Advertisement

iklan

Membuat Sebuah Rencana Trading (3)

164380

Rencana terhadap money managemen lebih fokus pada pengaturan besarnya resiko terhadap equity akun secara keseluruhan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Rencana terhadap besarnya resiko dan money management
Rencana terhadap management resiko berfokus pada besarnya resiko setiap trade, risk/reward ratio, probabilitas profit dan position sizing. Tergantung dari type account trading Anda, pasangan mata uang dan resiko yang Anda sepakati per trade, Anda akan bisa menghitung ukuran trading, atau volume pada setiap trade. Sementara rencana terhadap money management berfokus pada pengaturan besarnya resiko terhadap equity account dalam hubungannya dengan naik turunnya equity atau balance dalam account trading secara keseluruhan.
                                                                    Membuat Sebuah Rencana Trading

Beberapa pertanyaan yang bisa membantu dalam menentukan besarnya resiko dan money management antara lain:
1. Apakah saya menganggap faktor resiko sangat penting?
2. Bagaimana saya menentukan besarnya resiko (atau level stop), cenderung ketat, atau fleksibel?
3. Seberapa besarkah resiko strategi trading yang saya gunakan? (akurasi setiap trade yang dikombinasikan dengan risk/reward ratio per trade).
5. Pendekatan money management apa yang akan saya gunakan?
6. Apa yang harus saya lakukan ketika terjadi drawdown yang cukup besar?
7. Resiko apa yang mungkin ditimbulkan oleh broker saya dan komputer saya (hardware risk)?

Contoh-contoh jawaban:
Saya selalu menganggap faktor resiko sangat penting, oleh karena itu saya selalu berhati-hati. Resiko memang tidak bisa dihindari, dan saya selalu khawatir akan potensi resiko bila saya menahan posisi terlalu lama. Oleh karena itu saya cenderung trading dalam jangka pendek dengan sering masuk dan keluar pasar. Semakin lama berada di pasar semakin besar kekhawatiran saya akan terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan. Saya akan secepatnya take profit atau cut loss dengan menentukan level stop loss yang ketat dan risk/reward ratio yang tidak terlalu tinggi.

Saat ini saya menerapkan risk/reward ratio rata-rata 1:1, kadang lebih kadang kurang. Besarnya stop loss dan target profit relatif tergantung dari kondisi pasar. Rata-rata antara 25 hingga 50 pip. Angka risk/reward ratio tersebut memang kurang memadai dan dalam jangka panjang tidak menguntungkan, oleh karenanya saya selalu mengevaluasi strategi saya dan melakukan back-test ulang untuk memperoleh persentasi profit yang lebih besar.

Dalam hal money management terhadap account trading, saya mengambil resiko 1% dari equity account pada setiap trade yang saya lakukan. Karena sering masuk pada pasangan EUR/USD, dengan equity USD 1000 dan stop loss 50 pip, saya bisa trading dengan 2 micro lot sehingga total resiko untuk 50 pip adalah USD 10 atau 1% dari equity. Pendekatan money management yang saya gunakan adalah fixed fractional, saya trading 0.01 lot per USD 500, dengan menaikkan atau menurunkannya setiap USD 500.

Saya memulainya dengan USD 1000, jumlah yang bisa saya relakan sebagai resiko. Ukuran lot selama ini adalah 0.02, sesuai dengan aturan money management yang saya sepakati. Strategi lain yang saya gunakan adalah mengunci profit yang telah saya peroleh dengan teknik trailing stop yang melindungi 50% dari profit setelah bergerak 15 pip. Saya akan berhenti trading pada hari tersebut bila 5% dari account saya loss. Jika mengalami drawdown sebesar 30% dalam periode yang telah saya tentukan, saya akan berhenti trading untuk waktu sebulan dan mengevaluasi lagi pendekatan money management yang saya gunakan.

Broker utama saya termasuk broker besar dan terkenal, saya tidak menggunakan broker alternatif karena saat ini saya belum membutuhkannya. Dalam hal terjadi gangguan hardware pada komputer saya, saya telah mempunyai back-up data dan komputer lain untuk trading.

