OctaFx

iklan

Memaksimumkan Performance Trading (1)

116784

Seburuk apapun performa trading Anda, temukan solusinya diantara ke-8 hal yang dibahas di sini.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Trading bukanlah soal berapa sering kita menang atau kalah, melainkan berapa banyak (besarnya uang) yang kita menangi dan berapa banyak (besarnya uang) kita kalah dalam trading kita. Kita akan membahas 4 hal yang harus dilakukan dalam memaksimumkan performance trading forex Anda.

Melalui keempat prinsip ini maka Anda akan bisa menangani kondisi kerugian Anda dan mengoptimalkan profit. Bagaimana kalau Anda telah berhasil membalikkan kondisi kerugian anda menjadi profit? Jangan berhenti pada profit yang kecil, kejar profit yang besar.

memaksimalkan profit
Prinsip 1: Anda Harus Tahu Bagaimana Memaximumkan Profit Anda
Bagi Trader pemula hal-hal ini akan sangat berguna, bagi Anda trader yang telah berpengalaman dan yang telah lama trading, materi di bawah ini bisa menjadi semacam "reminder" terhadap apa yang telah Anda sering hadapi sebelumnya.

1. Invest di Pasar yang Sedang Tren

Sebelum Anda masuk ke dalam pasar forex manapun juga, Anda harus tahu dengan pasti apa yang sedang terjadi di pasar yang bersangkutan, apakah sedang naik atau sedang turun? Anda harus menghindar memegang posisi yang berlawanan dengan pasar. Jangan memegang posisi "beli" kecuali Anda bisa dengan aman berkata bahwa pasar sedang naik.

Tren adalah teman Anda: Jadi, jangan dilawan. Cara untuk mendapat uang banyak adalah dengan menentukan tren utama dan kemudian mengikutinya. Jika trading Anda tidak sama dengan pasar, Anda harus segera berbalik dan mengikuti pasar.

Bagaimana Cara Melihat Tren Suatu Pasar?
Salah satu contohnya adalah dengan memakai Moving Average. Contoh untuk indeks SP500, bandingkan penutupan pasar hari ini dengan harga rata-rata selama 200 hari terakhir. Ini disebut 200 hari Moving Average. Apabila harga di atas Moving Average 200, pasar umumnya naik kira-kira 12.6% per tahun. Ketika harga dibawah Moving Average 200, pasar biasanya turun 1.6% setahun.

Bukankah lebih baik ada Moving Average di pihak anda? Apabila Anda memiliki atau ada bersama Moving Average, Ini berarti Anda ada bersama dengan banyak orang yang secara rerata bersama dengan Anda.

Cara Selanjutnya:
Ketika Anda berada dalam pasar bearish, dan tren utama sedang turun, tunggulah sebentar sampai terlihat posisi memang turun baru ambil posisi jual. Di pasar forex yang bearish lebih aman untuk menjual ketika pasar turun 200 poin dari harga puncak, daripada hanya turun 40 point. Alasannya adalah, di bawah 200, sudah melewati semua support sehingga tidak ada harapan lagi untuk break ke atas.

Namun Anda harus hati-hati agar jangan sampai membuka posisi saat harga sudah berada di level terendah. Dalam pasar yang bearish, kalau tanpa sadar Anda membuka posisi sell saat harga sudah terpojok, maka Anda bisa kehilangan uang Anda. Hal yang sama berlaku (secara terbalik) di posisi bullish. Selalu ikuti pasar dengan ketat, jangan pernah dilawan.

2.Berpegang Teguh
Untuk melakukan hal ini tidak mudah. Anda perlu memiliki kemauan yang kuat. Setelah Anda dapat melihat tren pasar, jangan berubah pikiran sampai pasar menunjukkan perubahan trend. Dalam setiap trend besar, ada saja, pergerakan koreksi yang melawan trend. Beberapa berita penting akan mempengaruhi sehingga terjadi koreksi tajam, tetapi biasanya akan diikuti dengan pergerakan kembali ke arah trend utama. Jika Anda mendengarkan berita semacam itu, Anda mungkin akan tergoda untuk melikuidasi sebelum waktunya.

