OctaFx

iklan

Mencapai Sasaran Dalam Trading

Apakah Anda punya target tertentu yang ingin dicapai dengan bertrading? Berikut ini beberapa tips agar bisa merealisasikannya.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini dibuat berdasarkan tip yang diberikan oleh Richard Wiseman, seorang psikolog terkenal Inggris, mengenai kenyataan pada survei bahwa sekitar 52% trader gagal mencapai tujuan atau sasaran (goal) yang telah dicanangkan sebelumnya. Hanya 12% saja yang benar-benar bisa berhasil mencapai sasaran dengan sukses. Kegagalan tersebut sering disebabkan oleh tidak disiplinnya trader dalam menjalankan rencana trading yang telah disepakati.

Mencapai Sasaran Dalam

Mungkin Anda bermaksud akan lebih disiplin, membuat jurnal trading atau catatan hasil trading dengan lebih akurat, menetapkan hanya akan trading hanya pada time frame tinggi, atau rencana lain yang Anda canangkan guna mencapai sasaran trading, berikut tip berupa 5 langkah umum yang seharusnya dilakukan trader untuk mencapai tujuan dalam trading.

1. Menentukan sasaran jangka panjang
Langkah pertama adalah mengetahui dengan pasti apa yang menjadi sasaran Anda dalam jangka panjang. Ini akan membantu Anda dalam menentukan elemen-elemen lain dalam proses mencapai sasaran. Jika Anda telah memutuskan untuk membuat tujuan jangka panjang, sebaiknya lakukan sekarang juga dan tidak menunda. Segeralah mencari ide apa yang hendak Anda capai sebagai tujuan utama trading Anda.

Jika belum ada gambaran jangka panjang, mulailah dengan apa yang ingin Anda capai sampai akhir minggu depan. Sebaiknya Anda bekerja dengan sasaran yang pasti, seperti ungkapan yang sering kita baca atau dengar: dengan sebuah sasaran yang Anda canangkan, Anda telah mencapai separuh dari tujuan Anda (A goal well set is halfway reached).

2. Membuat sasaran Anda dengan jelas dan spesifik
Tentukan sasaran Anda dengan jelas dan sangat spesifik. Anggaplah sasaran tersebut adalah sesuatu yang penting dan mesti bisa Anda wujudkan. Hindari mengikuti sasaran yang dibuat trader lain jika memang tidak sesuai dengan ide Anda. Apa yang sebenarnya Anda inginkan dari aktivitas trading Anda? "Ingin trading for living dengan menjadi full time trader" adalah bukan jawaban yang spesifik. Anda harus menguraikannya dengan detail.

Buatlah bagian-bagian dari tujuan Anda hingga pada hal-hal kecil yang bisa di-manage dan dicapai. Buatlah daftar berupa tugas-tugas kecil yang terukur sebagai prioritas pertama. Jangan membuat sasaran yang terlalu muluk-muluk dan sulit untuk Anda capai. Seperti pernah dikatakan oleh Napoleon Hill: sebuah sasaran adalah sebuah mimpi dengan batas waktu untuk mencapainya (A goal is a dream with a deadline).

3. Mendokumentasikan sasaran yang telah Anda buat
Sebuah tulisan pada selembar kertas atau komputer yang mudah terlihat akan selalu mengingatkan akan sasaran utama trading Anda. Ini perlu Anda lakukan agar bisa fokus pada langkah-langkah yang mesti Anda lakukan. Tentu saja tulisan tersebut akan selalu berubah sesuai dengan pencapaian Anda.

4. Membuat rencana tindakan (action plan)
Buatlah rencana apa yang harus Anda lakukan dalam waktu dekat sesuai dengan ide dan sasaran Anda pada point (2) diatas. Tindakan yang Anda lakukan harus efektif dan terukur. Anda bisa menggunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Agreed, Realistic, Time-bound) yang sudah sangat populer.

