Advertisement

iklan

Membuat Trading Plan

Mmebuat trading plan adalah langkah mutlak yang penting bagi trading Anda. Lalu, bagaimana cara membuat trading plan yang baik?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam ilmu manajemen, planning merupakan langkah yang terpenting dari serangkaian proses kegiatan, karena dalam planning-lah ditetapkan tujuan yang akan dicapai, kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, resources yang akan digunakan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.

Kegiatan trading dalam hal ini tidak lepas dari kaidah tersebut. Membuat trading plan adalah langkah yang mutlak diperlukan bagi kegiatan trading anda. Iya sih... anda memang bisa bertrading tanpa trading plan alias ngasal. Tapi tanpa perencanaan/planning yang jelas dijamin trading anda akan amburadul alias awut-awutan. Hehehe... Lah, kalo sesuatu sudah dimulai dengan ngasal dan dijalankan dengan awut-awutan, apa yang bisa diharapkan dari akhir prosesnya?

Ok, kalau anda sekarang sudah punya trading plan, berarti anda sudah membuat satu langkah benar menuju trader yang sukses. Tugas anda sekarang tinggal menjalankan trading plan anda. Tapi kalau saat ini anda belum mempunyai trading plan, inilah saatnya anda meninggalkan gaya trading awut-awutan anda. Marilah memulai membuat trading plan dan bertrading dengan perencanaan yang lebih matang sehingga kegiatan trading anda akan lebih terarah, lebih efektif, lebih efisien dan lebih rasional.

trading plan


Nah, pertanyaannya sekarang adalah:
bagaimana dan apa saja yang perlu ditetapkan dalam membuat trading plan?

Eh, bentar... Sebelum membuat trading plan, ada satu hal yang saya rasa perlu anda tanamkan dalam benak anda: trading plan ini jangan dilihat sebagai hal ruwet dan merepotkan dan bukan dibuat untuk mempersulit trading anda. Prinsip ’keep it simple’ tetap berlaku dalam pembuatan trading plan. Sebab dari yang saya rasakan sih...kalo sesuatu itu sudah dikesankan atau dilihat sebagai suatu hal yang ruwet, akhirnya bukannya akan diakrabi tapi malahan akan dijauhi.

Jadi, mengenai bentuk dan format trading plan, sesuaikan saja dengan selera anda. Kalau anda suka sesuatu yang simple, ya bikinlah trading plan yang simple. Kalau anda suka dengan sesuatu yang kompleks, ya gak masalah... Bikinlah trading plan yang lebih detil dan kompleks. Atau mungkin anda suka utak-atik angka, ya pakailah spreadsheet excell misalnya, untuk membantu anda membuat trading plan. Intinya, nikmatilah setiap tahap dalam bertrading, termasuk juga dalam pembuatan trading plan ini.

Ok, sekarang kita bicarakan hal-hal yang perlu ditetapkan dalam trading plan:

Tujuan trading anda. Begin with the end in mind. Tetapkan tujuan, maka sumberdaya yang anda punyai akan lebih terfokus dalam pencapaian tujuan tersebut. Dalam hal ini, tetapkan tujuan trading anda. Misalnya: "Saya akan memperoleh pendapatan rutin perminggu sebesar  $500’ atau "Saya akan membeli mobil baru sendiri saat ulang tahun saya ke 19 nanti" atau "Saya akan pergi umroh tahun depan bersama kedua orang tua saya". Apapun itu, yang terpenting adalah: tujuan itu bisa membangkitkan inspirasi dan semangat anda dalam bertrading.

Trading system. Trading system adalah inti dari sebuah trading plan. Tanpa trading system, maka trading plan anda hanya akan berupa angan-angan semu semata. Hehehe... Oya, perlu diperhatikan bahwa trading system yang hendak ada gunakan ini sebaiknya trading system yang sudah terbukti handal dan mampu anda jalankan. Iya tentunya sebelumnya anda sudah harus menguasai hal-hal teknis berkaitan dengan system anda dan telah mengujinya terlebih dahulu dengan demo account. Dalam trading system ini hendaknya anda menentukan hal-hal berikut: patokan yang anda ikuti untuk entry dan kapan anda keluar dari market, besarnya stop loss, target pips, margin management, maksimum drawdown dan batasan resiko yang dapat ditoleransi.

Jangka waktu.Trading plan sebaiknya dibuat secara berkala untuk jangka tertentu. Anda bisa mulai dengan jangka waktu yang relatif pendek, misalnya membuat trading plan harian untuk 1 bulan.

Waktu trading. Tetapkan waktu trading anda sesuai dengan situasi dan kondisi anda. Misalnya: ‘Saya akan trading di sesi Eropa’ atau ‘Saya akan trading jam 16.00 s/d 17.30 dan jam 21.00 s/d 23.00 WIB’. Penentapan waktu trading ini perlu anda lakukan supaya kegiatan trading anda tidak mengganggu aktivitas rutin lainnya sehari-hari.

Evaluasi dan perbaikan. Karena trading plan dibuat secara berkala, maka evaluasi terhadap trading plan yang telah anda jalankan sangat diperlukan sebagai masukan bagi trading plan selanjutnya sehingga anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Nah, kalau sudah beres trading plannya, tugas anda tinggal menjalankan trading plan tersebut secara disiplin dan tanpa perasaan. Eh? kok tanpa perasaan sih? Hihihi... tanpa emosi, maksudnya... Mentor saya selalu bilang: "Jadilah seperti tembok saat trading". Maksudnya bertradinglah tanpa emosi, sekaligus juga kokoh secara mental. Mm... kalau versi saya sih, saya tambahi lagi dengan: "Nikmatilah setiap proses dalam bertrading".

