OctaFx

iklan

Manfaat Support Dan Resistance Dalam Forex

98065

Banyak manfaat yang kita dapatkan dari memahami support dan resistance dalam forex. Mulai dari petunjuk tren hingga identifikator exit, pelajari manfaat SR di sini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Support dan Resistance dalam forex merupakan sebuah batasan yang menghubungkan titik-titik tertinggi dan terendah harga. Strategi yang sering disingkat dengan inisial SR ini memiliki banyak manfaat yang dapat membantu trader, baik pemula maupun profesional. Salah satu manfaat Support dan Resistance adalah mampu memberi petunjuk kepada trader mengenai daerah terendah maupun tertinggi yang sulit ditembus harga dalam periode tertentu. Tidak hanya itu, ia juga dapat memberikan gambaran tentang kemungkinan apakah market akan melanjutkan tren atau justru melakukan reversal.

 

Definisi Support Dan Resistance Dalam Forex

Secara teori, Support adalah tingkat harga di mana permintaan (daya beli) telah cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih dalam. Jika harga semakin dekat dengan Support, maka harga dianggap sudah terlalu murah, sehingga buyer yang melihat kondisi tersebut akan mulai masuk pasar untuk melakukan aksi beli.

Sebaliknya, seller yang merasa harga jual sudah terlalu murah akan mundur dari pasar dan menunggu sampai harga naik terlalu tinggi dan membentur Resistance untuk beraksi lagi.

Di sisi lain, Resistance adalah tingkat harga di mana penawaran (daya jual) sudah cukup kuat untuk mencegah harga dari kenaikan lebih lanjut. Alasan di balik ini adalah ketika harga semakin dekat dengan Resistance, artinya harga sudah dianggap terlalu mahal dan seller mulai masuk ke dalam pasar. Dalam skenario ini, tingkat penawaran dapat mengungguli permintaan, sehingga mencegah harga menembus batas Resistance.

Namun demikian, batas Support dan Resistance ini tidak akan berlaku selamanya. Harga bisa menembus (breakout) batas-batas tersebut ketika sentimen pasar sedang sangat kuat untuk melanjutkan tren harga. Karena Support dan Resistance merupakan level penting yang sebelumnya sulit ditembus, maka breakout dari batas-batas tersebut akan memicu pergerakan harga yang sangat kuat di satu arah.

Perhatikan contoh Support Resistance pada chart di bawah ini. Setelah cukup lama mematuhi batas Support dan Resistance yang terbentuk, harga akhirnya menembus Resistance dan membentuk pengerakan Uptrend kuat.

 

Support dan resistance dalam forex

 

 

Manfaat Support Dan Resistance Dalam Membuat Rencana Trading

Support dan Resistance dalam forex merupakan salah satu teknik yang paling banyak diikuti analis teknikal di pasar keuangan. Hal ini karena metode SR cukup sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa grafik. Secara umum, manfaat Support dan Resistance dalam forex terbagi dalam 3 hal berikut:

  1. Untuk Menunjukkan Terjadinya Tren
    Support dan Resistance dalam forex bisa menunjukkan dimulainya tren, setelah harga menembus salah satu batas tersebut. Pada umumnya, breakout terkonfirmasi dari Support bisa memulai pergerakan Downtrend, sementara penembusan valid dari Resistance kerap mengawali pergerakan Uptrend.

    Dengan mengetahui kapan terjadinya sebuah tren, risiko kerugian karena asal Open atau Close posisi dapat dihindari. Sebagaimana diketahui bersama, harus ada perhitungan yang mendasari sebuah aksi dalam trading. Jangan sampai kita malah melakukan sell saat terjadi Downtrend, atau sebaliknya.
  2. Untuk Menentukan Posisi Entry
    Jika mengandalkan Support dan Resistance dalam forex, maka posisi entry biasanya ditentukan setelah harga tertutup di atas atau di bawah SR. Apabila harga telah gagal menembus Support misalnya, maka entry buy bisa dilakukan setelah harga selesai tertutup di atas Support. Sementara apabila harga tampak menembus Support, maka sebaiknya jangan entry sell sebelum harga benar-benar tertutup di bawah Support untuk mengkonfirmasi breakout.

    Perlu diketahui juga, ada waktu-waktu yang berbahaya untuk masuk ke dalam pasar, karena harga biasanya tidak bisa diprediksi dengan metode analisa di atas pada waktu-waktu tersebut. Salah satu prinsip dasar yang perlu diketahui saat akan menaruh posisi entry adalah: Jangan melakukan entry posisi saat ada berita berdampak besar, karena pasar akan menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. 
  3. Untuk Mengetahui Posisi Exit
    Support dan Resistance dalam forex bisa dijadikan patokan exit, terutama dalam hal menentukan Stop Loss dan Take Profit. Misalkan Anda sudah menggariskan Support dan Resistance di chart, maka entry buy di area Support bisa menargetkan level Resistance sebagai target Take Profit. Sementara jika menggunakan harga ternyata breakout ke bawah, maka bisa mencari Support berikutnya sebagai target Take Profit, dan menggunakan Support yang telah tertembus tadi sebagai area Stop Loss.

    Mengapa exit dengan Stop Loss dan Take Profit begitu penting? Ketika melihat potensi keuntungan yang sangat menggiurkan pada chart, trader forex seringkali menjadi gelap mata dan melupakan manajemen risiko. Nah, Stop Loss dan Take Profit bisa menjadi panduan trading dengan manajemen risiko. Jika rentang SR sesuai dengan batas toleransi risiko Anda, maka trading dengan Support dan Resistance dalam forex akan menjadi lebih efektif untuk strategi Anda.

Tiga item di atas merupakan komponen-komponen penting saat membuat rencana trading. Jika sudah menemukan polanya, catat level entry dan exit yang telah kita lakukan secara rinci untuk dievaluasi kemudian.

 

Rencana trading memanfaatkan strategi SR

(Baca Juga: Belajar Membuat Rencana Trading)

 

Cara Menggunakan Support Dan Resistance Dalam Forex

Setelah bisa mengenali seperti apa Support dan Resistance dalam forex serta mengetahui manfaat-manfaatnya, sekarang saatnya untuk mengaplikasikannya dalam chart. Nah, bagaimana Support Resistance membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas? Untuk mengilustrasikannya, coba perhatikan video berikut ini:


Seperti yang Anda lihat pada video di atas, Support adalah titik jenuh jual yang berada di bawah. Sedangkan Resistance merupakan titik jenuh beli yang berada di bagian atas harga karena sudah dianggap mahal. Sebagai aturan umum, semakin tinggi time frame yang digunakan, semakin akurat level Support dan Resistance-nya. Dengan kata lain, level Support dan Resistance yang tercermin pada grafik D1 akan lebih dapat diandalkan daripada yang muncul pada grafik H1. Namun apabila Anda menggunakan Support dan Resistance dalam forex sebagai penentu level-level exit, maka sebaiknya sesuaikan time frame dengan gaya trading dan manajemen modal Anda.

Dalam video di atas, dijelaskan mengenai apa tren yang terjadi serta kapan waktunya melakukan buy, sell, serta Take Profit. Pada pasar yang cenderung mengalami Downtrend (candlestick menurun), disarankan untuk melakukan aksi jual pada titik-titik tertentu. Kita juga bisa mendapat keuntungan dengan melakukan hal sebaliknya.