5. Membuat daftar apa yang harus dilakukan (To Do List)
Jika Anda belum pernah membuat daftar tindakan (To Do List) sehari-hari, mulailah membuatnya guna merealisasikan sasaran yang hendak Anda capai.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Deni
saya masih awam di perdagangan forex . kira - kira butuh berapa modal buat trading forex? buat jadi full time trader biasanya berapa lama yang dibutuhkannya yaa? pengen keluar dari kerjaan nih :( pengen usaha sendiri kalau bisa trading jadi pegangan bakal mantap kayaqnya :D
Martin S
@ deni: Dari pengalaman saya sarankan sebaiknya jangan buru-buru keluar dari kerjaan tetap, kecuali kalau persiapannya sudah benar-benar matang. Yang penting diperhatikan sebelum membuka account riil adalah: 1. Strategi dan rencana trading harus benar2 matang dan bisa profitable. Kalau belum bisa profitable latih dulu di account demo sampai bisa profitable paling tidak selama kurun waktu 6 bulan. Soal lamanya sampai bisa profitable tergantung dari bagaimana Anda belajar dan berlatih dengan konsisten dan disiplin. 2. Kalau terjun ke account riil jangan menggunakan uang dapur, gunakan disposable money atau dana yang sedang nganggur. 3. Mengenai jumlah dana awal sangat relatif, tergantung dari income yang Anda rencanakan per periode waktu tertentu, berapa kali Anda masuk pasar per periode tertentu, dan besarnya resiko per trade yang Anda sepakati. Untuk mengetahui hasilnya secara kasar sebaiknya Anda latih dulu di account demo dengan strategi money management yang terencana....
Tari
Pak Martin kalo saya berhitung untung rugi di forex berarti harus punya data backtest dan forward tes ny dulu ya? Apakah idealnya kita harus punya wining rate dan profit rate lebih besar dari 50 persen? Jika kurang dari itu, hal-hal apa sajakah yang harus dibenahi?
Martin S
@ Tari: Menurut para trader yang telah berpengalaman, untuk bisa profit dalam jangka panjang maka persentasi profit (win percentage) harus lebih besar dari persentasi loss (lose percentage) pada keseluruhan trading, yang artinya persentasi profit harus lebih besar dari 50%.

Tetapi yang lebih penting adalah angka harapan profit atau expectancy (dalam satuan uang), yaitu besarnya profit yang bisa kita harapkan pada sejumlah trade yang telah kita lakukan. Hal ini ada hubungannya dengan risk/reward ratio. Untuk lebih jelasnya bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit .

Kalau hasilnya masih belum seperti yang diharapkan, bisa dibenahi terutama money management-nya dulu baru metode atau strategi tradingnya.
Enrico Sim
Sekarang saya sudah mencoba dengan TF D1 untuk trading..pak. Dari sistem yang saya bangun..sepertinya tidak setiap minggu muncul sinyal. Dan jika muncul..butuh waktu lebih dari seminggu juga untuk sampai TP. Tapi hanya butuh sekian jam saja untuk nyentuh SL. Menurut bapak..apakah ini tanda sistem ini tidak bagus Risk/Reward rasionya? Ataukah ada kesalahan-kesalahan di bagian lain. Mohon bantuan analisa pak. Terima kasih.
Martin S
@ Enrico Sim:
Besarnya risk/reward ratio tidak ada hubungannya dengan cepat atau lambatnya pergerakan harga. Risk/reward ratio ditetapkan berdasarkan logika pergerakan harga di pasar dengan mengacu pada batas-batas pergerakan harga yang mungkin terjadi, biasanya dengan mengamati level-level support dan resistance, dan juga price action. Kalau penetapan risk/reward ratio sudah sesuai dengan batas-batas pergerakan harga seharusnya sudah benar dan tinggal menunggu TP atau SL-nya yang tereksekusi. Cara lain Anda bisa menggunakan trailing stop.