(Bersambung)

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kurniawan Indarto
Trading plan yang sangat terencana dan tersusun rapi... Sepertinya saya perlu mengevaluasi ulang sistem trading saya untuk mencari dan memperbaiki money manajemen saya selama ini...
Karel W
jd ni menggabngkn rncn utk mnjmn rsk sm money mnjmnny sekalian t? gw pikir tdx ni cm planing utk money mnjmn aja, makany kok ribet bgt pk position sizing sm pengukuran pips dr pair sgl
Ugi Sukmanto
Money management juga sekalian ada manajemen resikonya bukan? Yg ane pahami sih ini dua hal kaitanya erat, belajar money management biasanya gg lepas dari manajemen resiko. Ya maklum sih tujuan money management kan biar trader bisa ngatur modal tradingnya, kalo gg sekalian dikontrol risknya, terus apa berarti modal trading diatur buat dapat profit setinggi-tingginya aja? Mulai dari menentukan resiko per posisi sampe menetapkan position sizing itu rasanya udah satu bagian dimoney management dn manajemen resiko.
Martin S
@ Ugi Sukmanto:
Money management memang meliputi pengendalian resiko (risk management) dan penentuan profit yang diharapkan, sehingga ukuran lot mesti disesuaikan dengan cara position sizing. Hal penting lainnya dalam money management adalah risk/reward ratio.
Martin S
@ Karel W:
Money management meliputi pengendalian resiko (risk management) dan penentuan profit yang diharapkan, sehingga ukuran lot mesti disesuaikan dengan cara position sizing.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Hal Pokok Dalam Money Management
Samsir Adi
untuk seukuran trading jangka pendek apa nggak terlalu banyak itu perhitungan modalnya? dan lagipula apa bener itu alasan untuk trading jangka pendek lebih karena takut resiko dari posisi trading yang tertahan lama? bukannya kalau trading dengan resiko sejumlah itu juga agak riskan karena pergerakan harga yang kurang stabil di time frame rendah?
Trisno
Trading apapun jangkanya pasti perlu perencanaan. Ini salah satu yang membedakan trading sebagai bisnis atau judi. Kalau trading hanya sekedar open-close tanpa ada rencana analisa, mm, dsb terus apa bedanya dengan judi? Milih jangka trading salah satu caranya juga disesuaikan sama kondisi trader, kalau memang suka resah & gelisah menunggu posisi floating lama maka bisa ambil trading jangka pendek supaya emosi trading nantinya g berpengaruh. Itu malah lebih baik daripada maksa ikut trading jangka panjang tapi suka was-was terus malah buka peluang buat trader suka intervensi karna emosinya masih labil
Martin S
@ Samsir Adi:
- Besar kecilnya modal relatif, tergantung dari kondisi trader masing-masing.
- Trading pada jangka pendek ataupun jangka panjang tetap harus menentukan resiko dan ukuran lot trading dengan position sizing. - Besarnya resiko atau stop loss tidak ditentukan berdasarkan jangka pendek atau jangka panjang, tetapi berdasarkan keadaan riil di pasar, baik time frame rendah maupun time frame tinggi.
Untuk keterangan bisa baca: Beberapa Cara Menentukan Stop Loss - Kestabilan pergerakan harga ditentukan oleh kualitas server dari broker, bukan dari time frame yang Anda gunakan. Yang jelas makin rendah time frame akan makin banyak noise.
Dr Sadewa
@Samsir, Ya dianggap ja itu sbagai cntoh slh 1 rencana trading, kan itu jg bukan hal yang disarankan untuk diikuti. Emang sih trading jangka pendek sering dianggap kurang profitable secara resiko tradingnya juga bisa terus nambah per pembukaan posisinya. tapi kalo khawatir equity bakal kemakan posisi yang kefloating ya wajar aja ambil cara ini, secara trading jangka panjang biasanya butuh modal gede
Martin S
@ Dr Sadewa:
Modal untuk trading jangka panjang tidak harus lebih besar dari jangka pendek. Berapapun modal Anda, Anda bisa trading untuk jangka panjang ataupun jangka pendek tergantung dari money management yang Anda terapkan, yaitu besarnya resiko, ukuran lot atau volume trading dan risk/reward ratio. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Hal Pokok Dalam Money Management.
Samsir Adi
nggak juga sih, meskipun modal nggak terlalu besar tetap bisa diatur lewat position sizing. lagian kalo trading jangka panjang bisa analisa lebih tenang dan nggak menyita terlalu banyak waktu. asal hasil akhirnya udah meyakinkan dn risk rasio rewardnya mantap sepertinya masalah perhitungan equity saat floating nggak terlalu masalah juga.
Heri Prasetyo
Terima kasih ini ulasan yang menarik dan informatif untuk trader baru yang masih bingung ingin mulai darimana. Tapi sy masih ada penasaran dibagian akhir tentang broker alternatif. Sy jadi ingat saat baca-baca diskusi para trader tentang penggunaan beberapa broker sekaligus. Akun di broker ini fine, tapi di broker itu bermasalah dst. Apa menggunakan broker alternatif ini sudah jadi fenomena wajar yang hampir semua trader juga melakukanya? Sy amati ini ada kekurangan dan kelebihan juga pastinya. Melihat banyaknya mereka yang sudah berpengalaman melakukan ini sy jadi penasaran apakah memang ini juga selalu dilakukan oleh trader yang sudah ahli?
Martin S
@ Heri Prasetyo:
Setahu sy trader yang berpengalaman kebanyakan menggunakan broker alternatif disamping broker utama, sebagai cara diversifikasi modalnya. Selain itu kadang juga digunakan sebagai sarana hedging, misalnya open buy pada broker yang satu dan open sell pada broker yang lain.
Alan Treder
treding 2 broker biasany sih buat bandingin layanan. klo ngga gitu buat menuhi kebutuhan aja. misalkan di broker a oke buat scalping trus di broker b bisa dibuat trading jangka panjang. klo sistem tredenya emang bisa terbiasa punya banyak metode buat menjalankan banyak strategi kadang peraturan di 1 broker aja kurang memadai. ini jg blm memperhitungkan regulasi sma metode pembayarannya. karena milih broker cukup banyak yg perlu diperhatikan masing 2 ada plus minus
Sigit Kans
Bagaimana cara hitung 1% equity diperoleh stop loss 50 pips? Dari 1000 USD 1% nya memang 10 USD, yg masih bingung darimana bisa tau 10 USD nilainya sm dengan 50 pips? Apa iini juga ada relasinya dengan lotnya? Seumpama yg digunakan lot standar apakah stop lossnya akan lebih sedikit? Terus mana yg mesti dipilih kalau dari sinyal posisi stop loss sebaiknya tidak ditempatkan di 50 pips? Mana yg sebaiknya dipakai?
Martin S
@ Sigit Kans:
- Besarnya resiko ditentukan sesuai kesepakatan. Dalam hal ini 1% dari equity untuk kerugian 50 pip.
- Kalau besarnya modal USD 1000 maka 1% nya adalah USD 10, dan itu untuk 50 pip sesuai kesepakatan (ditentukan). - Ukuran lot ditentukan dari nilai per pip-nya. Jadi untuk USD 10 untuk 50 pip maka nilai per pip adalah: USD 10 / 50 = USD 0.2. Kalau Anda trading EUR/USD pada akun mini (mini lot) yang nilai per pip-nya = USD 1,- maka ukuran trading Anda adalah 0.2 lot mini, sedang jika trading dalam akun micro atau cent dimana nilai per pip-nya = USD 0.1 maka ukurannya adalah USD 0.2 / USD 0.1 = 2 lot micro. - Kalau menggunakan akun standard dimana 1 pip = USD 10,- maka ukurannya terlalu kecil yaitu USD 0.2 / USD 10 = 0.02 lot standard. Besarnya stop loss tetap sama (50 pip). Dalam hal ini mungkin Anda akan lebih nyaman jika menggunakan akun micro dan trading dengan 2 lot micro. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Belajar Memahami Money Management.