 

Jika dapat memanfaatkan Support dan Resistance dengan baik, aktivitas trading akan terasa lebih mudah untuk dipahami. Selain itu, penggunaan indikator-indikator penunjang akan membantu Anda untuk bisa mendapatkan prediksi yang lebih akurat. Untuk bacaan lebih lanjut, cermati juga 3 cara sederhana menentukan Support dan Resistance ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal Support dan Resistance, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab khusus analisa teknikal berikut.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Ardan Iswahyudi
Penggunaan SR memang paling tepat untuk jangka panjang, karena kalau untuk jangka pendek pola pergerakannya gampang berubah-ubah jadi masa berlaku SRnya juga cepet habis.
Ronan Kazam
mungkin maksudnya ti tf besar? klo utk sistem trading sih bebas aja, bahkan scalper pun bisa pakai titik sr utk analisa. bukannya mereka kebanyakan mncari prgerakan sideways di sesi pagi dn salah 1 cara analisany adlh dgn mncari range harga spy bs mngambil posisi terbaik sesuai sr sementara harga di sesi itu?
Yuli Zamuri
kalau rencana trading yg ke2 sama ke3 soal kapan entri dn exit dngan support dn resistan ane udah paham, tapi kalo untuk yg ke1 soal petunjuk arah tren itu caranya gimana?
Dwi Yani
Ditunggu sewaktu harga menembus support atau resistance. Ini juga dinamakan dengan strategi breakout. Jika momennya tepat sesuai rilis news high impact, maka kemungkinan harga melanjutkan trennya semakin besar.

Apalagi jika support atau resistance yang ditembus sudah teruji, ini bisa dilihat dari berapa kali harga sebelumnya gagal menembus level tersebut. Semakin banyak bounce sebelumnya maka semakin kuat pula tren yang akan terjadi setelah harga berhasil menembus batas support atau resistancenya.
Ardan Iswahyudi
@Yuli: SR tidak hanya bisa digunakan untuk menentukan entri dan exit saja, karena ada kemungkinan lain selain harga memantul pada garis SR itu, yaitu dengan melakukan breakout pada salah satu garis SR. Kalau itu sudah terjadi biasanya akan terjadi tren, tergantung pada garis yang ditembus, kalau garisnya support akan terjadi downtren, kalau garis resistan yang ditembus siap-siap antisipasi uptren untuk open posisi buy
Hussain
kl lg bnr narik garisx emang bs bgt dijadiin acuan.
tp kl lg g pas mlh tmbh bkn sk slh ambil posisi. prlu tw dl saat2 yg tpt bwt trding sr yg ditarik dr fibo ato pp.
blm lg kl utk trdr jngk pndk ni jg krg sesuai, jd msti bljr cpt mnyesuaikan sr untk tiap frame yg tmpk bwt yg trdng jngk pndk.
Dwi Yani
Jika hanya menentukan support dan resistance dari pola harga dan menariknya dengan garis horizontal, atau menggunakan fibonacci retracement, maka memang masih ada kemungkinan subjektif. Cara lain menentukan support dan resistance yang bisa didasarkan pada perhitungan matematis adalah dengan pivot point.

Selain itu juga bisa menggunakan MA atau BB untuk mendapatkan tampilan support dan resistance yang dinamis. Di time frame manapun support dan resistance yang ditetapkan dengan indikator tentu bisa langsung menyesuaikan dengan pola pergerakan yang sudah ada.

Namun dalam menganalisanya memang lebih perlu berhati-hati di time frame rendah karena di sana cenderung banyak noise, sehingga itulah mengapa penggunaan di time frame tinggi dikatakan lebih valid untuk diandalkan.
Afif Dedi Sumartono
Apa rencana trading cuman bisa disusun dari pengenalan tren, kapan entri dan kapan exit?? Bukan nya itu cuman bagian dari sistem trading nya aja?

Sepengetahuan sy rencana trading itu menyeluruh mulai dari pengelolaan akun, manajemen resiko, strategi trading, sampai psikologi trading. Kurang tepat rasanya kalau menyebut 3 cara tersebut sebagai keseluruhan rencana trading karena perencanaan trading itu harus bisa melingkupi resikonya juga mengingat tidak ada strategi yang bisa menjamin keberhasilan trading dengan sempurna.