Memahami Seluk-Beluk Whitepaper Bitcoin

Sebelum menjadi pelopor mata uang kripto dan transaksi keuangan yang terdesentralisasi, Bitcoin diperkenalkan melalui Whitepaper yang ditulis sendiri oleh Satoshi Nakamoto.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Ekonomi digital terus berkembang berkat sebagian besar konsep yang ditata dalam Whitepaper (buku putih) Bitcoin Satoshi Nakamoto. Whitepaper ini memperkenalkan konsep mata uang kripto terdesentralisasi, dan menjadi pengantar digitalisasi ekonomi global.

Dokumen Whitepaper Bitcoin telah memulai transformasi sistem keuangan tradisional menjadi digital, dengan menyediakan alternatif yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat global saat ini. Mari luangkan waktu sejenak untuk memahami lebih lanjut tentang apa saja yang ada dalam Whitepaper Bitcoin.

Whitepaper Bitcoin

 

Abstrak

Bagian pertama dari Whitepaper adalah ringkasan tujuan Bitcoin, termasuk bagaimana meringankan ketergantungan para pelaku transaksi keuangan akan peran pihak ketiga. Pengantar konsep Bitcoin ini juga merupakan bagian yang paling banyak dikutip dari Whitepaper.

Di sini, Satoshi menyatakan bahwa:

"Versi murni dari sistem keuangan elektronik peer-to-peer akan memungkinkan pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa melalui lembaga keuangan lain (sebagai perantara)."

Satoshi kemudian menjelaskan secara singkat bagaimana fungsi sistem kerja berbasis bukti hash, yang menyertakan deskripsi tentang bagaimana rantai terpanjang dianggap sebagai rantai yang valid. Rantai valid adalah rantai yang akan digunakan jaringan untuk menulis data transaksi selama proses penambangan.

 

Pendahuluan

Pada bagian ini, Satoshi menjelaskan masalah dengan model ekonomi berbasis kepercayaan. Secara khusus, ia menyebutkan kekurangan dari transaksi yang tidak dapat diubah. Sifat tidak dapat diubah ini menciptakan kebutuhan akan lebih banyak perlindungan pihak ketiga, yang pada akhirnya tentu meningkatkan biaya transaksi. Satoshi melihat hal ini sebagai cara bagi bank-bak konvensional untuk terus mengendalikan transaksi ekonomi.

Setelah menunjukkan kesalahan dalam model tersebut, Satoshi menjelaskan bagaimana algoritma berbasis hash dapat menghilangkan kebutuhan perlindungan pihak ketiga dengan menggunakan persamaan matematis. Persamaan yini dapat digunakan untuk memverifikasi validitas transaksi mata uang kripto. Di sini, Satoshi menekankan pentingnya menjaga setidaknya lima puluh satu persen dari kekuatan hashing untuk memastikan keamanan jaringan.

 

Transaksi

Bagian transaksi dari Whitepaper Bitcoin menjelaskan masalah terkait pengeluaran ganda. Ia membahas bagaimana metode pengurangan pengeluaran ganda saat ini membutuhkan bank untuk meninjau semua transaksi dan memastikan kesediaan dana. Bank juga menyimpan catatan dan memvalidasi transaksi. Dengan kata lain, sistem semacam itu sepenuhnya bergantung pada kepercayaan pihak ketiga.

Dalam visi Satoshi, semua transaksi yang diproses akan menjalani verifikasi melalui "buku besar umum" menggunakan sistem bukti kerja berbasis hash. Sistem ini menyediakan struktur keuangan BTC dengan transparansi yang lebih baik, karena bisa dilakukan di "buku besar umum dan terdesentralisasi" (Blockchain), di mana semua orang dapat memverifikasi transaksi melalui proses penambangan.

Whitepaper Bitcoin tentang transaksi

(Baca juga: Bitcoin Mining vs Pertambangan Cryptocurrency Lain)

 

Server Timestamp

Satoshi mengusulkan penggunaan Server Timestamp untuk merekam catatan hash transaksi dan mempublikasikannya. Timestamp memberikan bukti kuat bahwa data ada pada saat itu. Setiap Timestamp berisi data dari Timestamp sebelumnya. Nah, buku besar terdistribusi yang dikenal sebagai Blockchain adalah tempat blok-blok Timestamp diterbitkan.

 

Proof-of-Work (Bukti Kerja)

Satoshi mengutip upaya awal mata uang kripto Adam Back, Hashcash, ketika ia memperkenalkan bagian Proof-of-Work di Whitepaper Bitcoin. Sistem Proof-of-Work melibatkan persamaan matematika. Dalam prosesnya, node-node akan bersaing satu sama lain untuk mencari tahu persamaan, lalu menambahkan blok berikutnya ke Blockchain. Jawaban atas persamaan ini harus dimulai dengan empat nol dan membutuhkan sejumlah besar daya komputasi. Sebagai informasi, Bitcoin menggunakan algoritma hashing SHA-256.

Proof-of-Work dalam Whitepaper Bitcoin

(Baca juga: Proof-of-Work Dan Proof-of-Stake Dalam Penciptaan Kripto Blockchain)

Satoshi menjelaskan bagaimana jaringan akan mempertahankan integritasnya selama mayoritas node tetap netral. Asalkan lima puluh satu persen dari node tidak bekerja sama untuk mengatur serangan terhadap jaringan, maka Blockchain Bitcoin akan tetap aman. Namun demikian, ketika daya hashing meningkat, maka kesulitan jaringan juga akan bertambah.

