Advertisement

iklan

Membentuk Kepercayaan Diri Dalam Trading

Penulis

+ -

Rendahnya kepercayaan diri akan berdampak serius pada kinerja trading. Berbagai kegelisahan dan tekanan akan menghantui jika Anda tidak memiliki kepercayaan diri.

iklan

iklan

Trader harus percaya diri agar bisa sukses. Tentu, setiap orang harus mempunyai kepercayaan diri yang tinggi jika ingin berhasil mencapai sesuatu termasuk juga dalam trading. Anggaplah pasar dan para trader lain adalah lawan Anda, bagaimana Anda akan bisa mengalahkan mereka jika merasa kurang percaya diri? Rendahnya kepercayaan diri akan berdampak serius pada kinerja trading. Anda akan cenderung ragu kerika hendak entry atau exit, merasa gelisah, stress atau mengalami tekanan mental lainnya. Dalam keadaan yang demikian, maka Anda akan sulit memperoleh keuntungan dalam jangka panjang.

                                                           Membentuk Kepercayaan Diri Dalam

Ada perbedaan antara percaya diri yang salah (false confidence) dan percaya diri yang sesungguhnya (real confidence) dalam trading. Rasa percaya diri yang salah mudah Anda peroleh. Anda masuk pasar dan kebetulan profit, kemudian Anda merasa seperti pakar dalam trading. Rasa percaya diri seperti ini akan cepat hilang karena kemudian Anda akan sering mengalami kerugian dari pada untung. Profit yang Anda peroleh sebelumnya adalah karena keberuntungan, bukan karena kemampuan dan kebiasaan trading yang dilakukan dengan disiplin.

Rasa percaya diri yang sesungguhnya terbentuk dari kebiasaan trading yang baik. Semakin lama Anda trading sesuai dengan rencana, disiplin dan tidak emosional, maka akan semakin tampak kinerja trading Anda. Dari waktu ke waktu, trading yang disiplin dengan konsisten pada rencana trading akan memperkuat rasa percaya diri dan akan menjadi kebiasaan yang positif. Kebiasaan positif ini akan membentuk rasa percaya diri yang sesungguhnya dalam trading, yang tidak mudah goyah atau terpengaruh oleh emosi negatif.

Tip untuk memperkuat kepercayaan diri dalam trading :
1. Membangun rasa percaya diri ketika profit, namun bukan rasa percaya diri yang berlebihan (over confident)
Lakukan evaluasi setiap kali profit, dan beri catatan pada jurnal trading mengenai setup yang telah Anda lakukan, mengapa Anda yakin setup tersebut adalah yang terbaik. Meski demikian tetaplah selalu ingat bahwa setup yang bagus sekalipun bisa gagal sehingga Anda bisa terhindar dari rasa percaya diri yang berlebihan. Setup yang bagus artinya mempunyai probabilitas profit tinggi, tetapi tidak harus pasti benar.

2. Selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam trading
Dengan selalu menambah pengetahuan dan kemampuan Anda dalam trading maka kepercayaan diri Anda akan bertambah. Menambah pengetahuan tidak berarti mencoba banyak strategi, melainkan meningkatkan kualitas strategi yang sedang Anda gunakan sesuai dengan pengetahuan yang Anda peroleh.

3. Menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari keseluruhan hasil trading Anda.
Kerugian selalu akan terjadi dan tidak bisa dihindari. Jika menyadari hal ini maka Anda akan tahu bahwa kerugian sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepercayaan diri.

Rasa percaya diri yang sesungguhnya dalam trading akan terbentuk seiring dengan kebiasaan positif yang Anda bangun.

181998
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Mr. B
1.Saya sudah mempunyai sistem trading dengan menggunakan ADX dan Stockhastik. tetapi kadang saat analisa dan tidak buka posisi, analisa saya sesuai. tetapi saat buka posisi malah sebaliknya, justru kena floating loss. 2. saya sering menggunakan TF H1 baik analisa maupun open posisinya. Dan seringkali bertentangan. Apakah sebaiknya saya berdasarkan TF H1 saja, ataukah saya perlu menyesuaikan dengan TF H4 atau bahkan mungkin sampai pada TF D1. Mohon saran dan solusinya.
Martin S
@ Mr. B:1. Untuk membuka posisi sebaiknya menunggu sinyal yang diberikan oleh price action, setelah itu dikonfirmasikan oleh indikator trend (ADX). Indikator stochastic bisa digunakan untuk menentukan momentum entry yang tepat, atau untuk mengetahui ada tidaknya divergensi. Jika hanya mengandalkan indikator saja untuk entry maka belum tentu valid karena hampir semua indikator bersifat lagging atau cenderung lambat dalam merespon pergerakan harga.2. Apa yang Anda maksudkan bertentangan?

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini