untuk melawan upaya broker dealing desk yang niat utamanya adalah untuk bisa bertrading melawan tradernya.
Choco Latte
iya ya ane baru nyadar trailing stop jg bisa buat bikin order kita at least impas. keluar trading dari situ paling rugi cuma di spread doang. tapi kalo begini apa dibolehin sama broker? kan keliatan ada trik pengaturan stop loss begitu...
Arti Gusnawan
Setau saya yang mendapat pengawasan ketat dari broker adalah scalping dan hedging. Keduanya tidak berkaitan dengan mengubah-ubah stop loss. Dan upaya menghindari kerugian seharusnya tidak dilarang broker (selama tidak berkenaan dengan 2 teknik di atas dan broker anda jujur). Penggunaan trailing stop dengan tujuan ini memang bisa melindungi dari kerugian, tapi ada baiknya jangan dijadikan tujuan utama. Karena dalam trading yang diusahakan adalah untuk bisa profit, kalau ditutup impas terus lama-lama juga akan buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan uang juga karena ada spread/komisi yang dibayarkan.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini