Advertisement

iklan

Manfaat Divergence Untuk Trading Binary Options

Salah satu metode teknikal yang populer digunakan adalah divergence. Tapi, meski populer di forex, bagaimana kita bisa menggunakan analisa divergence untuk binary options?

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu metode teknikal yang populer digunakan trader adalah divergence. Tak hanya di forex, strategi ini pun juga berguna untuk trading binary options. Mengapa bisa demikian? Bagaimana kita bisa menggunakan analisa divergence untuk binary options? Artikel ini akan membahas ulasan lengkap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

tradng binary options dengan divergence
Kenapa divergence juga bermanfaat untuk trading binary options? Kita bisa melihat ini dari sudut pandang forex. Pada dasarnya, forex adalah salah satu instrumen trading dalam binary options. Jadi antara trading spot forex dengan forex di binary options, analisanya tidak jauh berbeda. Jika untuk trading forex biasa divergence telah banyak digunakan dan diandalkan, maka penerapan metode tersebut juga akan efektif untuk trading forex di binary options.

Nah, bagaimana cara kita mengaplikasikan divergence di binary options? Pertama-tama, kita butuh indikator oscillator untuk mendukung strategi divergence. Alasannya tidak lain adalah karena dasar analisa divergence itu sendiri. Mudahnya, divergence didasari oleh perbedaan dari gerak harga yang sebenarnya dengan indikator oscillator. Jadi bila harga di chart cenderung naik namun oscillator malah menurun, ini bisa menjadi salah satu pertanda divergence.

Namun tentu saja, kita tidak bisa sembarangan mengartikan divergence dari sekilas perbedaan tersebut. Salah satu cara untuk mengenali divergence dan sinyal yang dihasilkannya adalah dengan mempelajari jenis-jenis divergence. Berikut ini tabel perbandingan yang bisa memberikan penjelasan singkat tentang berbagai macam divergence dan sinyal-sinyalnya:

jenis divergence
Untuk memperoleh gambaran mengenai pola high (top atau titik tinggi) dan low (bottom atau titik rendah) pada chart harga serta oscillator, Anda dapat menggunakan bantuan trend line. Berbicara mengenai oscilltor tentu tak lepas dari infdikator-indikator semcam RSI, Stochastic, CCI, MACD, dan sebagainya. Lalu, manakah yang paling ampuh untuk digunakan dalam strategi divergence?

Untuk hal tersebut, Anda bisa putuskan sendiri dengan menguji efektivitasnya di akun demo. Masing-masing indikator memiliki karakter, kelebihan, dan kekurangannya sendiri-sendiri. Untuk membantu pertimbangan Anda, berikut ini contoh trading dengan tiga indikator oscillator, RSI, Stochastic, dan MACD, yang menggunakan metode divergence:

Divergence Binary Options Dengan RSI

RSI (Relative Strength Index) dapat memberikan konfirmasi sinyal divergence yang lebih kuat dengan adanya level-level jenuh di 30 (jenuh jual) dan 70 (jenuh beli). Sebagai contoh, sinyal regular bullish divergence dapat lebih terkonfirmasi bila RSI berada di area 30. Sebaliknya, sinyal regular bearish divergence akan lebih valid bila RSI mencapai area 70 saat terjadi divergence.

Berikut ini contoh trading binary options dengan divergence RSI pada chart EUR/USD:

divergence binary options dengan rsi
Tampak pada grafik bahwa harga tengah membentuk lower low, namun RSI menunjukkan pola higher low. Ini merupakan indikasi regular bullish divergence. Perhatikan pula bahwa RSI berada di bawah level 30, yang semakin mengkonfirmasi peluang untuk membuka option "call". Terbukti kemudian harga bergerak naik setelah divergence terbentuk.

Divergence Binary Options Dengan Stochastic

Walaupun sama-sama oscillator, stochastic memiliki sedikit perbedaan dengan RSI, dimana terdapat 2 garis kurva; %K (garis biru yang menandakan tingkat perubahan harga saat ini) dan %D (garis titik-titik merah yang merupakan nilai rata-rata dari %K). Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan grafik di bawah ini:

divergence binary options dengan stochastic
Tampak bahwa harga membentuk higher high sementara stochastic justru menunjukkan pola high yang makin menurun (lower high). Ini merupakan indikasi regular bearish divergence yang memberikan sinyal reversal dan peluang baik untuk Anda menempatkan option "put". Momen entry dapat diambil saat garis Stochastic %K memotong %D dari atas ke bawah di akhir pola higher low. Cara ini merupakan salah satu metode trading utama dengan stochastic, dan dapat digunakan untuk menentukan posisi entry yang tepat. Setelah momen crossing tersebut dapat dilihat harga kemudian turun tajam dan memberi banyak ruang bagi Anda untuk menentukan expiry time bagi option "put" Anda.

Divergence Binary Options Dengan MACD

Jika Stochastic tampak lebih kompleks dibanding RSI karena memiliki 2 garis yang perlu diperhatikan perpotongannya, maka MACD bisa terlihat lebih rumit lagi. Pada tampilan default MT4, MACD terdiri dari 2 komponen, yakni area MACD yang merupakan selisih antara EMA 12 dan EMA 16, serta garis sinyal yang sebetulnya adalah SMA 9 dari area MACD tersebut.

divergence binary options dengan macd
Dalam mengamati divergence dengan indikator MACD, Anda bisa memperhatikan arah pergerakan yang dibentuk oleh area MACD. Pada gambar di atas terlihat sinyal regular bullish divergence, yang ditandai dengan lower low pada harga dan higher high pada MACD. Ini merupakan pertanda harga akan mengalami pembalikan tren dari bearish ke bullish.

Untuk lebih mengkonfirmasi entry pada option "call", Anda dapat menunggu hingga area MACD menyeberang ke area positif (di atas 0). Ini merupakan salah satu metode utama pada trading binary options dengan MACD. Area MACD yang naik ke atas level 0 menandakan pergantian tren dan sering dijadikan konfirmator bagi trader pengikut tren. Rekomendasi expiry time pada strategi ini adalah antara 1-4 jam, dengan setting default MACD di 12-26-9, dan pemilihan timeframe di 15M.

Plus Minus Divergence Trading

Layaknya cara trading pada umumnya, divergence juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda bisa mempertimbangkan 2 aspek ini sebelum mencoba trading dengan teknik analisa divergence:

Kelebihan Divergence:

  • Efektif diterapkan di semua timeframe
  • Kompatibel dengan berbagai macam teknik trading yang sudah ada
  • Aturan divergence yang berbasis analisa teknikal berlaku di semua instrumen trading
  • Memiliki akurasi tinggi dalam memprediksi pergerakan harga selanjutnya


Kekurangan Divergence:

  • Dibandingkan dengan metode trading lain, divergence cenderung lebih sulit untuk dipahami. Pemula mungkin akan sering mengalami kebingungan saat menganalisa pola high dan low pada chart.
  • Sinyal divergence masih memerlukan konfirmasi dari price action atau indikator lain.

 

Kesimpulan Dan Saran

Mengenali divergence bisa menjadi aspek penting dalam trading binary options. Cara trading ini mampu memberikan gambaran arah pergerakan harga, bukan hanya dari pola umum yang terbentuk di chart, tapi juga analisa kekuatan tren.

Dalam menempatkan option "call" atau "put", naik turunnya harga dan seberapa lama harga akan berada dalam tren adalah yang terpenting untuk memastikan keberhasilan trading binary options. Walaupun terkesan sangat menjanjikan, masih ada resiko sinyal palsu bila Anda belum benar-benar terbiasa mengenali kondisi divergence.

Untuk itu, pastikan Anda telah memahami dan menguji strategi trading dengan divergence sebelum memanfaatkannya untuk trading real di binary options. Anda bisa membandingkan RSI, Stochastic, dan MACD untuk mencari tahu oscillator mana yang paling potensial bagi Anda. Secara garis besar, RSI bisa memberikan sinyal divergence yang lebih kuat melalui level-level oversold dan overbrought-nya. Sementara Stochastic dan MACD mampu menemukan poin entry yang lebih potensial melalui perpotongan garis-garis sinyal.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.