3.Hindari Godaan dan Mendengarkan Siapapun Kecuali Pasar
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan mengikuti perkataan orang lain dan mengabaikan pertimbangan Anda sendiri, tanpa alasan yang kuat. Ini adalah cara trading yang buruk, walau banyak orang melakukannya.

Contohnya :
Investor yang tergantung pada brokernya, mereka membeli USD/JPY di 79. Dan karena broker mengatakan kepada mereka harga akan menjadi 80, mereka tetap memegang posisi beli mereka pada saat harga sudah di 79.95, padahal arah turun sudah terbentuk.

Pada saat harga sudah turun lebih rendah dari 79.95, mereka masih menunggu agar harga kembali naik mencapai persis 80. Mereka masih berharap sesuai perkataan broker mereka. Mereka trading berdasarkan harapan bukan fakta pasar. Ternyata harga terus turun dan tidak pernah naik lagi melebih 79.95. Akibatnya keuntungan yang di tangan tidak jadi terealisir.

 

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Restu Mania
MA 200 apa nggak terlalu lagging? Kebanyakan indikator arah tren sifatnya lagging, atau terlambat jarena cuman menggambarkan apa yg sudah terjadi sebelumnya.

Bisa dilihat dichart kalau garis MA pasti geraknya lebih lambat dari harga itu sendiri. Jadi musti hati2 kalau cuman pake MA aja sebagai indikator tren. Nanti MAnya masih dimana harganya sudah kemana-mana....
Dwi Ramadhan
memang benar tren selalu bisa diandalkan untuk mendulang profit... namun sebenarnya tidak mudah bagi seorang trader untuk entry posisi meskipun sudah terbentuk tren di depan mata. kesulitan sebenarnya sudah disebutkan semua di sini. yaitu agar tetap profitable trader harus lebih dulu memastikan bahwa tren telah benar-benar terkonfirmasi atau harga masih akan terus melanjutkan tren tersebut. jika trader entry terlalu awal atau terlalu akhir maka posisinya bisa sangat beresiko
Sarah N
Apa sh yg menyebabkan prgantian tren itu? Apa harga cm berganti tren kalo sudah smp di titik jenuh aja? Tdk adakah berita fundamental yg bisa mengganti arah tren? Apa pengaruh fundamental itu hanya menimbulkan koreksi dr tren utama sj? Bagaimana kalo seumpama ada berita yg betul2 high impact, kemudian efeknya bukan hanya menimbulkan koreksi, tp juga arah tren harga? Apa itu mungkin? Dan bagaimana kita menyikapinya?
Setiawan Nurkolis
mw nanya ttg cr mengenali apa hrg skdr koreksi atau sdh membentuk tren br. kl ada prbhn sdkt drmn kt tw hrg cm skdr koreksi ato udh bnr2 berubah trenx? apa bs dgn indi ato cara lainx? ane rs ini pntng, krn spy utk bs prcy sm dr sndr kn msti punya cr yg unggul biar tau kl strategix udh bgs and profitable. kl utk membedakan koreksi sm tren ja blm tw bgmn mw pd sm trdng sndr? kbnykn trdr yg msh suka dngrn sana sini kn msh blm pd sm strategix bs brhsl apa g
Dwi Ramadhan
biasanya untuk mengkonfirmasi itu bisa dengan melihat timeframe yang lebih tinggi...
jadi seumpama biasa menggunakan timeframe h1 untuk memastikan tren utamanya bisa melihat ke timeframe h4 atau d1. bisa juga menggunakan support dan resistance. tapi menurut saya yang lebih mudah tetap menggunakan multiple time frame. untuk bisa memiliki kepercayaan terhadap strategi yang digunakan, maka trader perlu menguji coba dulu efektivitasnya di akun demo. bisa dengan backtest ataupun forward test. namun untuk memiliki sistem yang baik tidak hanya diperlukan strategi yang baik, tapi juga money management yang terarah untuk bisa mengatur target profit dan resiko kerugian. ini kembali lagi ke prinsip di atas, bahwa trading bukan persoalan menang atau kalah, tapi seberapa banyak menang dan seberapa banyak kalah.