 

Jaringan

Jaringan Bitcoin sebenarnya sangat sederhana. Berikut adalah enam langkah yang diatur Satoshi untuk menjalankan jaringan Bitcoin:

  1. Transaksi baru disiarkan ke semua node.
  2. Setiap node mengumpulkan transaksi baru ke dalam blok.
  3. Setiap node bekerja untuk menemukan bukti kerja (Proof-of-Work) yang sulit untuk bloknya.
  4. Ketika sebuah node menemukan Proof-of-Work, ia menyiarkan blok ke semua node.
  5. Node menerima blok hanya jika semua transaksi di dalamnya valid dan belum digunakan.
  6. Node-node lain menyatakan penerimaan mereka terhadap blok dengan bekerja menciptakan blok berikutnya dalam rantai, dan menggunakan hash dari blok yang diterima sebagai hash sebelumnya.

Tak lupa, Satoshi Nakamoto menjelaskan bagaimana jaringan BTC bereaksi jika terjadi rantai yang saling bertentangan. Node harus mempertimbangkan rantai terpanjang sebagai rantai yang valid. Transaksi diterapkan ke rantai berdasarkan pesanan kedatangan mereka. Jika dua node menyiarkan rantai yang saling bertentangan secara bersamaan, maka rantai terpanjang-lah yang divalidasi. Rantai lainnya akan disimpan, dan jika itu menjadi rantai terpanjang ketika blok berikutnya ditambahkan, maka ia juga akan menjadi rantai yang valid.

 

Insentif

Node pertama yang memecahkan algoritma Proof-of-Work dan menambahkan blok berikutnya ke Blockchain akan mendapatkan reward. Awalnya, reward yang diberikan untuk setiap blok adalah 50 Bitcoin. Namun saat ini, nilai reward sudah berkurang menjadi 12.5 Bitcoin saja.

Di bagian ini, Nakamoto juga menjelaskan bagaimana penambangan untuk BTC mirip dengan penambangan emas. Sama seperti penambangan emas yang menghabiskan sumber daya untuk bisa terlaksana, penambang Bitcoin juga perlu mempersiapkan daya komputasi dan listrik yang besar untuk menambang Bitcoin.

Panduan Menambang Bitcoin

(Baca juga: Panduan Menambang Bitcoin Dalam 5 Langkah Mudah)

 

Reklamasi Ruang Penyimpanan

Satoshi sangat sadar bahwa Blockchain bisa tumbuh menjadi teknologi berskala besar. Untuk mengurangi kekhawatiran penyimpanan di masa depan, ia mengusulkan metode penyimpanan blok lama yang membuang sebagian besar data transaksi di dalamnya. Dengan menggunakan hukum Moore, Satoshi memperkirakan jika akan ada peningkatan 1.2GB per tahun dalam daya komputasi.

 

Verifikasi Pembayaran Sederhana

Dalam Whitepaper Bitcoin, Satoshi juga mengusulkan metode agar node dapat dengan cepat memverifikasi transaksi, tanpa mengkonfirmasikan seluruh riwayat transaksi Blockchain. Node diizinkan untuk menyimpan tajuk blok dari transaksi rantai terpanjang.

Terkait hal ini, Satoshi menyebutkan pentingnya menjaga Blockchain BTC agar tetap terdesentralisasi. Hal itu karena seorang hacker dapat mengalahkan jaringan untuk periode tertentu, jika mereka mendapatkan kontrol untuk menguasai lima puluh satu persen dari jaringan.

 

Menggabungkan dan Memisahkan Nilai

Transaksi Bitcoin berisi banyak input dan output yang memungkinkan Anda menggabungkan atau membagi transaksi, untuk mengurangi kemacetan di Blockchain. Sebagian besar transaksi menggabungkan input dari beberapa lokasi, yang kemudian diproses menjadi dua macam output saja. Satu output adalah berupa pembayaran, dan yang lainnya adalah perubahan dari transaksi.

 

Melindungi Privasi

Bitcoin tidak anonim. Anda dapat melacak transaksi Bitcoin menggunakan sejumlah alat tertentu. Namun, Whitepaper Bitcoin juga menjelaskan cara menganonimkan BTC bagi siapapun yang ingin melakukannya. Di sini, Satoshi menjelaskan bahwa Anda bisa membuat Public Key menjadi Private. Dengan cara ini, orang lain hanya dapat melihat ukuran dan arah transaksi Anda, tetapi tidak akan dapat menentukan identitas pengirim atau penerimanya.

 

Perhitungan

Bagian perhitungan dari Whitepaper mencakup beberapa persamaan skenario peretasan. Satoshi berpendapat bahwa jaringan dapat diretas secara singkat, tetapi node pada akhirnya akan mengembalikan jaringan ke kondisi integralnya. Ia juga menggunakan persamaan yang rumit untuk menunjukkan bagaimana rantai palsu tidak akan bisa konsisten menjadi rantai terpanjang, selama node terus menambahkan informasi ke rantai yang valid.

 

Kesimpulan

Bagian kesimpulan dari Whitepaper Bitcoin kembali berpusat pada penekanan untuk menghapus peran pihak ketiga dari transaksi keuangan lintas batas. Satoshi menjelaskan bagaimana sistemnya memungkinkan sebuah node bisa beroperasi sesuai perintah penambang untuk memungkinkan hal ini. Di bagian akhir, Satoshi menjelaskan bagaimana para penambang harus menggunakan mekanisme konsensus untuk menentukan insentif atau perubahan aturan dalam protokol Bitcoin.

 

Selain mempermudah transaksi dengan mengeliminasi peran pihak ketiga, Bitcoin pada praktiknya juga digunakan sebagai alat pembayaran layaknya sebuah mata uang. Meski masih menjadi perdebatan, benarkah Bitcoin sudah bisa disebut sebagai mata uang? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel: Apakah Bitcoin Termasuk Mata Uang?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.