OctaFx

iklan

Memanfaatkan Persilangan Garis Stochastic

100264

Ketika tren mengalami up atau uptrend, stochastic oscillator memiliki kecenderungan ikut naik pula. Dalam kondisi ini kita perlu cermat mencari sinyal beli yang potensial.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Pada saat pasar mengalami downtrend, stochastic oscillator memiliki kecenderungan untuk ikut menurun. Sinyal jual dapat muncul dengan lebih optimal jika garis stochastic telah berada di atas daerah 80 kemudian bergerak turun sampai di bawah garis 80.

Memanfaatkan Persilangan Garis

Ketika tren mengalami up atau uptrend, stochastic oscillator memiliki kecenderungan ikut naik pula. Dalam kondisi ini kita perlu cermat mencari sinyal beli yang potensial untuk open posisi sesuai dengan arah tren tersebut. Ketika garis oscillator stochastic sudah mencapai daerah di bawah 20 kemudian bergerak di atas daerah 20 maka di situlah letak sinyal beli muncul.

Memanfaatkan Persilangan Garis

Karena sinyal berada di daerah titik jenuh tren (titik resisten) terkadang pergerakan harga tidak tidak sesuai dengan arah sinyal sehingga ada kemungkinan harga masih terus bergerak ke atas atau ke bawah walaupun sudah ada indikasi terjadinya tren yang jenuh di daerah 20 atau 80. Bagaimana seharusnya seorang trader bereaksi terhadap keadaan tersebut?

Memanfaatkan Persilangan Garis
Ada satu cara jitu untuk mengatasi hal ini yaitu dengan memanfaatkan adanya persilangan pada stohastic. Memang terkadang harga sudah menyentuh titik jenuh, tetapi ketika indikator stochastic belum bersilangan, ada kemungkinan harga masih bisa melanjutkan pergerakan sesuai tren sebelumnya. Jika demikian, pedoman yang kita gunakan adalah momen terjadinya persilangan (crossover). Sebagai catatan, sinyal akan muncul dan jauh lebih tepat saat persilangan terjadi di daerah 20/80.

Cara Penggunaannya
Bayangkanlah Anda membuat garis (moving averages) pada indikator Stochastic oscillator. Anggap saja garis tersebut sebagai busur panah yang dapat digunakan untuk mendapatkan momentum yang tepat dari pergerakan harga. Ketika garis berada di daerah 20 atau 80, itu artinya busur panah ditarik kuat-kuat sambil menunggu pembalikan harga. Semakin lama garis oscillator berada di daerah 20 atau 80, maka akan semakin panjang pula pergerakan tren pembalikannya.

Dengan pemahaman tersebut, sekarang lihatlah sinyal jual pada chart yang ada pada gambar di atas, bandingkan dengan crossover Mid-Level. Crossover yang terjadi di atas daerah 80 akan memiliki momentum downside yang lebih kuat daripada crossover yang terjadi di tengah-tengah antara daerah 20 dan 80.

Selain itu, indikator dapat juga dimanfaatkan ketika terjadi sideway. Dalam hal ini, ketika harga berada di daerah jenuh maka potensi pergerakan harga dalam point akan semakin besar. Meskipun konsep ini tidak mutlak 100% benar, tapi setidaknya terbukti bahwa pergerakan harga akan semakin cepat dan membentuk tren yang panjang ketika garis stochastic sudah berada di daerah over.

Seperti yang telah diungkapkan di atas, kita tidak disarankan untuk mengambil sinyal pada crossover ketika posisi garis stochastic masih berada di tengah antara daerah 20 dan 80. Sebaiknya, kita menunggu garis tersebut menyentuh daerah 20 atau 80 dan membentuk persilangan garis di area tersebut.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Tino Sudibyo
Lagipula crossover sepertinya mang paring sering terjadi di area jenuh itu Kalo di tengah2nya lumayan jarang dan jelas gag bisa dipastiin sbgai sinyal entri
Ferry Samsoel
indi ini beda sama rsi yang sinyalx udah susah dicari kalo lagi trending coz indix terus2an ada di daerah jenuh tanpa tanda2 yang pasti kapan crossingx. dngan crossing garis2 stochastic ini bisa membantu untuk makin mudah ambil posisi saat tren... jadi kalo di daerah jenuh jual tapi crossing stochasticx masih menandakan sinyal sell berarti tren masih berlanjut, sebalikx sinyal reversal baru muncul waktu di daerah jenuh jual crossing stochasticx menandakan sinyal buy, berarti tidak lama lagi harga akan berbalik naik dan bisa mengambil order buy
Endra_al13
Tapi tetep ndak seratus persen meyakinkan klo analisanya dari oversold atau overbought aja, lebih meyakinkan divergen aja, jelas perkiraannya & lebih leading juga
Ferry Samsoel
@endra: dimana2 indi tidak ada yang bisa jamin analisax bener 100%. divergen emang adalah salah satu cara yang bisa dipake untuk analisa dngan stochastic, dan bahakn oscillator lainx juga... tapi inget divergen ini tidak selalu muncul dan bukan fenomena umum yang terjadi di pasar, jadi peluangx ya dikit kalo mau trading cuma dari analisa ini.. daripada pusingin cara mana yang paling bagus, kenapa tidak dijadikan alternatif aja untuk satu sama lain jadi analisa dan hasilx bisa saling melengkapi
Hari Santoso
Sebagai salah satu indikator oscillator, stochastic memang diterapkan dengan tujuan utama untuk menganalisa momentum pergerakan harga dari level overbought dan oversold. Stochastic memiliki dua garis yang persilangannya dapat dijadikan sebagai indikasi juga untuk menentukan arah pergerakan harga. Selanjutnya, divergensi memang menjadi salah satu bagian dari analisa dengan oscillator yang meskipun menunjukkan suatu perbedaan, tapi memiliki hasil analisa yang tepat jika bisa dimanfaatkan dengan benar. Metode yang paling baik adalah dengan menggunakan kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh indikator dengan baik. Seperti pada stochastic ini, persilangan garisnya dapat membantu analisa jika pasar sedang trending, sedangkan saat sideways pengamatan jadi lebih mudah karena harga bisa langsung berbalik arah saat mencapai area jenuh. Sementara divergensi bisa dinalisa dengan baik saat muncul.