Memahami Kekuatan Sinyal Retracement

230326

Di aplikasi MT4 terdapat banyak indikator untuk menentukan retracement. Disini saya akan berbagi salah satu cara untuk melakukan retracement yang cukup mudah dengan dasar teknik price movement.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Retracement. Adakah yang sudah mengenalnya? Saya yakin pasti sudah ada yang pernah menggunakan suatu retracement sebagai signal untuk open posisi buy atau sell. Di aplikasi MT4 terdapat banyak indikator atau tool untuk menentukan suatu retracement. Disini saya akan berbagi salah satu cara untuk melakukan retracement yang cukup mudah dengan dasar teknik price movement. Bagi para naked trader mungkin ini sudah biasa digunakan. Semoga bermanfaat bagi para trader pemula yang akan menggeluti aliran naked trader.


Silakan cermati salah satu konsep retracement ini…

konsep retracement


Retracement bermula dari suatu pergerakan harga (price movement) yang menembus (breakout) suatu area Resistance atau Support. Harga kemudian kembali ke arah area S atau R untuk mencoba kembali menembus area tersebut namun gagal. Nah kondisi seperti ini dapat kita anggap sebagai suatu retracement. Bagi para naked trader moment tersebut dapat dipakai untuk melakukan open posisi.

Bagi para pemula mungkin akan timbul pertanyaan, kalo cuma begitu apa berarti kita bisa ambil setiap kesempatan yang muncul dari kondisi retracement? Oww..sabar, saya menyarankan anda menggunakan konfirmasi signal retracement tersebut dengan point-point di bawah ini:


Tekanan harga

Saya akan bagikan tips untuk membaca potensi pergerakan harga yang tepat untuk mengkonfirmasi signal di atas. Perhatikan ilustrasi ini:

tekanan harga

Dalam kondisi 2 candle di atas, candle pertama yang bearish otomatis dapat dibaca sebagai harga bergerak turun dan diilustrasikan dengan panah berwarna merah. Sementara itu, candle kedua bullish dengan pergerakan harga naik sesuai contoh panah biru. Jika kedua ilustrasi garis tersebut disatukan maka kan membentuk suatu pola V seperti panah hijau. Nah, pola tersebut dapat kita artikan sebagai tekanan harga mengarah bullish. Kita dapat mengambil peluang open di candle berikutnya dengan open posisi buy.

Amati lagi contoh yang berikutnya:

tekanan harga 2


Pola pikir yang sama kita terapkan pada kondisi di atas. Harga bergerak mula-mula turun kemudian ada tekanan balik namun tidak cukup kuat untuk menembus harga diawal candle (panah merah). Candle yang berikutnya dibuka langsung menerima tekanan harga turun, dimana beberapa saat kemudian ada kekuatan balik yang mendorong harga menembus pembukaan harga di candle kedua tersebut dan bahkan berkhir jauh diatas pembukaan harga. Hal ini membuktikan tekan harga sangat kuat. Moment candle berikut masih berpeluang bagi kita untuk open buy. Pola yang sama diterapkan untuk tekanan harga diarah sebaliknya.


Area Support dan Resistance yang tangguh

Kita harus mengamati pergerakan harga di level-level support dan resistance. Silakan amati chart ini:

area support dan resistance yang tangguh


Apa yang bisa anda tangkap dari ilustrasi di atas? Yes..anda benar. Harga selalu memantul jika menyentuh area S dan R diatas yang diwakili oleh garis hijau. Baik itu mengarah ke atas maupun ke bawah, harga akan selalu mengalami penolakan ketika bergerak untuk menembus area tersebut.


Gerakan harga yang menarik

Menarik? Waa..ini akan subyektif sekali. Hmmh..tunggu dulu, sebenarnya tidak juga. Hal ini bisa kita lihat dengan mudah dan akan menjadi hal yang obyektif. Coba amati grafik ini:

gerakan harga yang menarik

 

Telitilah apa yang terjadi pada candle di kolom merah. Terlihat bahwa candle-candle sebelumnya cenderung mengarah ke pergerakan bullish, namun tiba-tiba candle di kolom merah menunjukkan tekanan dari para seller yang melebihi kekuatan para buyer. Perhatikan juga jika dibandingkan dengan candle-candle bullish sebelumnya, tekanan seller secara kasat mata lebih kuat dari rata-rata kekuatan tekanan para buyer. Nah, apakah ini tidak cukup menarik bagi anda yang sedang mengamati perggerakan harga bullish? Cukup obyektif juga bukan?


Konklusi

Sinyal retracement atau titik balik punya potensi yang kuat untuk menghasilkan profit. Namun dikarenakan dalam forex semua kondisi tidak ada yang pasti, maka kita perlu lebih memperketat rule trading dengan berbagai hal yang sesuai dengan karakter masing-masing trader. Kondisi-kondisi di atas hanya sebagai suatu alternatif. Selalu berhati-hati dalam menggunakan modal anda dan semoga lebih profit yaa..

Kukuh Raharjo aktif sebagai penulis berita dan artikel di Seputarforex.com sejak tahun 2014 serta aktif juga sebagai freelance di dunia social media promotion. Sambil masih bertrading forex online, Kukuh Raharjo juga menggeluti dunia blogging dengan posisinya sebagai pengisi konten lepas.


Faris Hari
Masih belum mudeng bedanya sinyal dan trendline itu apa ya?
Rizal Sf
Sinyal trading bisa menjadi solusi tepat untuk meraup profit dari pasar forex, tanpa harus selalu memelototi platform trading 24 jam sehari. Sedangkan trendline adalah garis yang digunakan untuk menentukan trend trading sedang uptrend, sideways, atau downtrend. Selengkapnya bisa anda baca di artikel kami berikut ini: Pengertian Dan Cara Menggambar Trendline dan Mengenal Berbagai Jenis Sinyal Trading.