Enjoy your trade...  Happy trading!

92954

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Suryadi Akbar
emosi trading gg cuman dialami wkt trading lagi berjalan aja lo, tapi juga wkt ngalamin loss padahal udah nyusun trading plan susah payah sbelomnya. efek ni tmbh parah cz liat hsl yg gg bagus stlah dimanage sekian rupa mlh bikin mental tmbh jatoh trus akhirnya ninggalin trading plannya. gw juga sempet ngerasa kayak gitu lantaran trading plan yg disusun sbelomnya gg ada yg berhasil. akhirnya gw coba trading asal2an malah lumayan hasilnya.
Agus Hendra
Bener ini realistis coz banyak pula yang mengalami seperti ini. Yang penting jangan sampe keterusan aja itu trading asal-asalan. Kalau sampe kebiasaan tinggal tunggu waktu aja tuh sampe akunnya habis kena mc. Memang rasanya menarik banget trading seperti itu, gg perlu susah-susah merencanakan tapi masih bisa profit. Tapi karena trading juga butuh konsistensi jadi ya gg bisa seterusnya seperti itu cuma mengandalkan untung-untungan aja. Plus bukanya loss itu udah bagian dari trading? Jadi kalo ada loss padahal udah sesuai aturan maka itu normal dn gg perlu terlalu disesali. Anggap aja itu sebagai resiko yg emang pasti dirasakan.
Udin Samsudin
setuju. justru trader yng masih suka depresi terkena loss kebanyakan belom sanggup nerima resiko trading. ngarepnya di trading forex ni profit terus. lah sistem yng dipake aja juga ada cacatnya. wajar dong posisi kena loss walopun udah dibuka sesuai rule. yg penting jumlah loss masi dlm batas kewajaran aja. berapa kali rugi batasnya bisa ditentuin dari win ratio. jumlah rugi bisa dibatasi dg manajemen resiko.
Riffqy
kalau hasil trading bagus dari cara ngasal itu cuma beruntung aja, beda kalau dari trading plan, meskipun rugi itu bisa disebut proses. kalau merasa nggak berhasil sama trading plan ya berarti ada yang salah sama perencanaannya. coba dievaluasi dulu trading sebelum2nya terus diperbaiki kesalahannya, jangan melepas trading plan sama sekali. itu berarti ente udah masuk jalan yang bener tapi balik lagi ke arah yang salah dong...
Suryadi Akbar
@rifqy; dsn gw gg nyaranin bwt ngelepas trading plan kok. jgn slh paham, gw cm maw share pengalaman aja biar trader yg laen aware sm kondisi mental stlah dpt loss dr trading plannya. gw setuju bgt sma solusi yg lo kasi sbg jln keluar mslah ini, cz nyatanya trading forex gg bs diprediksi 100%, trader mesti siap sm kemungkinan loss swktu2 en drsitu mesti ttp konsisten sm trading plan.
Retno Anggraini
Dari bbbrp hal yg dibilang perlu utk trading plan, yg mendapat prioritas utama yg mana ya?
Bambang Priyono
Sebenarnya kesemua hal itu penting untuk trading plan, lebih baik untuk tidak diabaikan pengaturannya. Tapi kalau untuk prioritas, biasanya trader lebih banyak berkutat di trading system, karena itu mencakup strategi trading untuk menganalisa entry position sampai ke manajemen resiko. Dari situ tentu banyak yang perlu diperhatikan, tapi lebih baik juga tidak melupakan evaluasi karena ini juga berkaitan dengan trading system yang perlu diperbaiki pengelolaannya.
Adi Eagle
tambah ni. ada penentuan waktu begitu biasanya buat para trader jangka pendek ja.
yang suka main scalping ato intraday. kalo swinger ke atas udah ga dipatok waktu trading dari sesi pasar harian.
mereka masuknya udah sesuai sinyal di timeframe tinggi aja.
selama konfirmasi sinyal dah ok mereka bakal entry, tapi kalo sinyal belom meyakinkan selama apapun mereka juga bakalan betah gag entry
Haryono
@Adi; Setuju, antara jangka sm waktu trading sebenrny saling berkaitan ndak bisa pisah. Tapi milih waktu juga bisa tergantug style traderny. Kaya waktu sesi amerika biasany banyak ditekuni sma para news trader yg suka manfaatin pergerakan besar disana. Tapi scalper banyak yg bilang lebih suka di pasar sideway, sesi yg lebih tenang kyk asia
Abubakar
news trading ada potensi gede sekali profit bisa panen ratusan sampe ribuan pip (kalo momen nya bener) tapi denger2 disini banyak kesulitan :(
Haryono
@Abubakar; Iya memang. Di sesi yg rame begitu volatilitas harga pada naik, spread bisa melebar, sering ada slippage & requote. Kalo trader g awas malah bisa rugi banyak karna ini.

Dgn siasat order mcm pasang jebakan pending aja blm tentu akurat kenanya. Jadi kudu benar2 pinter perkirain & ambil langkah sewaktu pasar bergejolak akibat banyak news penting. Inipun kadang g selalu news penting bisa berefek sebesar biasanya atau yg diperkirakan.